
Bab 66 Direvisi, Genk?!
Happy Reading 🥂
.
.
.
"Tapi tetap saja.. Auuchh!! Gavinn!!!"
Gavin menarik persneling, melajukan mobil dengan tiba-tiba membuat Helli tersentak ke depan karena gadis itu belum dalam posisi siap.
"Seingatku, aku mengatakan agar kau tidak melirik pria itu," mereka sudah keluar dari area restoran.
Meski sudah menahan diri untuk tidak membahas apa pun tentang makan siang itu tidak berjalan seperti yang diharapkannya, nyatanya ia tidak bisa dengan mengabaikannya begitu saja. Helli harus diberi peringatan.
Sesama teman harus saling memberi peringatan. Gavin kembali berdalih pemirsah!
Sepertinya sulit baginya menerima konsep acara makan siang yang tidak sesuai dengan yang ia bayangkan melalui arahan tunangannya yang penggoda. Alih-alih ingin membuat Mona cemburu, justru dia yang kelabakan melihat Helli digandrungi banyak pria. Ya, Helli memang secantik itu.
"Pria itu?" Helli mengerutkan hidungnya. "Tepatnya pria mana yang kau sebut?"
Selain cantik, tunangan licikku ini juga ahli membuat suasana hati panas. Good!!
"Jadi berapa pria yang kau pandangi selama kita di resto. Tentunya aku tidak termasuk dalam daftar pria yang cukup menarik perhatianmu selama di sana."
__ADS_1
Gavin melempar balik pertanyaan gadis itu. Ia tidak menyadari jika Helli memang memperhatikan pria lain selain Rusell. Double shiittt!
"Sayang sekali aku tidak menghitungnya."
Jawaban santai Helli langsung mendapat lirikan mata membunuh dari Gavin yang diartikan Helli sebagai reaksi dari Gavin bahwa pria itu tidak percaya dengan jawabannya.
Astaga, Gavin, sia-sia kau menunjukkan reaksi menggelikan seperti itu. Helli tidak faham sama sekali.
"Oke. Oke." Helli mengangkat kedua tangannya seolah memberi tanda menyerah. "Aku akan mencoba menghitung."
"Pertama," Helli mengacungkan jari telunjuknya.
Tingkahnya itu sedikit meredakan kekesalan yang bercokol di hati Gavin. Pria itu menggigit pipi dalamnya demi menahan senyumannya agar tidar keluar.
"Saat kita melangkah masuk ke resto, perhatianku langsung berpusat pada pria berkemeja kotak-kotak yang duduk tepat di sebelah kiri pintu masuk..."
"Ah," Helli bertepuk tangan dengan spontan. "Ya, itu maksudku. Kau juga memperhatikannya."
"Pria itu mencolok, dia mengeluarkan air liur begitu kita masuk."
"Nah, aku sepaket denganmu. Dia sedikit agak mencolok. Aku kasihan padanya."
"Kasihan?" Gavin mengerutkan kening.
"Hmm, tidakkah ada dokter yang bisa menyembuhkannya penyakitnya agar air liurnya berhenti mengalir. Ngidam apa ibunya saat mengandungnya? Itu biasanya terjadi karena ngidam ibunya tidak terpenuhi. Kelak, kau jadilah suami yang baik."
"Akan kuingat itu," Gavin menanggapi dengan cepat.
__ADS_1
Perbincangan mereka mulai melantur. Air liur si pitak mengalir deras karena melihat Helli. Itulah yang diyakini Gavin dan pria itu berani bertaruh jika pemikirannya itu valid 100 persen. Tapi Helli justru merusak pemikirannya tersebut dengan mengaitkannya ke medis dan juga ngidam segala. Omong kosong!
Jika biasanya teman kencan Gavin berbicara ngelantur, detik itu juga Gavin akan memberikan nilai minus dan otak predatornya akan bekerja secara maksimal memikirkan cara untuk menyelamatkan diri dari wanita seperti itu. Seperti apa Gavin menyebutnya. Polos dan bodoh.
Tapi sejauh ini belum ada yang melakukannya senatural yang dilakukan Helli dan lagi, tingkah gadis itu berhasil memancingnya untuk tertawa.
"Aku yakin kau memang akan menjadi suami yang baik," Helli menepuk lengan Gavin dengan lembut dan sentuhan ringan itu memberi reaksi hangat di hati Gavin. Tapi pria itu segera menangkis rasa itu.
"Dan pria kedua yang kuperhatikan..." Kalimat Helli menggantung saat Gavin mengangkat sebelah tangannya.
"Abaikan pria asing. Yang kumaksud kenapa kau melirik Rusell."
"Aku tidak melirik. Aku menatap langsung," aku Helli dengan jujur.
Mendengar jawaban Helli mendapat dengusan kesal dari Gavin. Ya, ia salah dalam memberi pertanyaan, bukan salah Helli memberi jawaban lurus dan jujur.
"Dia sepertinya tertarik padamu." Gavin menggigit lidahnya. Kenapa ia harus mengatakan ini!
Bodoh! Jangan-jangan Helli juga tertarik dengannya. Kebiasaanku sekarang adalah membatin, ribut dengan hati dan pikiranku. Ini konyol!
"Aku justru terkejut jika dia tidak tertarik padaku."
Ciitttt!
Gavin menginjak rem secara mendadak.
"Gaviiinnnn!!! Apa yang kau lakukan? Apa kau memang berniat untuk merusak mobil ini, hah?"
__ADS_1
"Jadi maksudmu, kau sengaja merayunya agar dia tertarik padamu?"