My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Sempurna


__ADS_3

Helli mendandani Grace dengan sepenuh hati. Kegiatan ini adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh Helli. Sudah saatnya Grace sadar bahwa dirinya sangat berharga dan menawan. Saat mendandani Dulce, terpikir oleh Helli untuk mendandani adik iparnya itu juga, tapi Helli tidak ingin membuat Grace tersinggung seolah Helli mengatakan Grace memang sudah selayaknya berubah. Helli menyukai kecantikan alami yang dimiliki Grace. Kecantikan yang sudah jarang dimiliki pada masa sekarang.


Namun Helli percaya, untuk meraih sesuatu harus ada tindakan dan usaha yang dilakukan. Kenaifan Grace hanya bisa dimengerti oleh pria tertentu saja. Sebagian besar pria mengganggap kenaifan itu sesuatu yang konyol dalam artian bodoh. Mainnya kurang jauh, istilah mereka anak muda zaman sekarang.


Oscar pria yang suka dengan hal-hal yang indah. Ketulusan bukan sesuatu yang bisa menarik perhatian pria itu. Begitu lah pendapat Helli dan Helli tidak ingin Grace kehilangan sifat mulia itu dari hatinya. Helli mendukung apa pun keinginan Grace, termasuk saat Grace memutuskan untuk mengejar dan merebut hati Oscar. Helli tidak memandangnya bodoh, gila, atau apa pun istilah yang mengejek atau pun merendahkan kenaifan Grace tentang ketidakpeduliaan gadis itu terhadap sikap Oscar yang mengabaikan Grace dan bersenang-senang dengan wanita lain.


Grace sedang jatuh cinta. Helli tidak memiliki hak untuk mengomentarinya. Perasaan Grace adalah miliknya sendiri. Hanya Grace yang berhak kapan akan berhenti dan kapan akan lanjut. Helli hanya bisa mendoakan, apa pun hasilnya, Grace sudah sudah siap dengan segala konsekuensinya. Ia yakin, Grace gadis yang sangat bijak.


Kedatangan Grace malam ini ke kamarnya adalah kesempatan bagi Helli untuk menunjukkan siapa Grace sebenarnya.


Helli memoleskan make up tipis agat terlihat natural dan segar. Ia juga mengubah sedikit tatanan rambut Grace yang berpotongan pendek. Sentuhan ringan itu memberi pengaruh cukup besar di wajah Grace.


"Oh Oscar, Oh Oscar, kau mempunyai masalah malam ini," Helli berujar halus. Helli sangat yakin dengan hal itu. Oscar akan melirik ke arah adik iparnya itu. Helli berani mempertaruhkan warisan yang diberikan mendiang ayahnya.


"A-apa yang terjadi?" Grace merasa gugup. Percaya dengan sentuhan tangan Helli tapi masih belum yakin apakah ia cocok dengan dandanannya. Grace belum melihat penampakan wajahnya sama sekali.


"Aku kasihan pada Oscar juga partnernya nanti."


Grace mengernyit, tapi ia juga merasakan kegugupan yang luar biasa. "Apa sesuatu yang buruk akan terjadi pada Oscar?"


Helli menggelengkan kepala dengan cepat. "Justru hal baik yang sangat berbahaya akan terjadi padanya."


Kernyitan di kening Grace semakin dalam. Bagaimana bisa ada hal baik yang sangat berbahaya. Sungguh otaknya tidak sampai kemana arti dari ucapan sahabatnya yang menawan itu.


"Gavin mulai menyebarkan virus-virus kebodohan padamu." Grace memicingkan mata, menatap Helli penuh curiga. Sentuhan eyeliner yang diberikan Helli membuat mata indah itu terlihat tajam juga menenggelamkan.


"Maksudmu?" Kini Helli yang bertanya bingung. Apa salah suaminya di sini. Perasaannya, Gavin tidak pernah mengajarkannya hal-hal yang melenceng. Satu-satunya hal yang diajarkan Gavin padanya, pelajaran yang terus berlangsung hingga sekarang dan Gavin merupakan guru yang baik juga bersemangat dalam hal itu adalah pelajaran bercinta. Percayalah, Gavin memiliki ilmu yang lumayan dalam pengetahuan tersebut.


"Pelajaran bercinta memang sedikit terdengar bodoh, tapi Gavin guru yang baik, aku menikmati pembelajarannya. Bercinta jadi sangat menyenangkan. Gavin membuat adegan itu bukan hanya sekedar pelepasan hasrat dan gairah. Dia..."


"Apa yang kau katakan?!" Grace mengibaskan tangannya. Ia tidak ingin mendengar lebih lanjut pembahasan pelajaran priviat yang terjadi antara saudaranya dan Helli.

__ADS_1


Inilah yang terjadi jika wanita yang sama-sama naif dan lugu berbagi cerita.


"Kau mengatakan hal baik yang berbahaya akan terjadi pada Oscar. Berikan aku satu contoh yang bisa membuatku mengerti bagaimana yang disebut dengan hal baik yang berbahaya, Helli sayang. Aku tidak ingin Oscar mendapat masalah."


"Malam ini dia akan mendapat masalah dan sumber masalah itu berasal darimu." Helli tertawa lebar, berbanding terbalik dengan mimik wajah Grace yang dibuat semakin bingung. Gadis itu juga terlihat panik. Hal terakhir yang ia inginkan adalah membuat Oscar terjebak dalam masalah karena ulahnya.


"Apa yang sudah kulakukan? Bagaimana bisa aku membuatnya dalam masalah."


"Astaga! Ini bukan hal yang menakutkan." Helli mencakup kedua pipinya. Senyum indah penuh kepuasan sangat jelas tersirat di bola mata Helli.


