
"Jadi kau sungguh bertunangan dengan Helli Lepisto?" Grace melingkarkan tangannya di lengan saudara kembarnya. Menatap pria itu dengan penuh minat. "Aku melihat kau dan dia berkencan?"
Manik adik kesayangannya itu berbinar-binar cerah. Terlihat begitu sangat antusias dengan status hubungan Gavin dan Helli.
"Di mana kau melihatnya?" Gavin mengernyit bingung. Tidak menyangka jika berita pertunangan palsu ini begitu cepat tersebar.
"Di televisi."
Ya, sepertinya Gavin harus terbiasa dengan pemberitaan tentang dirinya dan sepertinya ia juga harus siap jika identitasnya terkuak ke media bahwa sesungguhnya ia adalah pewaris dari Vasquez. Ya, walaupun kenyataan tersebut memang tidak akan bisa ia sembunyikan selamanya dan ia tidak benar-benar ingin menyembunyikan hal tersebut. Hei, ia bangga akan darah Vasquez yang mengalir di dalam tubuhnya. Ia hanya malas meladeni wanita-wanita yang tergiur akan harta dan statusnya. Bukan berarti ia meragukan pesonanya. Ini anugerah yang sedikit menyulitkannya. Rupawan dan jutawan! Sempurna untuk membuat para wanita rela merangkak.
"Kau tidak menyangkal, artinya berita itu benar? Kutahu kau sangat tampan dan menawan, tapi masih sulit buatku percaya bahwa seorang Helli Lepisto melabuhkan hatinya padamu. Ck! Dia harusnya bisa mendapatkan pria yang lebih baik darimu. Omong-omong, kau mencintainya? Atau kau hanya main-main saja. Secara aku adalah fans garis kerasnya, aku akan marah jika kau menyakitinya. Hentikan jika kau hanya sekedar main-main saja. Ah, ya, Mona sudah kembali. Katanya, dia akan datang mengunjungi Mom dan Dad, kupikir kau sedang patah hati karena dia hendak menikah. Kau sudah bertemu dengannya?"
Gavin menggaruk telinganya. Pertanyaan dan pernyataan Grace yang bertubi-tubi membuat telinga Gavin berdengung. Ia tidak tahu sebenarnya apa yang sedang dikatakan adiknya itu. Sesaat, Grace berbicara tentang Helli, sedetik kemudian yang dibahas adalah Mona. Gavin bingung, dimana dari pernyataan dan pertanyaan Grace yang harus ia tanggapi.
"Kenapa kau diam saja?!" Grace memukul lengannya. "Jawab aku jika aku sedang bertanya!"
"Aku tidak tahu apa yang sedang kau tanyakan, adikku tersayang."
"Jadi kau sungguh bertunangan dengan Helli?" Grace menarik tangan Gavin agar mereka duduk di sofa.
__ADS_1
"Ya," sahutnya dengan singkat. Wajah Grace merengut kesal, tidak puas dengan jawaban yang ia berikan.
"Bagaimana bisa?" Ada kebingungan juga ketidakrelaan. Grace adiknya atau saudarinya Helli?
"Ya, terjadi begitu saja." Gavin mengidikkan bahu terkesan tidak acuh. Sangat menjengkelkan.
"Lalu bagaimana dengan Mona? Bukankah kau mencintainya?"
"Kau benar."
Astaga, bolehkah Grace menenggelamkan wajah tampan saudaranya ini ke dalam selokan. Enteng sekali jawabannya. Tidak ada beban atau rasa bersalah.
"Tunanganku."
"Gaviiin!!"
"Grace."
"Kau menjengkelkan."
__ADS_1
"Itu memang nama tengahku. Kudengar kau akan bekerja. Kau menyukai seorang pria?" Gavin memasang mode serius. Ditatapnya Grace dengan lekat dan penuh intimidasi.
"Astaga, Gavin, bagaimana bisa kau mengetahuinya? Inikah yang disebut dengan telepati?"
"Kuberitahu padamu, pria itu tidak baik untukmu. Berhenti mengejarnya, karena sejatinya wanita lah yang diperjuangkan."
Grace memanyunkan bibirnya. Terkadang ia bingung, sebenarnya Gavin memiliki berapa pasang mata. Bagaimana bisa saudaranya itu tahu bahwa ia sengaja melamar pekerjaan di perusahaan pria yang memang sedang menjadi incarannya.
"Bagaimana kau..."
"Kau di sini?" Suara Mona menginterupsi pembicaraan mereka. "Kupikir kau sedang berkencan?" Mona duduk diantara dua bersaudara itu.
"Itu tadi siang dan sekarang sudah sore. Helli butuh istirahat untuk persiapan syuting besok."
"Kau mengabaikan pesanku." Wajah gadis itu merengut kesal. "Sebelumnya tidak pernah terjadi. Apa Helli wanita yang sangat posesif?"
"Hais, kupikir kau datang ingin mengunjungiku. Ya sudah, aku mandi dulu. Selesaikan urusanmu dengan saudaraku." Grace segera beranjak dari kursinya dan segera berlari menuju ke kamarnya.
"Apa Helli membatasimu?" Mona kembali menanyakan hal serupa ketika tidak kunjung mendapat jawaban dari Gavin.
__ADS_1