
"Gavin!"
Sebelum Gavin sempat bereaksi, ia sudah diterjang dada yang begitu lembut dan aroma parfum yang sangat mencekik. Beberapa kepala menoleh ke arah mereka, termasuk Helli yang menatapnya dengan seringai aneh, seolah Gavin merupakan spesies parasit yang harus dihindari.
"Kau dari mana saja, aku sudah mencarimu ke mana-mana."
"Aku dari mana?" ia melepaskan diri dari pelukan wanita itu. "Tentu saja menghindarimu, Grisella."
"Namaku Violet!" Wanita itu memanyunkan bibirnya dengan cara yang menurut Gavin sangat menggelikan.
"Ah! Aku melupakannya lagi." Sontak saja jawaban entengnya itu mendapat pukulan dari wanita hamil yang berdiri di sebelahnya. "Red lebih menantang, Lucy," bisiknya di telinga Lucia.
"Kau pria yang sangat nakal." Violet tertawa genit, membuat Gavin mengerutkan dahinya.
"Beberapa wanita juga mengatakan hal serupa."
"Aku merindukanmu. Bagaimana jika malam ini kau bermalam di apartemenku."
Gavin meringis, ia menoleh dan menemukan tatapan memicing daru Lucia. Hais, wanita berwarna itu merusak imejnya di hadapan ibu angkatnya. Ayolah, di luar Gavin mungkin seorang brengseek. Tapi di mata para wanita yang ia sayangi, ia bahkan lebih putih dari salju yang turun di hari natal.
"Hm, Gracia-"
__ADS_1
"Violet!"
"Ya, maksudku itu, aku-,"
"Bagaimana jika kita pergi menyelinap. Meninggalkan pernikahan ini."
"Aku sangat menyukai pernikahan dan aku juga sangat menyayangi sepupuku, Stacy." jawab Gavin segera. "Aku tidak mungkin pergi meninggalkannya sampai acara ini selesai."
"Kau sangat menyukai pernikahan, sungguh?"
"Pernikahan selalu membuatku menangis," jawabnya asal. "Memikirkan dua orang berjanji untuk saling mencintai selamanya membuatku menangis sesegukan seperti bayi," Gavin mulai hiperbola. Ia ingin wanita di hadapannya ini pergi dengan segera. Dan pertanyaannya, kenapa si ungu lembayung ini ada di sini. Artinya ayahnya adalah orang yang cukup berkuasa, bukan?
"Buruk?" Gavin memasang ekspresi terluka yang dibuat-buat. "Aku seperti orang suci jika dibandingkan dengan beberapa orang lain." Dalam hati Gavin berdoa semoga Si lembayung itu tidak meminta nama orang yang lebih buruk darinya, karena ia tahu ia akan mengalami kesulitan.
"Kau pria yang cukup lembut." Puji wanita itu dengan tatapan memuja yang masih saja dilayangkan Violet secara terang-terangan. Violet tiba-tiba mencondongkan tubuhnya. Tanpa sengaja, tatapan Gavin kembali bertemu dengan Helli yang terlihat sedikit panik. Gavin mengerutkan dahinya melihat gerak gerik tubuh wanita itu. "Apakah aku akan bertemu denganmu malam ini setelah pernikahan?" bisik wanita itu di telinga Gavin.
Gavin mendorong wanita itu dengan lembut agar Violet tidak tersinggung, "Maafkan aku, apa kau tidak melihat wanita cantik di sampingku ini," Gavin mengusap perut Lucia dengan lembut.
Violet mengernyit bingung, sejak kapan ada wanita di sana. Sungguh ia tidak menyadarinya. Yang terlihat oleh matanya hanyalah sosok Gavin yang memukau meski tidak mengenakan jas.
Tatapan Violet turun ke perut Lucy. Maniknya seketika membeliak. "Hamil?"
__ADS_1
"Ya, Hamil tujuh bulan."
Plak!
Satu tamparan mendarat di wajah Gavin. Pria itu tidak terkejut dan ekspresinya masih saja tenang. Justru Lucia lah yang terkejut dan hendak melayangkan protes tapi Gavin menahannya. Untung saja tamparan yang ia dapatkan tidak cukup keras hingga tidak menarik perhatian orang lain.
Keuntungan ia sangat enggan disorot media, sehingga hanya segelintir orang yang tahu bahwa ia adalah putra dari Glend Vasquez. Ia cukup disegani di dunia bisnis meski tanpa nama Vasquez di belakang namanya.
"Dia hanya tidak tahu definisi dari percintaan semalam adalah berlangsung satu malam, Lucy. Ayo, kuantar kau pada suamimu."
"Kudengar dari ayahmu, kau bahkan berkencan dengannya selama satu bulan."
"Sejak kapan pria tua itu menjadi biang gosip. Lupakan tentang wanita itu, aku sudah mengakhirinya beberapa hari lalu. Ayolah, aku terlalu sempurna hingga butuh waktu baginya untuk menerima kenyataan bahwa aku sudah membuangnya."
Satu cubitan mendarat di lengannya, "Entah kapan kau bisa dewasa."
"Mungkin jika air laut tidak mengandung garam lagi. Ouh, aku suka melihat perutmu yang membuncit."
"Menikahlah! Dengan begitu kau juga bisa membuat perut istrimu membuncit..."
"Stop, Lucia! Jangan menyebut pernikahan. Kulitku bisa mengalami ruam. Ayolah, aku masih terlalu mudah untuk menikah."
__ADS_1