
"Hampir jam sepuluh malam, ini masih terlalu pagi untukku, Helli. Mataku masih segar, tapi jika kau ingin membuatku tidur cepat, aku tidak keberatan. Kau bisa membuatku berkeringat."
"Kau mengajakku work out jam segini?"
"Hmm, olahraga malam yang eksotik dan penuh keringat."
"Olah raga tentunya mengeluarkan keringat. Tapi seperti apa olah raga yang eksotik?"
"Kita bisa bergulat di ranjang." Gavin sengaja menggigit bibir bawahnya seraya melayangkan tatapan genit ke arah Helli. Helli langsung mendorong wajah pria itu. Benar-benar mesum!
"Apakah Mona tahu jika kau sangat mesum?"
Gavin terbahak, "Dia tahu aku seorang penakluk wanita. Ah, apa aku sudah mengatakan jika kami berciuman? Dia membalasku, Helli."
"Sudah," sahut Helli singkat. Saat Gavin membeberkan hal itu, perasan Helli masih biasa saja. Tapi sekarang, rasanya berbeda. Ada yang berdenyut di ulu hatinya membayangkan hal tersebut.
__ADS_1
"Kembali ke topik, apa yang kau bicarakan dengan Glend Vasquez?"
"Tidak banyak. Aku hanya mengatakan bahwa kau adalah tunangan palsu."
"Kenapa kau mengatakannya?" Ck! Ayahnya akan menyidangnya jika nanti mereka bertemu.
"Untuk menarik perhatiannya bahwa kau adalah single?" Tudingnya dengan mimik kesal.
"Astaga, tudinganmu benar-benar membuatku emosi. Apa aku terlihat seperti perayu di matamu?" Helli tampak kesal dengan tudingan Gavin yang secara tidak langsung mengatakan bahwa Helli adalah seorang penggoda seperti yang diberitakan.
Dulu, Helli hanya mengumpat jika tanpa sengaja mendengar berita tentangnya lalu yang ia lakukan adalah menutup mata, telinga dan mulut. Namun, saat mendengarnya langsung dari Gavin, ia tidak bisa menghentikan rasa nyeri di dadanya. Mendadak ia merasa hina dan kotor. Apa yang dikatakan Gavin memang benar adanya. Karena kebenaran itulah ia tidak bisa menyangkal semua berita yang beredar.
"Apa yang salah dengan bergonta ganti pasangan, Gavin. Aku wanita yang belum menikah. Bukankah kau juga melakukannya? Dan mengenai Vasquez, percayalah, aku tidak akan keberatan jika dijadikan istri kesekian olehnya demi bisa merasakan kehangatannya."
Wajah Gavin berubah merah. Pria itu marah. Rahangnya mengetat keras. Pernyataan Helli yang manakah yang membuatnya marah? Apa karena Helli menganggap bahwa ayahnya akan tertarik, tergoda terhadap Helli atau karena Helli menunjukkan sisi liarnya?
__ADS_1
"Wajahmu tampak kacau, Gavin? Kau kesal karena memiliki teman murahan sepertiku? Ya, aku memang semurahan itu. Andai kau kaya dan berkuasa, aku tidak akan sungkan untuk merayumu. Berte-lanjanng di hadapanmu juga akan kulakukan. Sayang, seleraku bukan pria kurang mampu sepertimu." Helli menyeringai sinis. Sengaja melayangkan tatapan mengejek kepada Gavin. Percayalah, ingin rasanya Helli menangis. Hatinya terluka mendengar tudingan tidak langsung yang dilontarkan tunangan palsunya itu.
"Jika kau ingin menarik pertemanan yang kau tawarkan, silakan. Aku tidak tertarik dengan pertemanan macam apa pun." Helli segera berdiri dari tempatnya. Wajah shock Gavin benar-benar tidak sedap untuk dipandang.
"Argghh.." baru dua langkah, Gavin menariknya ke belakang hingga telentang di atas ranjang. Dengan gerakan cepat, Gavin menindihnya, mengabaikan wajah Helli yang mendadak panik dan gemetar.
Dadaa mereka saling menempel satu sama lain, kaki mereka saling membelit. Jarak wajah keduanya sangat tipis, napas beradu dan bersahutan, manik mereka saling bertaut hingga memantulkan wajah masing-masing.
"Aku muak mendengar ucapanmu yang selalu meremehkanku," suara Gavin terdengar serak dan berat. "Apa yang kau inginkan, katakan? Rumah, mobil, pulau atau apa pun? Aku akan memberikannya," Jemarinya turun menyingkap t-shirt Helli hingga tangannya menyapu perut Helli yang datar. "Aku bisa memberikan apa pun yang kau inginkan," Ucapnya dengan nada ditarik-tarik. "Aku mampu memenuhi keinginanmu." Gavin mengabaikan sengatan di tubuhnya saat kulitnya berhasil menjamah tubuh Helli.
Helli tersenyum, senyum hambar yang dipaksakan. Saat ini, ia merasa sangat terhina. Tangan Helli terulur, melingkar di balik leher Gavin. "Vin," Ia melengkungkan tubuhnya, meletakkan bibirnya tepat di telinga pria itu. "Untuk bisa mencicipi tubuhku, setidaknya kau harus seperti Vasquez." Helli lalu menyejajarkan wajah mereka.
Senyum di wajahnya masih terbit dengan sangat manis. Ada kemarahan di mata Gavin, dan hal itu sedikit membuat Helli merasa takut, tapi ia berusaha tidak menunjukkan hal tersebut. Helli mencakup kedua wajah Gavin, lalu menempelkan bibirnya di bibir pria itu.
"Selamat malam."
__ADS_1