My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Kesepakatan


__ADS_3

Lima menit berlalu, Helli dan Gavin masih saja sama-sama bungkam. Keduanya duduk berseberangan dengan tatapan yang saling bertaut. Sumpah demi apa pun, Helli masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Tunangan? Kini ia benar-benar memiliki seorang tunangan palsu. Pertanyaannya, kenapa Gavin mengikrarkan hal ini di depan media saat Helli sendiri sudah memutuskan untuk mengaku kebohongan yang tercetus begitu saja. Apa sebenarnya yang ada di dalam pikiran si montir tampan itu setelah dengan tegas mengatakan agar Helli menyelesaikan kekacauan ini.


Helli menarik napas panjang, mengembuskannya secara perlahan. Dia lah orang pertama yang memutuskan tatapan mereka. "Kurasa kita perlu berbicara."


"Untuk itulah kita di sini," Gavin dengan jawaban enteng yang menyebalkan.


Jika Gavin menunjukkan sikap tenang dan santai, tidak ada alasan bagi Helli untuk khawatir dan panik. Montir di hadapannya itu tidak boleh mengintimidasinya.


"Jadi, kenapa kau mempertegas kebohongan ini disaat aku ingin meluruskannya. Seingatku, aku mengatakan tidak ingin menjadi tunangan totalitas bagimu." Helli melipat kakinya ke kaki lainnya. Dagunya sedikit diangkat, menunjukkan bahwa ia bukan pribadi yang mudah ditindas, walau untuk beberapa menit sebelumnya ia benar-benar diserang rasa panik saat semua mikrofon para jurnalis terarah kepadanya.


"Kau membutuhkan kebohongan ini," singkat, jawaban yang tidak menjelaskan apa yang dibutuhkan Helli saat ini.


"Bisakah kau bicara lebih jelas?" Helli mulai kesal. Selain tercipta dengan pesona yang membuat para wanita tersesat, Helli bertanya-tanya apa para wanita di luar sana juga tahu bahwa Gavin pria yang sangat menyebalkan. Kenapa pria itu irit sekali berbicara. Hei, seingatnya berbicara tidaklah berbayar. Di mana Gavin yang beberapa saat lalu mampu melontarkan kalimat kebohongan yang sangat panjang di depan awak media. Dan ciuman liar itu... Hei, Helli bukan saatnya untuk mengingat hal itu.


Tapi aku masih bisa merasakan bibirnya di bibirku. Oke, dia sangat ahli dalam hal itu. Tanpa sadar, Helli menyapu bibirnya dengan menggunakan lidah. Rasa mint itu jelas masih tersisa di sana.

__ADS_1


"Manfaatkan pertunangan ini untuk peranmu di dalam set. Dari yang aku dengar, kau sangat menginginkan peran ini untuk menunjung karirmu yang sudah redup untuk bangkit kembali lagi."


"Aku tidak terlalu menginginkan peran ini. Akting bukanlah keahlianku. Tapi sialnya, hanya film ini yang bersedia memberiku kontrak kerja sebagai debut." Helli membuang napas dengan kasar, "Lantas apa imbalan yang kau inginkan? Kutahu ini buka cuma-cuma tapi aku perlu menegaskan jika aku menolak untuk pertunangan yang kau sebut dengan totalitas. Ini hanya sandiwara, palsu, kebohongan. entah apa lah namanya."


"Sama sepertimu, aku juga akan memanfaatkanmu."


"Tidak untuk urusan ranjang!"


"Oke."


"Hah?"


"Kau setuju? Tidak ada hubungan ranjang?"


"Aku tidak menyentuh wanita tanpa persetujuan."

__ADS_1


Helli tampak ragu. Baginya, apapun yang diucapkan Gavin kurang meyakinkan. Aura cassanova pria itu sangat terpancar jelas. Aura bahaya yang ahli dalam memangsa wanita. Helli merasakan itu. Merasakan betapa bahayanya seorang Gavin saat merasakan sentuhan pria itu.


"Baiklah, kita hanya akan berpura-pura bertunangan sampai film ini selesai. Kita tidak perlu sering bertemu, hanya sesekali foto kita yang akan muncul dan tampak bahagia. Dan bagaimana cara mengakhirinya nanti, aku tidak keberatan sebagai wanita yang dicampakkan."


Gavin mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Helli. Gavin berdiri dari tempatnya, ia mendekat ke arah Helli, berdiri di hadapan wanita itu. Pun ia mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. Cincin yang sempat ia sematkan di jemari Helli satu hari yang lalu.


"Kenakan ini selama kita menjadi partner."


"Oke. Aku suka desainnya walau aku tahu ini imitasi."


Gavin tidak menanggapi. Pria itu melihat jam yang melingkar di tangannya yang Helli yakini juga sebagai barang tiruan.


"Kau harus melakukan tugas pertamamu sebagai tunangan, Helli Lepisto." Gavin menarik tangan Helli agar segera berdiri dari tempatnya. Ia menggenggam tangan gadis itu dengan erat. Keluar dari ruangan Adrian yang mereka pakai sebagai tempat diskusi.


"Kapan syutingmu dimulai?"

__ADS_1


"Begitu Adrian menemukan sutradara. Kemana kita akan pergi?"


"Bandara."


__ADS_2