My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Tidak Seru Jika Tidak Mengejutkan


__ADS_3

Disaat Helli berperang dan bertanya-tanya di dalam benaknya. Ponsel Adrian berdenting, pria itu segera membuka pesan masuk tersebut. Dahinya mengernyit membaca kata demi kata yang dikirim oleh Gavin.


"Gavin O'Neil Vasquez?" Helli mengeja nama pria itu lamat-lamat, ini perkara penting baginya. Ia tidak ingin menambah masalah setelah menciptakan kebohongan dengan menyeret orang yang salah. Bisa-bisa ia berurusan dengan hukum.


"Hah?" Adrian tampak kikuk dan bingung. Ia menatap Helli lalu membaca pesan di ponselnya kemudian.


"Kau mengatakan jika tunanganku adalah Gavin O'Neil Vasquez?"


"Kau bertunangan? Gavin O'Neil Vasquez?"


"Itulah yang kau katakan tadi!" Helli mulai geram sendiri. Mendadak pria dingin di hadapannya itu berubah oon.


Adrian menggeleng, "Yang kukatakan, jangan menciptakan skandal dengan Glend O'Neil Vasquez dan kau berhasil menepis skandal itu dengan menciptakan berita pertunanganmu. Siapa nama tunanganmu, Gavin. Ya, Gavin, si pembalap gagal."

__ADS_1


Nama pria itu bertambah lagi setelah deretan nama yang disebutkan oleh Helli sebelumnya.


"Pembalap? Gavin adalah pembalap? Hm, dia bukan Vasquez? Bukan putra Glend Vasquez?"


"Apa aku mengatakannya seperti itu?" Adrian balik bertanya.


Ada kelegaan tersendiri di hati Helli. Akan lebih mudah menangani pria itu jika Gavin tidak berasal dari keluarga ternama. Itulah yang ada di dalam pikiran Helli.


"Jantungku hampir copot saat kau mengatakan jika aku bertunangan dengan seorang Vasquez. Tapi, sepertinya aku salah mendengar." Tukasnya sembari menganggukkan kepala.


"Ya, akhirnya kau melakukan sesuatu yang benar. Ini akan membuat media mengalihkan perhatian dari masa lalumu. Tenang, kau masih memiliki pekerjaan." Adrian menepuk bahu Helli sebelum beranjak pergi meninggalkan gadis itu.


🐝

__ADS_1


"Aku biasa dipanggil karena keluargaku biasanya sangat merindukanku. Tapi kali ini sepertinya berbeda. Aku diminta mengakui dosa-dosaku yang sesungguhnya juga membuatku kaget," Gavin mengecup pipi Bella yang menatapnya dengan sangar. "Matamu akan sakit, hentikan itu, kau terlihat menggoda. Aku tidak ingin melihat Daddy menerjangmu di hadapan kami."


"Oh Tuhan," Bella memegang tengkuknya yang mulai tegang. "Kupikir kau adalah kebanggaanku. Apakah kehidupanmu seliar ini di luar sana?"


"Sayang, Gavin sudah dewasa." Ah, ingin rasanya Gavin memeluk ayahnya yang selalu bisa memahami sikapnya yang kurang ajar. "Bermain-main sedikit dengan wanita adalah hal yang wajar?"


Bella menoleh cepat ke arah suaminya. Melayangkan tatapan horor yang membuat Glend meneguk ludahnya dengan susah payah.


"Apakah sebelum kita menikah kau juga bermain-main dengan banyak wanita? Ah, aku ingat, salah satunya Casandra yang menyerangmu tepat di hadapanku. Apa yang kau katakan saat dulu? Mensterilkan bibirmu darinya. Astaga, aku malu dengan kebodohanku itu."


Glend berdecak kagum. Itulah wanita, walau kejadian itu sudah berlalu puluhan tahun lamanya, wanita akan selalu mengingat dengan jelas kesalahan prianya. Bahkan wanita seperti Cassandra yang hanya bertemu satu kali dengannya.


"Lihatlah, wanita itu juga model bukan? Tidak heran jika putranya juga memiliki selera yang sama."

__ADS_1


"Ini dua hal yang berdeda , Sayang." Glend meraih tangan Bella, mengusapnya dengan lembut. "Kenapa kau hanya diam, anak muda. Jelaskan apa yang terjadi? Bagaimana bisa berita pertunanganmu tersiar di media. Anak macam apa kau ini? Tidak membagikan kabar bahagia ini kepada kami? Kau membuat kami terkejut."


Gavin memutar bola matanya, "Tidak seru jika tidak mengejutkan."


__ADS_2