
Dalam waktu satu tahun, Helli berhasil menjadi model yang sangat diperhitungkan. Ada banyak agensi yang menaunginya dan semua tawaran itu ditolak Lonela mentah-mentah. Hingga akhirnya Calvin muncul dan menawarkan hal serupa.
Mereka tinggal di rumah yang sama. Helli, Lonela, dan Calvin. Helli benar-benar bekerja bagai kuda. Pagi ketemu pagi dan akhirnya namanya mulai dimuat di media. Di bawah pengasuhan Calvin, Helli menjadi salah satu seorang model ternama di usianya yang masih 19 tahun.
Karirnya semakin melonjak setiap harinya.Tawaran iklan dari brand ternama, bintang tamu di acara talk show, hingga menjadi brand ambasador dari beberapa brand ternama yang mendunia.
"Mom, kurasa kita tidak perlu melakukan ini? Aku masih memiliki pekerjaan yang banyak yang bisa membayarku dengan mahal. Ini sedikit membuatku tidak nyaman." Helli membentangkan lingerie dan beberapa dalaman seksih lainnya. Hampir tiga tahun menjadi model, Helli selalu menolak untuk menjadi model pakaian tipis yang memamerkan lekukan tubuhnya.
"Apa yang salah dengan ini, Helli? Ini Itali, semua dianggap sebagai seni. Bayarannya lima kali lipat dari bayaranmu yang biasa."
Ya, semuanya tentang harga. Meski Helli sudah berhasil memberikan apa yang diinginkan ibunya, uang, uang dan uang, nyatanya Lonela tetap tidak bisa mengubah keserakahannya terhadap benda yang disebut dengan uang. Semakin Helli terkenal, semakin ibunya rakus dan gelap mata. Sering kali, Helli hanya tidur kurang dari empat jam dalam sehari semalam.
__ADS_1
"Mom..."
"Kau ingin membantah ibumu? Bukankah kau ingin menjadi anak berbakti? Ini demi kelangsungan karirmu. Ayo, jangan membantah, Helli."
"Tapi, Mom..."
"Mom tidak ingin mendengar apa pun. Setengah jam lagi Calvin akan datang dan mengambil beberapa fotomu sebelum kau tampil di atas panggung. Mom pergi dulu, bekerja lah dengan baik." Apakah akan ada ciuman, pelukan atau sentuhan manis lainnya? Jawabannya, tidak ada.
Helli menyunggingkan senyum manis begitu melihat ibunya berhenti di ambang pintu. Wanita itu berbalik, tapi tidak ada senyuman yang diharapkan Helli di wajah itu.
"Jangan memakan apa pun yang mengandung lemak. Tubuhmu adalah asetmu. Aku akan tahu jika kau mencoba mencuri coklat milik Nicky. Bersiaplah, Calvin akan datang. Kau pulanglah bersamanya nanti, tidak usah menungguku."
__ADS_1
"Kau mau kemana, Mom? Akhir-akhir ini kau sering tidak pulang. Apakah kau bertengkar dengan Calvin?"
"Tidak, kami tidak bertengkar, urusi saja pekerjaanmu." Lonela segera berlalu. Helli hanya bisa tersenyum getir.
Tidak berapa lama, Calvin muncul. Pria itu tersenyum sembari menghampiri Helli lebih dekat.
"Kau gugup?" Tanya pria itu.
Helli menganggukkan kepala, "Aku menolak pekerjaan ini dan Mom sudah menerima bayarannya. Aku tidak bisa berkilah." Helli mengadukan kegundahan dan kekesalannya. Calvin mengusap kepala Helli dengan lembut, kemudian dituntunnya gadis itu untuk duduk di atas sofa. Digenggamnya tangan Helli lalu diberikannya pijatan lembut di sana seraya melontarkan kalimat-kalimat yang berhasil membuat Helli merasa lebih tenang.
"Ini hanya sebentar. Kau pasti bisa melewatinya. Ini awal baru, sedikit membuatmu akan canggung. Tapi, bukan hanya kau yang menjadi model di sana. Setelah ini namamu akan bersanding dan sejajar dengan model dunia sekelas Gigi Hadid. Kau mengidolakannya, bukan? Dia akan hadir malam ini, Sayang." Calvin memberikan kecupan singkat di pucuk kepala wanita itu lalu membawanya ke dalam pelukannya.
__ADS_1