My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Jemputan


__ADS_3

Sejak jam tujuh pagi, Gavin sudah berada di halaman apartemen Helli. Dan sekarang sudah jam 7.30, Helli belum menunjukkan batang hidungnya sama sekali. Jika berdasarkan informasi yang diberikan Adrian, proses syuting dimulai jam 10 pagi, perjalanan menuju ke lokasi hampir memakan waktu 90 menit. Apakah Helli sudah berangkat atau tidak? Sebenarnya ia tidak tahu. Panggilannya diabaikan wanita itu, pun dengan pesan yang ia kirim. Tidak dibaca sama sekali.


Akhirnya, penantiannya selama 30 menit membuahkan hasil. Helli tampak dari kejauhan, sedang mempelajari naskahnya. Kaca mata bertengger di hidungnya. Rambut blondenya di cepol asal. Tidak ada polesan make up sama sekali. Bahu kiri kanannya masing-masing memiliki satu beban tas. Di sana ada Nicky yang terus saja berceloteh, entah Helli mendengarnya atau tidak, karena yang Gavin lihat, gadis itu fokus pada lembaran kertas di dalam genggamannya. Selain Nicky, ada tiga orang lain yang ikut serta. Siapa mereka? Tentu saja Gavin tidak tahu siapa mereka.


"Please," Akhirnya Helli mengangkat kepala begitu berdiri di depan sebuah mobil yang akan menampung mereka berlima. Ia meminta tolong kepada salah satu wanita untuk membuka pintu.


Gavin menekan klakson sebelum Helli masuk ke dalam mobil. Berhasil, gadis itu terlonjak kaget, membuat lembaran naskah yang ada di dalam genggamannya jatuh. Helli menoleh ke sumber suara bertepatan dengan Gavin yang keluar dari mobilnya. Mobil Ferrari yang ia sebut sebagai salah satu mobil pelanggannya dan lucunya, Helli percaya begitu saja.


Pekerjaanmu sedikit menguntungkanmu. Kau bisa bergaya dengan mobil mahal milik pelangganmu. Itulah yang dikatakan Helli saat wanita itu mempertanyakan kepemilikan mobil tersebut.


Gavin menerbitkan seutas senyum seraya melambaikan tangan. Ia berjalan perlahan mendekati Helli dan rombongannya. Decakan kagum terdengar dari mulut mereka, kecuali Helli tentunya. Sepertinya Helli memang anti pria melarat. Tidak sekalipun Gavin melihat Helli menatapnya penuh pemujaan, bahkan dalam kondisi sedang berpura-pura sekali pun.

__ADS_1


"Selamat pagi, angelo mia," Gavin menatap Hellli dengan tatapan teduh dan penuh kekaguman, layaknya seorang pria yang tergila-gila kepada wanitanya.


"Apa yang kau lakukan di sini?"


Gavin menggaruk hidungnya mendengar pertanyaan Helli yang sepertinya tidak mengharapkan kehadirannya. Bukankah sebelum acara sakit perut itu terjadi, mereka sudah sepakat bahwa Gavin yang akan mengantarnya ke lokasi syuting. Helli lupa atau wanita itu sedang menunjukkan kekesalannya?


"Kau tidak menjawab panggilanku, tidak membalas pesanku juga?"


Gavin berdecak, panggilannya tidak pernah diabaikan seorang wanita sebelumnya.


"Bagaimana kondisimu?" Gavin menurunkan tatapannya ke perut rata gadis yang di hadapannya itu.

__ADS_1


"Sudah lebih baik. Aku harus pergi."


"Ya, kau harus pergi dan aku yang akan mengantarmu."


"Tidak, tidak, aku bersama Nicky dan yang lain. Meski waktumu sangat senggang, tapi aku tidak ingin merepotkanmu."


"Apa dia sudah sarapan, Nicky?" Gavin mengalihkan tatapannya kepada kelompok wanita itu. Menatap keempatnya satu persatu. Sebenarnya ia tidak terlalu yakin dimana dari keempat wanita itu yang bernama Nicky.


"Hah? Sarapan?" Nicky tidak menyangka jika Gavin akan mengajaknya berbicara dan bahkan menyebut namanya dengan cara yang menurut Nicky sangat seksih. "Apa kau sudah sarapan?" Nicky berbisik di telinga Helli.


"Aku sudah memakan satu buah apel."

__ADS_1


"Bagus, aku membawa sarapan untukmu. Sarapan yang mengandung karbo tentunya. Berikan barang-barangmu kepada mereka," Gavin menarik dua tas dari pundak Helli dan pria itu meringis. "Apa isinya ini? Kenapa berat sekali."


__ADS_2