My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Tolong Peluk Aku


__ADS_3

"Apakah dalam hidupmu, aku pernah berarti?"


Sungguh Helli merasakan perih yang sangat luar biasa saat menanyakan hal itu. Ia terlihat seperti seorang pengemis yang meminta belas kasihan.


Lonela tersenyum sinis, "Tentu saja. Saat ini kau sangat berarti dalam hidupku. Saat kau bisa menghasilkan uang."


Adakah ibu yang lebih kejam dari wanita yang di hadapannya ini? Bagaimana bisa Lonela melontarkan kalimat jahat sambil tersenyum? Tidakkah ini sangat keterlaluan?


"Jadi aku hanya sebatas mesin pencetak uang bagimu?" Harusnya Helli tidak perlu memperjelas semuanya. Ini hanya akan semakin menambah luka hatinya.


"Jawab aku, Mom, apa aku hanya sekedar mesin pencetak uang bagimu?" Helli menggenggam tangan ibunya.

__ADS_1


"Lepaskan aku. Aku harus pergi."


"Kenapa? Ingin terburu-buru memberikannya kepada gigolomu?" Helli menatap ibunya dengan sengit.


"Atau ingin kau ingin pergi berjudi lagi?" Helli menarik air hidungnya yang mendesak ingin keluar. "Maafkan aku, Mom," ucap Helli begitu menyadari kata-katanya begitu kasar.


"Kenapa harus meminta maaf. Aku memang ingin menyetorkan uang ini kepada kekasihku." Lonela menunjuk ke arah mobil yang parkir tidak jauh dari mereka.


"Apakah kau tahu, masalah yang sedang kuhadapi karena ulahmu, Mom? Aku dikatakan wanita liar hanya karena terlihat keluar masuk hotel dan tertangkap dengan pria yang berbeda setiap waktu. Aku harus membungkam mulut-mulut para pria menjijikkan itu agar keburukanmu tidak mencuat ke media. Bukan untuk melindungi namaku tapi melindungi maruahmu."


Helli mulai meninggikan suaranya. Ia sudah tidak tahan lagi membendung semuanya.

__ADS_1


"Tidak bisakah kau sekali saja menanyakan apa yang kurasakan setelah kau menjualku kepada pria menjijikkan seperti Calvin Hugo.


Apakah di hatimu masih ada nurani, Mom? Aku tidak keberatan dunia menghinaku asal kau tetap menggenggam tanganku, entah itu karena terpaksa atau apa pun. Tapi sepertinya itu tidak akan pernah terjadi karena hatimu hanya dipenuhi dengan nafsu dunia yang menyesatkan. Apakah kau tahu bahwa aku untuk pertama kalinya jatuh cinta pada seorang pria dan aku tidak berani mengatakannya karena masa lalu kita yang kelam. Seorang Helli Lepisto yang liar, ternyata putri dari seorang mucikari yang merangkap sebagai pelacuurr. Aku mengkhawatirkan hal itu, khawatir namamu ikut terseret. Yang kulakukan adalah memendam semuanya hingga ia pergi menemukan wanita terhormat." Helli menjeda ucapannya. Dadaanya sesak luar biasa. Selanjutnya ia menggelengkan kepala dengan kuat.


"Kau tahu apa yang paling menyedihkan? Aku harus terlihat seperti sedang mendukungnya menarik perhatian wanita pujaannya. Hatiku hancur saat harus memberikan kata penyemangat untuknya. Aku terlihat munafik juga menyedihkan dalam saat bersamaan. Bisakah kau memelukku dan mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja?"


Helli menggenggam kedua tangan ibunya hingga meluruh ke tanah. Ia menunduk mencium kedua tangan ibunya. Hanya untuk sebuah pelukan, ia harus memohon seperti ini.


"Dramamu banyak sekali!" Lonela menghempaskan tangan Helli dengan kasar. Wanita itu segera pergi.


"Maaf, Lonela Lepisto." Helli tertawa sumbang. Langkah Lonela terhenti, tapi ia tidak menoleh sama sekali.

__ADS_1


"Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku harus mengatakan bahwa aku menyesal terlahir dari rahimmu. Kenapa kau tidak membunuhku saja!" Ujarnya dengan nada dingin. Lonela kembali melanjutkan langkahnya. Mengabaikan rintihan Helli yang terdengar sangat pilu.


__ADS_2