My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Calvin Dipecat


__ADS_3

"Gavin!!!"


Gavin yang sedang menyeduh kopi sambil merangkai kata untuk menyapa Helli dibuat terkejut mendengar lengkingan suara gadis yang ia tunggu kemunculan sejak satu jam lalu.


Mengabaikan cipratan kopi panas di tangannya, ia menoleh ke belakang. Seketika ia tersedak. Pemandangan yang sangat indah. Helli mengenakan kemeja big size berwarna putih polos. Rambut panjangnya tergerai dan sedikit berantakan yang justru menambah kesan mengagumkan. Bahaya! Kemeja kebesaran, rambut asal-asalan dan kaki polos tanpa alas kaki adalah perpaduan yang sempurna untuk membuat pikiran liar para laki-laki brengsek sepertinya berkelana.


Apakah itu salah satu kemeja teman prianya yang mungkin tertinggal saat mereka menghabiskan waktu bersama?


Sempat-sempatnya Gavin memikirkan hal itu. Dan pertanyaan itu lah penyelamatnya. Fantasinya dalam sekejap buyar, menguap begitu saja.


Aku harus menahan diri untuk tidak mempertanyakan asal kemeja itu jika tidak ingin memulai pagi ini dengan pertengkaran. Gavin mengingatkan dirinya sendiri. Pun ia melipat bibirnya ke dalam.


Gavin tetap bergeming di tempatnya. Menunggu Helli menghampirinya. Gadis itu menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Gavin khawatir jika Helli akan terjatuh, tapi untuk memberikan peringatan kepada wanita itu, mulutnya seakan terkunci karena terpesona.


Rambut panjang Helli tergerai, berkilau diterpa sinar matahari. Gavin penasaran apakah Helli mengenakan hot pant di balik kemeja yang hanya mampu menutupi setengah pahanya atau Helli hanya mengenakan dalaman. Ah, jangan lupakan kaki jenjang tanpa alas yang berlari tanpa mengeluarkan suara.

__ADS_1


Sejak kapan kutek merah itu berubah pink?


Terakhir kali Gavin melihat jika kuku itu berwarna merah. Atau dia yang salah mengingat. Astaga, apa pedulinya dengan pewarna kuku?!


"Gavin, bahaya!"


Napas Helli tersenggal-senggal begitu berdiri di hadapan Gavin. Matanya yang semula fokus menatap wajah Helli, kini menatap nakal pada dadaa Helli yang naik turun.


Ck! Hormonnya berulah. Ayolah ini masih pagi. Rangsangan dan pancingan sedikit saja bisa membuat para pria hilang akal. Ini hanya pembelaan konyol yang tidak masuk akal!


"Ada apa?" Tanpa bisa ia hentikan, tangannya terulur menyingkirkan anak rambut di pipi gadis itu. "Apakah gunung Etna meletus. Jarak kita cukup jauh dari sana."


Sia-sia ia memikirkan cara untuk menyapa Helli. Gadis itu turun dan mengagetkannya seolah tidak tidak terjadi apa-apa diantara mereka.


"Addrian memecat Calvin!" Helli mengumumkan dengan mimik serius dan penuh kewaspadaan.

__ADS_1


"Well, itu berita bagus," ia menanggapi dengan malas. Sepertinya pembahasan kemarin sore akan terus berlanjut.


Helli menggeleng panik, "Dia akan mengamuk."


"Lalu apa aku peduli?"


"Aku peduli!" hardik Helli, suaranya melengking tanpa ia sadari. Gavin sampai dibuat terkejut.


"Maafkan aku," Helli memijat keningnya. Tidak seharusnya ia meluapkan kemarahannya kepada Gavin. Kemarin sore, ia memang benar-benar takut saat Calvin memperagakan salah satu adegan. Hanya Helli yang tahu jika apa yang dilakukan Calvin di balik adegan itu memiliki maksud terselubung.


Helli berusaha tenang, jangan sampai Gavin bertanya tentang hubungan Calvin dengannya lagi. Karena jika hal itu terjadi, Helli tidak akan bisa menahan diri lagi. Ia akan meluapkan semua yang ia rasakan. Dan jika hal itu terjadi, Helli akan menggantungkan semuanya pada Gavin. Memaksa pria itu hanya menoleh kepadanya, dan mungkin Helli akan menjadi wanita paling hina yang akan dengan rela menjebak Gavin agar menjadi miliknya sepenuhnya. Selamanya Helli akan hidup menjadi wanita paling menyedihkan. Melakukan hal curang dan kotor agar seseorang bertahan di sisinya. Menyedihkan sekali.


Helli segera menggelengkan kepala. Ia tidak mungkin melakukan hal itu. Ucapan Glend Vasquez tentang takdir yang indah kembali terngiang di benaknya.


"Apa ada sarapan?" Helli menarik kursi, duduk dengan tenang. Kepanikan sudah tidak terlihat lagi di wajahnya. Pengendalian diri yang sangat bagus. Ia hanya berharap semoga Gavin tidak menyadari perubahan topik pembicaraan.

__ADS_1


__ADS_2