"Matamu berkilat-kilat bahagia. Apakah kau senang Oscar mendapat masalah."


"Untuk malam ini, ya! Mengapa aku mengatakan bahwa akan terjadi hal baik yang berbahaya, karena sesuatu yang berlebihan memang akan menimbulkan bahaya. Malam ini, kacantikanmu terlihat berlebihan. Kau benar-benar sangat luar biasa, Gre! Kau akan menjadi bintangnya malam ini. Semua mata akan tertuju padamu, tidak terkecuali Oscar. Dia akan melirik ke arahmu dan mengabaikan teman kencannya. Aku berani bertaruh mengorbankan satu bulan penuh berpisah ranjang dengan saudaramu! Saat Oscar melirik ke arahmu, bersikaplah santai bagaimana semestinya dan jangan menunjukkan keantusiasaanmu terhadapnya. Sibukkan dirimu dengan hal lain. Mungkin mengobrol penuh basa basi dengan pria lain akan sedikit membuatnya terbakar. Oh Grace, aku tidak sabar mendengar ceritamu malam ini atau sebaiknya aku ikut denganmu untuk menyaksikannya secara langsung."


"A-apa yang kau katakan?" Grace ingin Oscar membalas perasaannya. Membayangkan Oscar melirik ke arahnya, ia belum mempersiapkan diri untuk menanggapinya. Mendengar hiburan juga dukungan yang diberikan Helli sudah membuatnya melambung. Namun, hatinya belum siap menerima kebahagiaan yang luar biasa ini.


Grace menggelengkan kepala, ia tidak boleh terlalu berharap. Itu hanya prediksi yang dibuat oleh Helli, sebuah prediksi belum tentu benar. Memangnya apa yang terjadi dengannya hingga Oscar akhirnya melirik ke arahnya.


"Bagaimana bisa aku melakukannya. Membayangkannya saja aku sudah tidak sanggup."


"Kau harus melakukannya."


"Aku bahkan tidak yakin dia akan melirik kepadaku. Apakah dandananku sudah selesai?"


"Astaga, kau belum bercermin, ya?" Helli dengan semangat beranjak dari kursi, berlari menuju nakas untuk mengambil cermin.


"Kau siap? Kau harus melihat wajahmu terlebih dahulu sebelum kita beralih pada cermin besar yang memperlihatkan penampakan dirimu sepenuhnya."


"Aku gugup. Aku juga takut."


"Kau akan semakin takut setelah melihat wajahmu, Gre. Kau akan melihat seorang wanita yang akan menjadi pusat perhatian."

__ADS_1


"Berikan cerminnya!" Grace tidak sabar dan akhirnya merebut benda tersebut dari tangan Helli.


"Ya, Tuhan."


"Ya, tepat seperti pikiranku. Kau luar biasa. Saatnya kau melihat secara keseluruhan." Helli menarik tangan Grace menuju cermin besar yang memantulkan refleksi diri secara menyeluruh.


"Aku tidak kelihatan seperti diriku." Grace merasakan sentakan kegembiraan juga kengerian.


"Ya, ini tetap dirimu. Dirimu yang belum pernah kau lihat." Sambil menyipitkan mata, Helli memperhatikan rambut Grace juga penampakan bagian belakang gaun Grace yang mengekspos punggung gadis itu. Apakah Grace menyadari jika gaun ini memang sangat sopan di bagian depan tapi sangat menggoda kewarasan pria di bagian belakang.


"Rambut diikat atau digerai? Kurasa diikat lebih cocok." Helli bersyukur Gavin tidak ada di sana. Bisa-bisa pria itu akan menghukumnya jika mendengar pengaruh nakal yang ia cetuskan pada adik kesayangan suaminya itu. Harusnya ia melihat penampakan punggung Grace sebelum menata rambut Grace beberapa saat lalu. Tapi ia tidak akan keberatan menata ulang jika Grace mengijinkan.


"Apakah menurutmu begitu? Diikat lebih bagus?"


Helli tersenyum mendengar suara Grace yang masih bergetar karena kebahagiaan yang menyelimutinya.


"Ya, dan Oscar akan menemukan dirinya berfantasi tentangmu. Memainkan jarinya di rambutmu dan menarik jepitannya agar rambutmu tergerai di punggungmu yang cantik. Oh Tuhan, jangan katakan pada Gavin bahwa aku mengajarimu hal sesat yang menggelikan ini."


"Untuk itu berhentilah mengadakan pembelajaran privat dengannya. Rambutku tidak akan menyapu punggungku, Helli. Rambutku hanya sebatas pundak."


"Yeah, kau benar. Biarkan dia tergerai kalau begitu."


"Lagi pula aku tidak ingin dia berfantasi tentangku."


"Oscar pria yang sangat memesona. Sudah waktunya ia didampingi gadis yang layak dan berkelas, bukan memilih gadis-gadis dengan tipe dangkal yang tidak punya otak, yang hanya tertarik dengan uang dan kekayaannya."


"Ya, kau benar. Wanita-wanita itu hanya sedap dipandang. Tapi aku tahu mereka hanya bersenang-senang dengan Oscar."


"Begitupun dengan Oscar. Dia hanya bersenang-senang. Belum ada wanita yang membuatnya benar-benar tertarik. Kita harus memanfaatkannya sebaik-baiknya. Katakan apa yang harus kau lakukan nanti saat Oscar mencoba mendekatimu."


"Tidak menunjukkan keantusiasan sama sekali."

__ADS_1


"Benar." Helli mengambil salah satu koleksi lipstiknya untuk memberikan sentuhan terakhir di bibir gadis itu. "Sempurna."


__ADS_2