My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Bagaimana Jika Aku Merayunya


__ADS_3

Mereka sampai tepat waktu. Helli melihat Nicky datang menghampiri mereka. Wanita itu pasti akan melayangkan banyak kicauan karena ia pindah secara tiba-tiba.


"Terima kasih," Helli berkata sambil melepaskan sabuk pengaman.


"Untuk?"


"Untuk sarapan dan juga sudah mengantarku. Kau benar-benar berlakon menjadi tunangan yang sangat totalitas. Manis dan penuh perhatian."


Gavin tersenyum simpul, salah tingkah mendengar perkataan Helli yang terdengar seperti pujian.


"Aku mulai beradaptasi dengan peranku agar terlihat natural," ia menggaruk lehernya yang tidak gatal.


Helli mengangguk, "Ya, ini demi konten," ucapnya membenarkan walau hatinya sedikit kecewa mendengar ucapannya sendiri yang menyatakan secara tidak langsung bahwa ini hanya pura-pura.


"Semoga kencanmu berjalan mulus," Helli bergerak, membuka pintu mobil. Pun Gavin ikut turun.


"Ini bukan kencan. Aku hanya akan menemaninya untuk memilih gaun pengantin. Ck! Ini pasti membosankan. Hubungi aku jika Calvin Hugo kembali membuat ulah." Gavin menyingkirkan anak rambut yang menutupi kening Helli. Sentuhan ringan itu memberi sengatan luar biasa bagai sistem saraf Helli. Semoga saja Gavin tidak menyadari reaksi yang ditunjukkan Helli.


Helli mengangguk dengan cepat. "Pergilah."


"Ck! Kau mengusirku?"

__ADS_1


"Memangnya apa lagi yang harus kau lakukan di sini. Kau tidak melihat bahwa Addrian sudah mengawasi kita sejak tadi. Syuting akan segera dimulai." Lebih cepat Gavin pergi, lebih baik untuk kesehatan jantungnya.


Gavin memiringkan tubuh untuk menatap Addrian, pria itu melambaikan tangan sebelum kembali menghadap Helli.


"Berikan ciuman selamat pagi dan sampai jumpa."


Helli memutar bola matanya dengan jengah. Gavin selalu memanfaatkan kesempatan yang ada demi keuntungan dan kesenangannya.


"Selamat pagi, Helli, Gavin," Nicky sudah bergabung dengan mereka.


"Selamat pagi, Nicky." Gavin menjawab sambil memamerkan senyum menawannya yang langsung berhasil membuat Nicky terpesona. Wanita itu langsung tersipu malu, kedua pipinya memancarkan semburat merah.


"Aku harus bekerja." Helli berpamitan.


"Ya, kumpulkan uang yang banyak. Aku akan menghubungimu nanti," Gavin meraih pinggang Helli hingga tubuh mereka menempel satu sama lain. Cup. Satu kecupan ringan di kening tapi berefek luar biasa. Tubuh Helli menadadak kaku.


"Aku pergi," Gavin melepaskan tangannya dari pinggang ramping Helli, kemudian memiringkan kepala untuk memberikan satu kecupan lagi di pipi Helli.


"Wuaahh!!! Aku bahkan tidak percaya jika ini hanya sebuah kesepakatan. Kau dan dia terlihat cocok satu sama lain. Dan apakah ini sungguh pura-pura, Helli?" Nicky menggodanya begitu mobil Gavin sudah meninggalkan lokasi.


"Dia sangat mengagumkan dan juga wangi. Oh Tuhan, kau yang dikecup aku yang bersemangat."

__ADS_1


Wangi? Helli bahkan tidak menyadari hal itu. Benarkah Gavin sangat wangi. Helli mengendus pakaiannya. Benar saja, aroma pria itu tertinggal di sana, menciptakan desiran hangat bagi Helli.


"Dia begitu mengagumkan. Tidak terlihat seperti gelandangan kumuh. Jika prianya seperti tunangan palsumu itu, aku tidak keberatan untuk menjadi mesin uang untuknya, Helli. Setidaknya rupanya yang aduhai bisa memperbaiki keturunan."


Helli melayangkan cubitan gemas pada Nicky. "Ssst... Jangan keras-keras saat mengatakan jika ini hanya pura-pura. Apa kau ingin karir kita hancur."


"Jadi, kau sungguh tinggal bersamanya?"


"Untuk sementara."


"Pasti sangat menyenangkan bisa melihat wajah bangun tidurnya. Bagaimana, Helli, apa dia terlihat seksih saat bangun tidur?"


"Aku belum pernah melihatnya."


"Hm, aku sangat penasaran.. Kau yakin tidak akan jatuh pada pesonanya, Helli?"


"Yang benar saja. Kau jelas tahu seperti apa seleraku, Nicky," ia sengaja berbohong untuk menghindari pertanyaan lebih lanjut. Tentang perasaannya cukup dia yang tahu. Ah, satu lagi, Glend Vasquez. Tapi pria setengah baya itu bukan ancaman. Seorang Glend Vasquez tidak akan mengghibah dengan membeberkan fakta tentang cinta dalam diamnya.


"Apa kau keberatan jika aku merayunya?"


Helli tergelak, "Ya ampun, Nicky, aku harus berkata apa. Dia memiliki wanita pujaan. Tapi jika kau ingin berjuang, silakan."

__ADS_1


__ADS_2