My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Cara Berterima Kasih


__ADS_3

"Aku mengatakan lidah kami saling bertaut, dia membalasku, Helli."


"Ah, ya, kau benar juga," Helli salah tingkah.


Otak mesumnya justru membayangkan adegan tersebut.


"Jika begitu, kesempatanmu untuk mendapatkannya meningkat hingga 30 persen. Seorang wanita akan merespon sentuhan pria jika si wanita memiliki rasa terhadap si pria. Mona memiliki rasa padamu. Mungkin ia belum menyadarinya." Helli layaknya pakar cinta yang sedang mengemukakan hipotesanya.


Ingin rasanya Gavin mempercayai hal itu untuk menepis kekecewaan yang ia rasakan tadi. Begitu Mona mengatakan bahwa ia mencintai Rusel, ponsel wanita itu berdering. Panggilan dari pria itu dan Mona langsung menjawabnya.


"Kau juga tidak menolak saat kucium. Apa kau memiliki rasa padaku?"


"Ck! Kau bukan levelku. Aku hanya terkejut saat itu."


"Bisa saja Mona juga sedang terbawa suasana."


Gavin mengembuskan napasnya dengan kasar. Mendadak ia merasa menyesal kenapa ia harus mencium Mona. Apa yang sedang ia pikirkan tadi? Ck! Cemen!


"Mulai sekarang, kau harus memperkuat pertahananmu. Kau harus kebal di hadapan Mona. Sedikit lebih kejam, percayalah, kesempatanmu untuk memenangkan hatinya akan melonjak hingga 50 persen. Dan disaat kau sudah tiba di sana, Mona akan mulai ragu. Ia akan mulai memperhatikan dan memikirkanmu."


"Sedikit lebih kejam?"


"Ya, kita harus terlihat lebih romantis di hadapannya. Esok, kau ajaklah dia bertemu. Lalu kau batalkan kembali dengan alasan, Helli-ku yang manis merengek ingin kuajak menonton, Mona. Sorry."


"Itu terdengar menggelikan," Gavin menolak keras.


"Ya, kau benar. Tapi ini cukup ampuh. Ini namanya trik tarik ulur ala pria brengsek."


Gavin tertawa sumbang mendengar pernyataan Helli yang sepertinya sangat sepenuh hati melemparkan kata brengsek ke wajahnya.


"Apa kau sedang mengataiku?"

__ADS_1


"Kau merasa brengsek, Akkh..." Helli meringis memegangi perutnya.


"Ada apa?"


Helli tiba membungkuk sambil memegang perutnya yang melilit sakit.


"Helli, kau baik-baik saja."


Helli menggeleng, rasa sakit di perutnya menjalar hingga ke ulu hati. Helli merasa gerah dan kepanasan. Ia bisa merasakan keringat membasahi dahinya.


"Kau datang bulan?" Gavin sering mendengar Grace mengeluhkan sakit perut jika sedang datang bulan. Helli kembali menggelengkan kepala. Rasa sakit saat datang bulan tidak seperti yang ia rasakan sekarang. Lagi pula tamu bulanannya baru selesai satu minggu yang lalu.


"Se-sebaiknya aku masuk." Helli membuka pintu mobil dan berniat turun. Gavin menahannya.


"Aku akan mengantarmu," Gavin segera turun dari mobil, berlari mengitari mobil dan begitu ia membuka pintu penumpang, Helli sudah tidak sadarkan diri.


🥀


"Sebaiknya dia lebih memperhatikan pola makannya. Helli mengalami masalah dengan pencernaannya. GERD atau Gastroesophageal reflux disease adalah penyakit yang terjadi pada saluran pencernaan atau lebih tepatnya terjadi akibat asam lambung yang naik." Justin menjelaskan apa yang sedang dialami model cantik tersebut.


"Bisa saja mengingat kondisinya yang tidak stabil. Kau akan menginap di sini?"


Gavin mengangguk, "Dia hanya sendiri di sini. Setelah temannya datang, aku akan pulang. Terima kasih, Uncle."


"Hubungi aku jika terjadi apa-apa." Justin berpamitan.


Gavin kembali ke kamar, melihat wajah putih Helli yang tampak kian pucat. Ia duduk di tepi ranjang, mengusap keringat di kening gadis itu.


Merasakan sentuhan di kulitnya, Helli membuka matanya secara perlahan, "Gavin?"


"Ya,"

__ADS_1


"Kau masih di sini?"


"Kau sedang sakit. Aku akan pergi setelah temanmu datang. Apa kau bisa duduk? Kau harus meminum obatmu?"


Helli mengangguk, Gavin pun segera membantunya untuk duduk.


"Mulai sekarang hentikan diet konyolmu itu. Kau harus makan karbohidrat mulai sekarang, protein, lemak dan sebagainya."


"Aku terbiasa menahan lapar. Aku akan gendut jika memakan semuanya dan aku akan jelek jika hal itu terjadi."


"Kau cantik jika kau sehat."


Helli menggeleng, "Tidak. Aku tidak boleh jelek."


"Apakah penampilanmu lebih penting dari kesehatanmu?"


"Ya. Bukankah kalian para pria menilai kami dari penampilan luarnya. Asetku hanya wajah dan bentuk tubuhku. Aku tidak memiliki apa-apa. Ini hanya masalah pencernaan. Nanti akan sembuh sendiri."


"Sebenarnya pria seperti apa yang ingin kau rayu?" Gavin tampak mulai kesal. Wanita di hadapannya ini ternyata sama keras kepalanya dengan adiknya jika sedang dinasehati.


"Pria yang memiliki kuasa?"


"Jika kau tahu kenapa kau bertanya!"


"Apakah menjadi miskin begitu membuatmu menderita hingga kau melakukan hal rendah dengan merayu pria-pria kaya di luar sana untuk bisa menjadi kaya dalam cara instan?"


"Ya. Pergilah, Nicky sebentar lagi akan pulang."


"Dan sekarang kau mengusirku?"


"Hm."

__ADS_1


"Beginikah caramu berterima kasih."


"Lalu kau ingin aku berterima kasih seperti apa? Mengajakmu tidur di ranjangku seperti yang kulakukan pada pria hidung belang di luar sana. Ah, kau juga pria hidung belang, bagaimana, Gavin, ingin tidur denganku?"


__ADS_2