My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Meragu


__ADS_3

"Gavin," Mona menghentikan langkah mereka saat sudah berada di ambang pintu masuk menuju butik yang akan membuat gaun pengantin untuknya.


"Hmm?" Gavin pun ikut menghentikan langkahnya. Memutar tubuhnya agar bisa menatap Mona dengan seksama. "Kenapa berhenti?"


Mona terlihat meragu, selama beberapa hari ini, ia memikirkan tentang pernikahannya dengan Rusel. Banyak daftar kegiatan yang sudah ia dan Rusel rencanakan. Kemana mereka akan bulan madu dan berapa anak yang akan mereka produksi. Dulu, memikirkan hal itu membuatnya selalu menggebu-gebu. Namun, sekarang antusiasnya tentang hal itu sudah tidak membara lagi. Semuanya tidak terasa indah lagi. Akhir-akhir ini, ia dan Rusel juga jarang berkomunikasi.


Setelah acara makan siang yang berantakan kemarin, jika Gavin dan Helli pergi menonton pertandingan Grace, Mona dan Rusel justru bertengkar.


Rusel mempertanyakan hati Mona yang selalu membahas tentang Gavin di tengah hubungan mereka. Di setiap pembicaraan mereka, selalu ada nama Gavin yang terselip.


Mona terkejut atas protes yang dilayangkan Rusel. Bukankah sebelumnya, Mona sudah menjelaskan siapa Gavin. Pria itu hanya seorang sahabat baginya. Rusel di awal juga tidak keberatan sama sekali. Lantas, kenapa sekarang hal itu menjadi masalah.


Bukan kemarahan dan kecemburuan Rusel yang mengusik pikirannya. Tapi, seperti yang dikatakan Rusel, ia perlu mempertanyakan hatinya. Ia mulai melakukan apa yang dikatakan tunangannya. Membayangkan dirinya tanpa Rusel dan membandingkan dirinya tanpa Gavin.

__ADS_1


Ia terkejut menemukan dirinya yang lebih takut membayangkan hidup tanpa Gavin di sisinya. Ya, sejak dulu ia selalu mengagumi Gavin. Keduanya bagi kancing dan baju, bagai amplop dan uang. Melihat Gavin bersenang-senang dengan wanita selalu membuatnya takut, apakah Gavin akan meninggalkannya? Mona merasa bahwa perasaannya mulai tidak beres, ia tidak ingin memupuknya lebih lama lagi karena khawatir bisa merusak pertemanan mereka hingga ia memutuskan untuk pergi meninggalkan Gavin ke Australia. Di sanalah ia bertemu dengan Rusel. Sosok pria hangat dan pengertian seperti Gavin dalam versi jinak. Tidak liar seperti Gavin yang selalu dikelilingi wanita-wanita cantik yang berbeda.


Perasaan Mona semakin tidak menentu setelah insiden ciuman yang ia lakukan dengan Gavin. Apakah arti dari ciuman itu? Apakah karena Gavin terbawa suasana karena sejujurnya, Mona sangat melambung saat Gavin menciumnya. Perasaannya menggebu-gebu tidak menentu. Belum pernah seperti itu sebelumnya saat Rusel melakukannya dengan dirinya.


Sekarang apa yang harus ia lakukan? Sungguh Mona sangat bingung. Jika ia membatalkan pernikahan ini, apa yang akan ia katakan kepada keluarganya dan bagaimana keluarganya mengatasi hal ini nanti kepada keluarga Rusel. Lalu, bagaimana dengan Rusel sendiri?


"Hei, apa yang sedang kau lamunkan?" suara Gavin membuatnya tersentak. "Kau baik-baik saja?" Gavin mengusap lengannya dengan lembut, menatapnya dengan kekhawatiran yang nyata.


Ah, Mona tidak ingin kehilangan perhatian dan kehangatan pria itu. Tapi, Gavin memiliki seorang tunangan. Pernyataan itu seakan menghantam Mona. Dari awal Gavin memang bukan miliknya.


"Kenapa?" Tanya Gavin begitu mereka sampai di dalam mobil.


"Entahlah. Aku merasa ragu. Hatiku mengatakan bukan ini yang kuinginkan." Ucap Mona melirih seraya menatap Gavin dengan sayu. Perasaanya kini kian jelas, ia hanya menginginkan Gavin. Tapi akankah Gavin menginginkannya? Itulah yang menjadi pertanyaannya?

__ADS_1


"Meragu?" Gavin menukik alisnya.


Apakah ini pertanda bahwa taruhan akan dimenangkan oleh Helli. Haruskah ia bahagia atau bagaimana? Jalan untuk mendapatkan Mona semakin terbuka lebar.


"Apa yang membuatmu meragu?" Gavin menarik tangan Mona, memberi pijatan lembut di sana. "Bukankah kau mengatakan bahwa kau mencintai tunanganmu itu?"


"Ya, aku merasa juga demikian."


Gavin memperhatikan mimik wajah Mona dengan seksama. Ada gurat kepanikan dan kegugupan di sana. Ada apa sebenarnya? Apakah Mona sudah mengetahui bahwa Rusel bermain api di belakangnya?


"Apakah Rusel berulah?"


Mona menggeleng. "Dia sangat mencintaiku."

__ADS_1


Gavin terdiam, sepertinya Mona masih ragu untuk mengungkapkan apa yang sedang mengusik batinnya. Tidak ada gunanya memaksa. Gavin pun memilih diam dan menunggu hingga Mona siap berbagi cerita dengannya.


__ADS_2