My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Terciduk


__ADS_3

Helli mengembuskan napas lega. Syuting selama empat jam berjalan mulus tanpa ada hambatan. Helli berusaha keras agar Calvin tidak mencari-cari kesalahannya. Dan sekarang, waktunya istirahat untuk makan siang.


"Kau tidak ikut?" Addrian tiba-tiba menghampirinya. Helli yang tadinya berniat untuk mengisi waktu istirahatnya dengan tidur, sepertinya harus mengurungkan niatnya tersebut.


"Aku tidak lapar," tolaknya dengan halus.


"Kita harus syuting hingga malam. Aku tidak ingin melihat aktris utamanya kembali pingsan dan syuting harus ditunda kembali."


Helli baru saja ingin melayangkan bantahan dengan mengatakan ia hanya butuh tidur untuk saat ini. Tapi, saat ekor matanya menangkap Calvin yang datang membawa kotak bekal, Helli segera berdiri. "Ah, ya, kau benar. Apa menu makan siang ini?"


"Kita akan makan di restoran yang ada di dekat sini. Gavin mengirimkan pesan agar kau tidak melewatkan makan siangmu. Memangnya di mana ponselmu?"


"Aku tidak tahu," sahut Helli tidak acuh.


Addrian tampak menukik alisnya. Di zaman sekarang, ponsel adalah salah satu benda yang sangat penting. Ia tidak menyangka jika di era ini masih ada yang menganggap benda itu tidak penting. Ya, jika diingat-ingat, sejak pengumuman pertunangan Helli dengan Gavin, Addrian juga menghubungi Gavin tentang jadwal yang harus dilakukan oleh Helli.


"Kalian mau kemana?" Calvin menatap keduanya satu persatu.


"Makan siang." Sahut Addrian dengan singkat. "Kau membawa bekal?" Menurunkan tatapan pada kotak bekal yang dibawa pria itu.


"Ya. Kupikir Helli tidak suka makanan berat. Ia selalu melakukan diet sepanjang hidupnya. Aku membawa makanan sehat..."


"Aku sudah berhenti diet." Helli menyela dengan segera.

__ADS_1


Ya, aku memang berhenti diet sejak aku bertemu dengan Gavin.


Calvin menatapnya dengan intens, meragu dengan ucapan yang dikatakan Helli.


"Aku sudah lama berhenti diet. Tunanganku sangat memperhatikan kesehatanku. Lihatlah," Helli mengambil kotak bekal yang dibuatkan Gavin untuknya. "Aku bahkan tidak pernah melewatkan sarapan. Gavin membuatnya khusus untukku dan siang ini tunanganku juga secara khusus menghubungi Addrian agar membawaku makan siang. Bukan begitu, Addrian?"


Addrian menganggukkan kepala seadanya. "Kami permisi dulu, Mr.Hugo," pamit pria itu.


Betapa leganya Helli bisa lolos dari cengkraman Calvin. Helli harus berterima kasih kepada Gavin karena sudah menghubungi Addrian. Helli tidak berani membayangkan apa yang akan dilakukan Hugo terhadapnya disaat semua kru sibuk mengisi perut mereka. Astaga, Helli harus lebih waspada sekarang. Calvin seperti predator pengintai yang terus mencari celah dan kesempatan untuk mendekatinya.


Ia dan Addrian turun dari mobil. Dahinya mengerut dalam saat melihat sosok yang berdiri tidak jauh dari mereka. Sosok pria yang tidak asing baginya. Rusel.


Baru saja ia hendak menyapa pria itu, tapi mulutnya terbungkam begitu Rusel membuka pintu penumpang, seorang wanita cantik keluar dari sana. Wanita yang wajahnya berbeda dengan Mona. Mungkin tidak akan ada yang aneh dan ganjil jika Rusel dan wanita asing itu tidak berciuman. Ya, keduanya berciuman dengan sangat mesra. Rusel berselingkuh!


"Ini pelanggaran, kau bisa dituntut," Adrrian memberi peringatan.


"Ck! Pria itu berselingkuh. Ini demi masa depan seorang wanita. Kau ingin bertanggung jawab atas hidup wanita yang sudah dibohongi pria itu?"


Dengan berat hati, Addrian memberikan ponselnya. Helli pun merekam aksi keduanya, lalu mengirim hasil rekaman tersebut kepada Gavin.


Tidak ada tanda-tanda bahwa pesan yang ia kirim dibuka. Helli segera menekan tombol hijau untuk menghubungi Gavin.


"Ayo masuk," ajaknya kepada Addrian sembari ia menunggu Gavin menjawab panggilannya.

__ADS_1


"Ada apa? Helli baik-baik saja?"


Ah! Hati Helli berbunga-bunga seketika. Gavin memikirkan dan mengkhawatirkannya.


"Kenapa kau tidak membaca pesanku? Ada hot news!"


"Helli?"


"Ya, siapa lagi. Aku punya sesuatu untukmu. Kau masih bersama Mona? Kira-kira dari tempatmu berada sekarang, berapa jam waktu yang kau butuhkan? Kau akan berterima kasih setelah ini kepadaku. Cepat baca pesanku!" Helli memutuskan sambungan telepon tanpa menunggu respon dari pria itu. Pun ia berbalik dan mengembalikan ponsel milik Addrian.


"Terima kasih, kau bisa menghapus vidionya," Helli menerbitkan senyum manis yang membuat Addrian tertegun untuk sesaat.


"Kita harus mengawasi mereka. Bisakah kau mencari tempat duduk yang bisa menjangkau mereka."


"Mereka masuk ke ruang privat,"


"Kita juga harus melakukannya. Ambil ruang privat di sebelahnya."


"Kenapa kita harus melakukannya? Dengarkan aku, Helli, kau baru saja mencuri foto mereka tanpa izin dan sekarang kau ingin kita menguntit?"


"Ini demi masa depan seseorang. Kecuali kau pria brengsek yang suka main perempuan, ya sudah kau boleh pergi. Aku yang akan mengawasi mereka."


Helli berbicara dengan seorang pelayan untuk memesan private room yang bersebelahan dengan room yang dimasuki Rusel dan selingkuhannya.

__ADS_1


Tidak ada yang bisa dilakukan Addrian selain mengikuti kekonyolan wanita itu. Astaga, dia pria terhormat dan untuk pertama kalinya ia malu dengan apa yang ia lakukan. Pertanyaannya, kenapa dia harus mengikuti kekonyolan artisnya ini?


__ADS_2