My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Aku Tunanganmu


__ADS_3

"Jika kau mengancamnya atau menatapnya dengan cara yang salah, aku tidak akan segan-segan menghajarmu, bangsyat!"


"Gavin," suara Helli menyedot habis kemarahannya. Gadis itu berlari mendekati mereka. "Apa yang kau lakukan?"


"Aku melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan begitu dia menyentuhmu." Melepas kasar tangan Calvin, ia pun berdiri sambil memegangi tangannya yang berdenyut kesakitan.


"Aku melindungimu darinya. Dan di mana semua orang. Kenapa hanya ada kalian berdua?" Gavin merotasi matanya dan semua orang pun tiba-tiba bermunculan dari luar set dengan ekspresi kaget dan mulut menganga. Di situ Gavin mulai menyadari jika ada yang salah.


"Aku sedang mendemonstrasikan sebuah adegan, sialan!" Calvin berusaha berdiri dengan terhuyung-huyung. Beberapa kru datang menghampiri untuk membantu. Calvin menggosok rahangnya yang sakit, menatap Gavin dengan sorot mata penuh permusuhan.


"Dia terus menerus salah melakukannya!" Calvin menatap Helli yang masih terlihat shock. Gavin kembali meradang melihat cara Calvin menatap Helli.


"Jika dia terus-terusan salah, itu pasti karena arahanmu payah!" ujar Gavin dingin, benar-benar tergoda ingin melayangkan tinju lagi di wajah pria itu hingga terjatuh kembali.


"Kau tidak boleh berada di setku," Calvin menatapnya sinis. Pria itu juga meradang.

__ADS_1


"Aku tidak peduli jika kau memiliki koneksi dengan produsernya. Siapa pun yang tidak berkepentingan dilarang masuk kemari. Kau menerjang seperti pemburu dan merusak syuting. Apa kau tahu tindakanmu itu membuang-buang waktu kami."


Sambil berusaha mengatasi reaksinya yang mungkin memang berlebihan, Gavin mengalihkan tatapannya kepada Helli. Rambut wanita itu kusut dan wajahnya sepucat musim dingin di kutub utara dan tubuh rampingnya tampak rapuh dibalut gaun berbahan lemas.


Ia menghabiskan waktunya berurusan dengan banyak wanita. Bahkan yang dianggap tercantik di dunia. Tapi pada saat itu, ia belum pernah melihat wanita yang lebih cantik daripada Helli, bahkan Mona sekali pun.


"Ga-Gavin." Kali ini, Helli terbata-bata memanggil namanya. Gavin segera menghampiri wanita itu, menyingkirkan rambut kusut dari wajah Helli, cemas melihat wajah yang tampak letih.


"Kau baik-baik saja?" Gavin mencakup kedua pipi Helli. Menyorot mata Helli dengan dalam.


"Gavin, kau baru saja menonjok Calvin, dan pakaianmu..." Helli menyorotnya dari atas ke bawah dan kembali ke atas. "Kau penuh debu."


"Tapi, itu bagian dari film. Ini pekerjaanku." Helli menatap Calvin dan keduanya saling mengunci tatapan masing-masing.


Emosi Gavin yang mulai padam kembali membara. Ia kembali meradang melihat tatapan keduanya. Tatapan dua orang yang saling mengenal dengan baik.

__ADS_1


"Kau tadi memberontak, Helli."


"Itu peran yang kumainkan. Adegannya adalah aku mengalami konflik besar saat aku bertemu dengan si pria tua."


"Kau terlihat ketakutan, bukan karaktermu, melainkan dirimu. Kau takut padanya."


Kesunyian berlangsung beberapa detik lalu Gavin menemukan tatapan putus asa dilayangkan padanya. "Aku tidak mengharapkan kau datang berlari kepadaku. Tidak perlu menyelamatkanku, Gavin. Apa yang ada di dalam pikiranmu?"


Gavin terhenyak. Bukan pertanyaan itu yang ia harapkan keluar dari mulut Helli. Ia mengharapkan rasa terima kasih. Bahkan ungkapan terima kasih tanpa kata-kata pun tidak masalah, bukan mengharapkan kritik atau pun pertanyaan ada apa dengan dirinya?


Ya, memangnya apa yang kupikirkan. Untuk sesaat otaknya beku.


"Aku tunanganmu," akhirnya jawaban itu tercetus begitu saja.


Ya, Gavin meyakinkan dirinya bahwa tindakannya yang ekstrem itu hanya karena ia mendalami perannya sebagai tunangan palsu.

__ADS_1


"Saat aku melihatmu dalam masalah, aku akan datang melindungimu. Dan ya, aku memang posesif. Jangan harap aku akan meminta maaf untuk apa yang baru saja terjadi. Aku seorang Vasq... Hm, jika bukan itu yang kau inginkan dari sebuah hubungan, mungkin kau bersama pria yang salah."


Helli dibuat terkejut dengan pernyataan Gavin. Tapi sepertinya keterkejutan Helli menyamai keterkejutan Gavin. Keduanya sama bingung, apakah ini nyata atau hanya pura-pura. Sulit untuk membedakannya.


__ADS_2