
Tidak ada makanan manis, tidak ada karbohidrat. Berat badanmu naik sebanyak dua kilo, Helli Lepisto. Jangan malas! Bangun dan olahraga lah!!
Tidak, Helli, kau tidak boleh berhenti! Kau mau makan apa jika kau berhenti bekerja?
Apa ayahmu memberimu banyak uang, hah?
Tidak masalah hanya dengan memberikan rayuan sedikit. Dia tidak akan memperkosamu juga! Bersikap manislah!
Oh Helli, jangan membantah! Ini hanya sebuah photo shoot!
Kau juga sudah biasa berjalan di atas panggung dengan hanya mengenakan lingerie dari brand ternama.
Apa yang kau lakukan? Kau memecatku setelah apa yang kulakukan terhadapmu? Aku ibumu, anak sialan!
Ya, ini salahku, aku tidak bisa mendidiknya, aku ibu yang buruk. Oh Tuhan, sejak kapan putriku menjadi liar begini. Ia menjebak dan merayu seorang sutrada hanya agar ia mendapatkan set di pemotretan tersebut. Tolong jangan salahkan dia. Dia putriku.
Tidak, aku tidak keberatan melepaskan pria yang kusukai agar putriku tidak tersiksa. Ia memang mempunyai kelainan, berhasrat pada pria yang jauh di atas usianya. Ya, aku dan Calvin setuju mengakhiri hubungan kami demi putriku. Calvin pria yang baik, ia mengerti keputusanku.
See, kau akan hancur tanpa aku, Helli. Inikan yang yang kau inginkan.
Lily, mari kita bereskan masalah ini. Percaya padaku.
"Tidak, jangan menyentuhku. Kumohon menyingkirlah. Jangan mendekat!"
__ADS_1
Gavin yang baru turun dari kamar membawa selimut dan bantal dibuat terkejut dan terheran-heran.
"Aku belum menyentuhnya, dia sudah menjerit."
Ia mempercepat langkahnya. Kulit di sekitar dahinya mengerut melihat Helli ternyata masih terlelap dalam artian sedang mengigau.
"Aku mohon, jangan." Kepala gadis itu menggeleng kuat. Wajahnya meringis ketakutan. Peluh membanjiri dahinya. Kedua tangannya mengepal kuat di masing-masing sisi.
"Ada apa dengannya?" Gavin mulai merasa ada yang tidak beres. Diletakkannya bantal dan selimut di atas kursi yang kosong, lalu ia duduk di sisi sofa yang ditempati Helli.
"Hei, kau bermimpi?"
"Aku tidak mau. Mom... Kumohon datanglah. Tolong aku."
Aku menyayangimu, bukankah kau juga sangat menyayangiku, Lily?
"Astaga, apa yang sedang ia mimpikan. Hei, Helli, bangunlah." Gavin menepuk-nepuk wajah gadis itu dengan lembut.
Helli tersentak bangun. Kedua tangannya refleks mendorong Gavin dengan kekuatan penuh hingga jatuh dari atas sofa.
"Ah, sial!" ia meringis saat punggungnya membentur sudut meja.
"Gavin?!" Helli langsung bangkit untuk membantu pria itu. "Kau tidak apa-apa?"
__ADS_1
"Apanya yang tidak apa-apa? Punggungku sepertinya cedera. Ada apa denganmu? Aku berbaik hati membawa bantal dan selimut, kau malah mendorongku."
"Aku tidak sengaja. Kemari lah, aku akan memeriksa lukamu." Helli membantu Gavin untuk berdiri. "Buka bajumu."
Tanpa berbicara, Gavin pun membuka bajunya. Kini Helli di hadapkan pada punggung lebar yang memamerkan pahatan otot-otot yang luar biasa mengagumkan.
"Astaga, ada memar sedikit." Punggung telanjang itu belum memberikan reaksi berarti bagi Helli karena ia memang belum memiliki perasaan terselubung pada pria itu. "Kau memiliki kotak obat atau aku kompres dengan air hangat?"
"Kompres dengan air hangat saja. Aku tidak yakin aku memiliki kotak obat."
"Baiklah, tunggu di sini. Aku akan ambilkan waslap dan air hangat."
Tidak berapa lama, Helli muncul membawa apa yang ia butuhkan. Gadis itu segera duduk.di belakang Gavin. "Ini akan sedikit panas. Katakan jika terlalu panas, aku bisa meniupnya." Ia mulai menempelkan waslap secara perlahan di kulit pria itu. Gavin tersentak, airnya memang ternyata cukup panas.
"Ah, maafkan aku," Helli segera meniup luka tersebut. Hembusan napasnya menyapu kulit pria itu. Bukannya lebih baik, ia justru merasa lebih tidak nyaman. Hembusan lembut napas Helli memberikan sensasi yang justru membuat jiwa predatornya aktif dan menuntut disalurkan.
Gavin menggeleng dengan kuat. Misinya adalah untuk merebut hati Mona. Ia akan menunjukkan kepada wanita itu bahwa ia sudah berubah. Hanya akan ada Mona dan Mona. Jika saran dari Helli berhasil, Gavin berjanji akan menggunakan jasa Helli sebagai model bagi perusahaannya. Akan menjadikan wanita itu ambasador perusahaannya. Ia akan mengenang wanita itu dan mungkin mereka akan berteman baik mengingat Helli wanita yang cukup enak diajar mengobrol.
"Helli."
"Hmm?"
"Apa yang terjadi?"
__ADS_1
"Maksudmu?"
"Kau bermimpi dan berteriak. Seperti ada yang hendak mencelakaimu. Apa kau bersedia memberitahunya kepadaku?"