My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Tudingan Yang Salah


__ADS_3

Gavin mendorong Helli ke dinding dengan gerakan yang tidak disadari Helli. Pria itu menyerang mulutnya dengan ganas dan brutal. Menjamah semua yang bisa pria itu jamah dengan terburu-buru juga kasar hingga Helli merasakan sakit di titik di mana Gavin menyentuhnya. Tapi sakit fisik yang ia rasakan tidak ada apa-apanya dengan sakit hatinya saat ini. Gavin menurunkan mulut ke lehernya, meninggalkan beberapa jejak di sana. Lalu pria itu mundur menjauh, memalingkan wajah kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Helli yang meluruh ke lantai.


Air mata yang sejak tadi ditahannya runtuh seketika, mengalir deras membasahi pipi. Helli terduduk, membiarkan tangisan itu keluar tanpa suara. Inilah yang ia takutkan ketika saat jatuh cinta. Patah hati, sakit hati, terluka, semuanya akan berjalan seiringan.


Siapa yang akan ia salahkan? Gavin mengatakan hal yang sama dengan apa yang dikatakan orang lain kepadanya dan Helli juga tidak melakukan pelurusan atas tuduhan itu. Selama ini ia sudah menganggap tudingan tersebut suatu hal yang biasa. Lalu, kenapa ketika Gavin yang mengatakan rasanya sangat sakit?


Hampir setengah jam Helli bergeming di sana. Perlahan ia beringsut berdiri. Ia kembali ke dalam kamar, menenggelamkan wajahnya di bantal. Lagi, ia menangis, meluapkan sakit hatinya. Helli tidak tahu berapa lama ia menangis, saat ia berbalik menatap jendela, matahari sudah menunjukkan wujudnya.


Pusing yang luar biasa menyerang kepalanya. Hari ini dia ada pemotretan, memasarkan produk Rusell. Wajahnya pasti sangat mengerikan. Ia akan membuat tukang riasnya bekerja keras untuk menutupi wajahnya yang sembab.


Helli memaksakan diri untuk bangkit dari ranjang. Dengan sempoyongan ia masuk ke dalam toilet, mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Ia tersentak, terkejut merasakan air sedingin es itu merasuk ke dalam pori-porinya.


"Sadarlah!" Ia bergumam, memberi perintah kepada dirinya. "Hidup ini seperti bianglala, bukan? Kemarin aku sangat bahagia. Hari ini aku sangat bersedih. Harus tetap dinikmati. Hidup tetap berjalan." Helli menarik kedua sudut bibirnya. "Awali hari dengan senyuman."


_____


"Kau baik-baik saja?" Rusell bertanya, memperhatikan wajah Helli dengan seksama. Keduanya bertemu di parkiran.


"Apa sangat mengerikan?" Helli memasang kaca hitam, menyembunyikan matanya.


"Ya, lumayan. Hubunganmu baik-baik saja dengan Gavin?"


Helli sedikit bingung dengan pertanyaan Rusell. Apa pria itu tidak tahu jika mantan tunangannya akan menikah dengan mantan tunangan palsunya. Ironis sekali. Sekarang, apa yang harus ia jawab kepada pria malang ini.


"Kenapa kau bertanya begitu?"


"Hanya ada satu alasan yang logis mengapa seorang wanita tahan menangis sepanjang malam. Patah hati."


Helli tersenyum kaku. Tebakan Rusell tepat sasaran. Tepatnya ia sedang sakit hati.


"Ck! Aku bukan gadis remaja yang menangisi sebuah hubungan. Aku dan Gavin baik-baik saja. Apa kau dan Mona masih sering berkomunikasi?"


Rusell menarik napas panjang, berbicara tentang mantannya sepertinya mempunyai beban tersendiri baginya.


"Maaf jika aku memasuki ranah pribadimu. Omong-omong, seperti apa konsep pemotretan hari ini?"


Rusell tersenyum, ini lah yang ia suka dari Helli. Gadis itu bisa mengubah topik pembicaraan agar tidak kaku.


"Tidak ada pemotretan jika modelnya sedang dalam suasana hati yang buruk."


"Astaga, aku baik-baik saja, Rusell."


"Ya, mulutmu bisa berbohong, tapi tidak dengan fisikmu. Pemotretan bisa menunggu. Istirahat lah. Atau kau ingin kutemani? Aku akan dengan senang hati menemanimu seharian."


Helli tersenyum, "Kau boss yang sangat pengertian."

__ADS_1


"Dan aku akan lebih perhatian jika menjadi priamu."


Helli pura-pura terkejut dengan meletakkan kedua tangannya di dagu. Matanya berbinar-binar jahil.


"Permisi, apa kau baru saja menyatakan cinta kepadaku, Rusell? Katakan, jika aku salah sangka."


Rusell tertawa gemas melihat respon yang diberikan Helli. Wanita lain mungkin akan tersipu malu mendengar rayuan receh yang baisa dilontarkan pria brengsek, tapi Helli justru meladeninya, berpura-pura terkesima, tersanjung.


"Siapa yang tidak tertarik dengan seorang Helli Lepisto. Apa kau lupa jika aku adalah salah satu penggemar garis kerasmu, Nona?"


