My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Jangan Pernah Tinggalkan Aku


__ADS_3

"Selamat pagi dan apa kabar Grace, sekretarisku yang luar biasa menyenangkan dan berharga."


Grace menarik napas panjang sebelum mengangkat kepalanya untuk menyambut bosnya yang juga merupakan pria yang ia kagumi sejak dulu.


Dua bulan berlalu, misi MEREBUT PERHATIAN OSCAR SELAMA 30 HARI DINYATAKAN GAGAL.


Grace membutuhkan penambahan waktu. Kegagalannya tidak membuatnya menyerah. Kini ia mengganti misinya dengan judul baru: MEMIKAT HATI SANG BOSS TANPA TENGGAT WAKTU!


Entah Grace yang kurang lihai atau Oscar yang memang enggan menoleh kepadanya, sehingga hubungan mereka layaknya orang sedang olah raga di treadmill. Berlari tapi tetap di tempat.


Grace tidak memungkiri sejak kejadian di atap gedung, hubungan mereka layaknya teman dekat. Tapi Grace tidak membutuhkan hubungan yang hanya sekedar teman. Ia ingin menjadi kekasih Oscar. Wanita spesial pria itu. Hanya ada dia, bukan salah satunya. Grace harus berusaha lebih keras lagi.


Hanya sekedar membawa masakan ibunya dan menjadi pendengar yang baik untuk Oscar ternyata tidak cukup meluluhkan hati pria itu. Hampir-hampir ia menyerah, namun di detik selanjutnya ia menemukan dirinya semakin bersemangat untuk meluluhkan hati Oscar.


Oscar baik, ramah dan perhatian, semua kebaikan itu juga Oscar berikan kepada gadis-gadis yang sedang pria itu kencani. Satu bulan bersama Oscar, Grace sudah menyaksikan empat wanita yang berbeda yang berkencan dengan Oscar. Grace hanya bisa gigit jari saat Oscar memintanya mengatur ulang jadwal pertemuannya hanya karena Oscar butuh hiburan dari salah satu teman kencannya.


Ingin rasanya Grace menjambak para gadis yang bergelayut manja di lengan Oscar saat melewati mejanya.


Selain gigit jari, hal lain yang bisa ia lakukan adalah menatap penuh iri pada si gadis. Bukan hanya iri karena Oscar memilih mereka tapi iri dan sangat iri pada bentuk tubuh yang menurut Grace super wow!


"Mangabaikan sapaanku, Grace-ku yang manis?"

__ADS_1


Grace menghembuskan napasnya hingga membuat poninya terangkat. Nada suara Oscar pagi ini terdengar sangat santai dan bersemangat. Grace sangat tahu arti di balik nada tersebut. Astaga! Seperhatian itu dia kepada pria idamannya itu. Dari suara Oscar, Grace mengetahui jika pria itu melewatkan malam yang menyenangkan bersama kekasih terbarunya.


Suara pria itu diwarnai kepuasan maskulin, tanda jelas dari kepuasan sensual. Grace banyak banyak belajar dari dari suaranya si mesum Gavin. Memperhatikan tindak tanduk saudaranya dan Helli membuatnya mengerti saat keduanya melewatkan malam yang manis. Hal itu ternyata berlaku pada Oscar. Gurauan Oscar saat menyebut namanya seolah menegaskan bahwa dia bukan tipe wanita yang akan Oscar ajak berkencan dan bersenang-senang.


Saat-saat seperti ini, ia akan mengingat kata-kata Damian beberapa bulan lalu yang mengatakan pria lajang belum tentu bersegel. Yeah, ia akhirnya mengerti kesucian pria tidak bisa dibuktikan seperti kesucian wanita.


Kenyataan bahwa Oscar adalah pria penakluk wanita tidak mengurangi minat Grace untuk mendapatkan Oscar. Ia bahkan memiliki misi yang sangat mulia. Mengembalikan Oscar ke jalan yang benar.


Andai saja asetku cukup besar untuk memenuhi dan memadati bra ukuran D, Oscar mungkin akan melirikku. Pikir Grace dengan jengkel.


Sambil menahan gertakan giginya, perlahan Grace mengangkat kepala dari layar laptopnya sambil menyunggingkan senyum tipis pada serigala seksiih yang membuatnya buta.


