
"Kapan kalian akan menikah?"
"Ceritakan bagaimana kau dan Gavin bertemu? Apakah saat kau bersembunyi?"
"Gavin adalah seorang pembalap gagal yang cukup digilai para wanita. Apa kau tahu itu?"
Tidak. Aku tidak tahu apa-apa tentang pria itu. Yang kutahu, Gavin bukan pria berkuasa.
Para jurnalis menghimpit di sekitarnya, menjebaknya dengan serangkaian pertanyaan hingga Helli ingin meneriaki semuanya agar meninggalkannya sendiri. Namun, ia tidak bisa bereaksi karena di sana, tidak jauh darinya, Adrian Krabby Muller berdiri, mengawasi dan memperhatikannya. Pria itu memang belum berkata apa-apa, tapi Helli menerima pesan darinya. Jika tidak berhasil mengatasi hal ini, ia akan dipecat dari film itu.
Tapi bagaimana cara agar ia bisa mengatasinya dengan baik. Ternyata semua memang tidak semudah yang ia pikirkan. Gavin juga sudah menolak pertunangan itu. Harusnya tidak ada yang perlu diatasi. Helli harus berbesar hati melepaskan impiannya yang pasti selalu diiringi dengan mimpi buruk. Sepertinya ia harus menerima saran dari Gavin untuk mencari pekerjaan lain. Ia memerlukan rute kabur. Ia akan kembali bersembunyi.
Menelan bongkahan di kerongkongannya, ia berkata dalam hati bahwa hal pertama yang akan ia lakukan saat ia aman dari sana adalah makan.
Deruman keras mesin mobil membuat semua orang serempak menoleh. Mendekati mereka dengan kecepatan menakutkan. Mobil sport itu tidak menunjukkan tanda-tanda melambat sama sekali membuat beberapa orang memilih mundur demi keselamatan. Tepat ketika pengemudi seolah ingin menabrak mereka, rem diinjak dan menimbulkan awan debu.
__ADS_1
Helli semakin panik begitu melihat Gavin lah pengendara mobil tersebut. Duduk di belakang setir dengan mata tersembunyi di balik kaca mata hitam. Pria itu terlihat sangat atraktif. Helli mendengus saat melihat seorang jurnalis wanita merogoh tas dan memoleskan lipstik di bibirnya. Cih! Gavin memang diciptakan untuk membuat para wanita bertekuk lutut.
Pria itu turun dengan cara yang sangat berkelas membuat Helli diserang rasa panik. Tidak, ia tidak ingin dipermalukan lagi di depan awak media. Pria itu pasti datang untuk memastikan apakah ia sudah mengakui kejahatannya di depan publik.
"Ada sesuatu yang harus kukatakan..." Helli mendesaah saat tidak seorang pun yang menoleh ke arahnya.
Hei, aku ingin mengakui sesuatu!
Semua memperhatikan Gavin yang berjalan mendekat.
Helli semakin marah begitu menyaksikan lagak pria itu. Santai dan tenang. Berbanding terbalik dengan situasi yang dihadapi Helli saat ini. Ia akan dipecat. Karirnya porak poranda.
"Ada hal yang ingin kukatakan. Aku dan Gavin... Hm, maksudku, pertunangan itu..." Helli menjeda kalimatnya tatkala satu persatu mata tertuju kepadanya. "Pertunangan itu tidak pernah..."
Tangan Gavin menangkup wajahnya dan secara tiba-tiba bibir pria itu menciumnya. Ciumannya sangat panas, eksplisit, mematikan dan saat Gavin mengangkat kepala berambut gelap itu, satu-satunya yang bisa keluar dari mulut Helli adalah sebuah erangan.
__ADS_1
"Maaf, Sayang, apa tadi kau mengatakan sesuatu?" Mata itu menatapnya dengan sayu. Helli menemukan dirinya tenggelam dalam pesonanya. Ia bahkan senang melihat wajahnya di pancaran bola mata pria itu.
"Kau ingin memberitahu bahwa kau merindukanku? Bahwa aku pria terseksi di dunia? Paling mengagumkan? Paling pintar?" Gavin merangkul pundak Helli dengan posesif lalu, berbalik menghadap pada jurnalis dengan senyum menawan.
"Dia tidak bisa berkata-kata karena terlalu terpesona."
Gavin tiba-tiba berbalik ke arah Helli, menyatukan kening mereka sembari tersenyum. Senyum yang membuat para wanita hilang arah dan lupa caranya menjauh. Helli terperangkap, terhipnotis oleh daya tarik yang luar biasa itu.
"Apa aku terlambat?" Mengusap wajah Helli dengan lembut. "Maaf, aku tikus keparat, seorang bajingan yang tidak tidak layak mendapatkanmu."
Helli mengerjap, ada apa ini? Telinganya bahkan tidak mendengar pekikan iri dari para jurnalis wanita.
"Jadi pertunangan ini memang benar? Bukan merupakan salah satu keliaran dari seorang Helli Lepisto? Kudengar kau sudah memiliki kekasih sebelumnya? Violet Grissham." Seorang reporter menyorongkan mikrofon ke arah mereka.
"Aku menyadari bahwa tidak ada yang lebih kuinginkan selain bertunangan dengan seorang Helli Lepisto. Dan tentang si Lembayung ungu,- Hm, maksudku Violet, aku minta maaf, telah membuatnya patah hati. Tapi aku tidak pernah menjanjikan apa-apa sebelumnya. Dan untuk gadis-gadis di luar sana. Berhenti memimpikanku, aku sudah terjebak dengan wanita itu. Sulit untuk merayuku."
__ADS_1
Astaga, kepercayaan diri macam apa ini?!