"Aku benar-benar tersanjung," Helli kini meletakkan kedua tangannya di jantung. "Haruskah kita menjalin hubungan?"


"Suatu kehormatan bisa menjadi kekasihmu, Ms. Lepisto."


Selanjutnya, mereka berdua kompak menertawakan perbincangan konyol mereka.


Di waktu yang sama di tempat yang berbeda, Gavin memasuki mansion keluarganya. Penampilannya sangat berantakan. Rambut kusut, kemeja yang keluar setengah dari celananya. Dua kancingnya dibiarkan terbuka, dasinya sudah tidak ada di sana.


"Selamat pagi, Dude. Sepertinya harimu sangat berat," Glend menahan senyumnya melihat profil putranya itu. Ia jelas tahu aroma-aroma hati yang bermasalah.


"Bisa dikatakan begitu. Bagaimana dengan harimu, Dad?"


"Seperti yang kau lihat." Glend merentangkan kedua tangannya. "Luar biasa. Aku selalu bersemangat dan bergairah."


"Aku iri padamu," Gavin menarik kursi di sisi kira ayahnya. Ibunya langsung menyodorkan secangkir kopi hitam. Gavin mengangkat kepala, menatap ibunya. "Terima kasih, Mom. Suamimu membuatku sangat iri. Dia memiliki istri yang sangat cantik dan perhatian."


Gavin berdecak. Jelas-jelas ayahnya sengaja meledeknya untuk membuatnya terpojok. Ibunya kini memperhatikannya dengan seksama.


"Kau sangat pengertian, Dad," sarkasnya seraya melayangkan tatapan penuh permusuhan. "Aku lembur tadi malam untuk memperbanyak pundi-pundi kekayaanmu suamimu, Mom."


"Daddy tidak tahu jika kau sangat rajin."


"Tolong lebih pengertianlah terhadap karyawanmu, Dad."


"Saranmu akan kami ingat, Dude."


"Selamat pagi semua," suara Grace menggema di ruang makan.


Melihat tawa di wajah Grace, Gavin menyimpulkan bahwa sepertinya hanya dirinya satu-satunya manusia yang memiliki masalah.


"Kau datang? Kusut sekali wajahmu? Apakah kau memikul beban dunia di pundakmu?" Grace berceloteh tanpa menunjukkan raut prihatin.


Tidakkah adikku yang biadab ini sadar jika laporannya yang bertubi-tubilah penyebab kekacauan ini. Gavin membantin sambil menahan kekesalannya.


"Bagaimana penampilanku? T-shirt ini adalah pilihan Helli, cocok tidak?"

__ADS_1


"Helli? Tunangan saudarmu?" Bella menimpali, menanyakan hal yang ingin Gavin tanyakan.


Grace mengangguk, "Tapi mereka sudah tidak bertunangan, Mom. Helli sudah mengakhiri hubungan mereka. Gavin berselingkuh dengan Mona."


Gavin menggeram, sejak kapan adiknya yang manis ini semakin pintar mengaduk-aduk emosi orang lain. Ingin rasanya ia mengumpat kasar.


"Benarkah?" Bella benar-benar terkejut. Wanita itu memicingkan mata menatap Gavin penuh selidik.


"Dia tidak akan berani menjawab, Mom. Kesalahan ada pada dirinya. Helli juga sudah move on. Kami menghabiskan waktu seharian. Berbelanja, ke salon dan bersenang-senang. Dia gadis yang menarik. Lain kali ikutlah bersama kami, Mom. Dia memiliki banyak kenalan pria yang oke oke. Aku menghadiahinya satu sepatu, dia justru menghadiahiku satu dress cantik lengkap dengan tas juga stiletto. Aku akan menunjukkannya nanti kepadamu. Sekarang, berikan aku susu, Mom."


"Apa kau sedang mengajak ibumu bersenang-senang dengan para pria muda, putriku sayang?"


Grace terkikik geli. "Mom perlu pembaharuan, Dad."


Gavin tiba-tiba berdiri membuat Grace berjengit dan spontan memukul tangan saudaranya.


"Ada apa denganmu? Kenapa wajahmu tiba-tiba pucat? Kau sakit?" Grace bertanya, benar-benar khawatir.


"A-aku harus pergi," Gavin langsung berbalik, berlari menuju pintu keluar. Tudingan yang tidak berdasar kepada Helli kemarin sore, benar-benar sudah keterlaluan. Bagaimana bisa ia melupakan bahwa Helli dan Grace sedang bersama hari itu.


.


.


.


Giveaway untuk.... pemenang, caranya👇



Pembaca dengan komentar teraktif di karya Hurt dan My Naughty Fiance.


Pembaca dengan pemberi gift teratas di karya HURt dan My Naughty Fiance



Hadiah Giveaway berupa:


~Buku


~Pulsa


~Merchandise menarik


Giveaway akan ditutup pada akhir November dan diumumkan pada awal Desember.

__ADS_1


Yuk semangat tinggalkan komentar dan Gift kalian di Hurt dan My Naughty Fiance


__ADS_2