Oh ya, kabar baiknya, selama dua bulan menjadi sekretaris Oscar, Grace benar-benar melakukannya dengan baik. Grace belajar dari ayah dan juga saudaranya, seperti apa sekretaris yang baik. Terlahir sebagai Vasquez, memberikan keuntungan padanya. Jiwa bisnisnya berkembang dengan pesat. Grace juga membawa keuntungan bagi Oscar. Pria itu memenangkan beberapa tender besar berkat presentasi Grace yang luar biasa di depan para klien. Kegesitannya mengharumkan nama Oscar dan meminimkan pertengkaran antara Oscar dan ayahnya. Pagi itu, pertama dan terakhir kalinya Grace menyaksikan keduanya bertengkar.


Oscar tertawa, mata birunya bersinar jail. "Ya ampun, Grace, aku tidak bisa membayangkan apa jadinya aku tanpamu. Kau selalu mengerti dan bisa menebak dengan apa yang terjadi padaku. Ck! Sepertinya aku harus berterima kasih kepada Jimmy untuk hal itu. Kau hal terbaik yang diberikannya kepadaku." Oscar menyentil hidung Grace dengan lembut.


Sentuhan ringan itu bisa menciptakan api di tubuh Grace. Ia merasa terbakar. Dan Oscar tidak menyadari tindakannya itu memberi efek luar biasa bagi Grace.


Kekesalan menjalari ke tulang belakangnya dan melonggarkan kendali lidahnya. "Sepertinya teman kencanmu semalam memberimu kepuasan yang tiada tara."


"Wow! Grace-ku yang manis sepertinya sedang menyerangku."

__ADS_1


"Menyerangmu? Benarkah? Aku tidak menyadarinya. Bagaimana bisa kata-kataku bisa dianggap sebagai serangan." Grace mengambil arsip yang sudah ia siapkan tadi dan memberikannya kepada Oscar.


"Kesenangan baruku di kantor, bukan lagi bercinta dengan sekretarisku di atas meja kerjaku. Tapi mendengar serangan dan komentar-komentarmu yang sengit. Ini jauh lebih menyenangkan. Oh, Grace, kau sangat berharga. Bakat yang benar-benar tidak ternilai."


"Kuharap aku mendapatkan kenaikan gaji untuk bulan depan."


"Astaga!" Oscar menepuk jidatnya dengan gaya yang berlebihan. "Kau menyerangku lagi."


"Kenaikan gaji kurasa masuk akal. Kuharap aku mendapatkannya. Dan silakan kau periksa arsip-arsip itu sebelum kita membahas email yang masuk yang menawarkan kerja sama. Aku sudah menyampaikan apa yang harus kau tahu di pagi hari yang cerah ini. Apakah ada hal lain yang kau butuhkan dari sekretarsimu yang berharga ini, Sir?" yang Grace butuhkan saat ini agar Oscar masuk ke dalam ruangannya, meninggalkan Grace untuk meredamkan rasa frustasi yang dibangkitkan pria sialan yang sangat tampan itu.


Oscar menggoyang-goyangkan jari telunjuk dengan gerakan menggurui. "Sejak kapan kau menjadi mata duitan, Misa Vasquez?"


Grace mengangkat bahu dengan gerakan tidak acuh, "Sejak aku menyadari bahwa wanita harus bisa menjaga diri sendiri mulai sekarang. Aku tidak percaya dengan yang namanya tiket makan gratis." Itu merupakan komentar yang terselubung yang ditujukan Grace pada wanita-wanita yang dikencani Oscar yang menggunakan penampilan fisik mereka untuk mengeruk harta Oscar.


"Oh Tuhan, Oh Tuhan, apakah Vasquez mulai bangkrut? Aku belum melihat berita pagi ini. Sekretarisku yang bijaksana meminta kenaikan gaji."


"Vasquez baik-baik saja dan semakin berkembang. Terima kasih atas perhatianmu yang berharga."


"Oh! Wajahmu yang cemberut merupakan asupan luar biasa untuk memeriksa arsip-arsip sialan ini. Omong-omong, bekal apa yang kau bawa pagi ini, mentariku?"


"Sudah disiapkan di mejamu. Pergilah sekarang jika kau tidak ingin makanannya dingin. Kau butuh banyak tenaga dan asupan untuk meladeni selir-selirmu yang manja."

__ADS_1


Tawa Oscar kembali lepas, "Kau memang yang terbaik, Grace. Jangan pernah tinggalkan aku."


__ADS_2