My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Siapa Pria Itu?


__ADS_3

"Ternyata kau sangat dekat dengan Grace Vasquez. Apakah kau sedang mencari cadangan?"


"Cadangan?" Gavin selalu dibuat mengernyit jika Helli bertanya secara tiba-tiba. Ya, bukan Helli namanya jika dia tidak dibuat bingung dan terkejut.


"Ya, jika Mona menolakmu. Kukira kau pria melarat yang berkelas, ternyata kau sama saja denganku. Memburu para anak konglomerat. Mainmu halus juga. Tapi, kurasa kau bukan tipe seorang wanita seperti Grace. Dia menyebutmu pembual," Helli sengaja berbisik di telinga Gavin saat menyebut pria itu pembual. Gavin merasakan bulunya jingkrak-jingkrak semua.


"Dunia akan kiamat jika dia sampai menyukaiku. Berhentilah mengatakan hal konyol. Aku tidak tahu jika kau diam-diam menyukai seseorang. Siapa?"


"Kau bertanya atau penasaran?" Helli menyenggol bahu Gavin dengan cengiran lebar di bibirnya. Dia tidak menyangka jika Gavin juga memperhatikan ucapannya.


"Aku bertanya karena penasaran," akunya dengan jujur tanpa beban.


Aku akan siap mendengar nama siapa pun asal bukan Rusell si keparat yang kau sebut, teman cantikku.


"Apakah kau pernah mendengar kalimat jika rasa penasaran yang berlebihan bisa membunuhmu. Jadi hentikan rasa penasaranmu itu karena aku tidak akan menjawab pertanyaanmu."


Jika aku mengatakannya, ini sama saja dengan mengutarakan perasaan secara langsung. Tidak! Aku harus menyembunyikan ini serapat mungkin. Selama ini aku tidak bisa melindungi aibku, kali ini aku akan berusaha untuk menyimpan rapat rasa ini.


"Tidak ada rahasia diantara sahabat, apa kau pernah mendengar istilah itu?"


"Aku baru mendengarnya darimu. Seingatku kita masih teman, belum bisa dikatakan sahabat."


"Aku tidak mengetahui perbedaannya. Baiklah, sekarang kita adalah sahabat. Katakan siapa pria keparat itu?"


Helli tertawa geli, pria keparat yang dikatakan Gavin adalah dirinya sendiri.


"Aku tidak pernah berbagi rahasia dengan siapa pun. Kau harus merayuku lebih giat lagi."

__ADS_1


"Ck! Aku tidak keberatan berbagi rahasia denganmu."


"Aku lah yang keberatan."


"Kau tidak asyik. Aku melepas keperjakaanku sejak usiaku 17 tahun. Aku belum pernah mengatakannya kepada siapa pun."


Helli tersedak sampai-sampai wajahnya bersemu merah.


"Itu bukan rahasia tapi aib, Gavin!"


"Aku menyebutnya rahasia dan hanya kita berdua yang tahu. Jadi, sekarang giliranmu. Siapa pria itu?"


"Tidak akan ada yang kaget jika kau melepaskan keperjakaanmu di usia dini. Profilmu yang memang terlihat seperti donjuan suadah menjelaskan."


"Aku anggap itu pujian. Jadi, katakan siapa?" Gavin masih belum menyerah. Sungguh ia sangat penasaran. Jika Helli memang memiliki pria yang ia sukai, kenapa tidak meminta pria itu saja yang menjadi tunangannya.


"Biar kutebak, apa dia pria yang sudah menikah sehingga dia enggan menoleh kepadamu?


Aku menyukaimu, bodoh. Tapi kau memang tidak seharusnya tahu karena akan membuat hubungan kita canggung. Teman? Tawaran itu sudah cukup bagiku. Aku akan menyimpan rasa ini hingga kau berhasil menggapai wanita pujaanmu. Sampai semuanya terlihat jelas, aku akan pergi membawa rasa ini, lalu belajar menghapusnya secara perlahan. Kau akan kukenang sebagai teman yang sangat menyenangkan.


"Belum menikah. Hanya saja dia memiliki wanita idaman yang menurutku cukup cantik."


"Kau kurang cantik di matanya?"


"Aku tidak tahu. Tapi sepertinya semua wanita cantik di matanya."


"Terdengar seperti pria brsengsek."

__ADS_1


"Hmm," Helli mengangguk cepat. "Dia memang sedikit brengsek."


"Lupakan dia kalau begitu. Pria seperti itu tidak cocok untukmu."


Helli tersenyum simpul, terhibur dengan makian Gavin yang sesungguhnya ditujukan kepada pria itu sendiri.


"Jadi, pria seperti apa yang cocok untukku?"


"Bukan pria brengsek, aku akan memikirkannya nanti. sekarang, kau lupakan dulu pria itu."


Helli berusaha menahan tawanya agar tidak meledak. Bagaimana bisa ia akan melupakan Gavin jika setiap hari mereka akan bertemu.


"Sepertinya akan sulit."


Lagi dan lagi Gavin mendengus, ia tidak suka mendengar jawaban Helli.


"Pria itu sangat menggemaskan, Gavin. Wajahnya terlihat semakin lucu jika sedang merengut."


"Pria jantan tidak akan merengut."


"Kau baru saja merengut, kau tidak jantan."


"Ini bisa diadu, Helli. Tentukan saja waktu dan tempatnya."


Helli memutar bola matanya mendengar kemesuman pria itu. "Kita sudah sampai. Apakah menemani Grace mengatasi masalahnya adalah upaya yang kau lakukan untuk menarik perhatian wanita cantik itu?"


"Grace satu-satunya wanita cantik yang tidak akan membuatku bernafsu, Helli. Tentunya selain ibuku."

__ADS_1


__ADS_2