My Naughty Fiance

My Naughty Fiance
Sebagai Teman


__ADS_3

"Beginikah caramu berterima kasih."


"Lalu kau ingin aku berterima kasih seperti apa? Mengajakmu tidur di ranjangku seperti yang kulakukan pada pria hidung belang di luar sana. Ah, kau juga pria hidung belang, bagaimana, Gavin, ingin tidur denganku?"


Gavin mendengus kesal. Reaksi yang tidak pernah ia berikan kepada wanita mana pun disaat wanita itu mengajaknya tidur. Disaat tawaran datang, pantang bagi Gavin menolak jika ia sudah memastikan kesehatan wanita tersebut. Namun, kali ini ada yang berbeda. Ia tidak menyukai ajakan murahan yang dilontarkan Helli kepadanya. Alih-alih bersemangat untuk menunjukkan keahlian juga kelihaiannya di atas ranjang, ia justru menemukan dirinya marah. Pertanyaannya, kenapa dia marah?


"Tidak biasanya aku mengajak dan ditolak. Kau membuatku mengalami dua hal tersebut dalam satu waktu, Mr. Pelayan." Helli menampilkan senyum nakal yang menggoda.


Sial! Bagaimana bisa Gavin menganggap Helli terlihat cantik meski sedang pucat.


"Ini sedikit melukaiku. Jika kau tidak berminat, pergilah. Wanita dan seorang pria di dalam satu kamar, tanpa melakukan apa-apa sungguh sangat membosankan."


"Bolehkah aku mencekikmu?" Gavin bertanya dengan sinis. Tingkat kekesalan pria itu bertambah tatkala Helli mengeluarkan tawanya yang renyah.


"Itu pelanggaran. Aku sedang sakit jika kau lupa."


"Bagaimana bisa orang sakit mengajak gelud di atas ranjang?"


"Kudengar, itu bisa jadi obat."


"Siapa yang memberitahumu ilmu sesat itu? Aku akan menghajar mulutnya."


"Ouh! Tunanganku mendadak suci. Jadi tidak seru."


Gavin berdecak. Helli jika dalam mode menyebalkan, benar-benar sangat totalitas. Gavin terpancing amarah. Ia berusaha menahan, karena akan sangat lucu jika ia meluapkan amarahnya. Alasannya apa? Ia menanyakan hal tersebut pada dirinya.


"Tidurlah, istirahatkan dirimu. Aku akan menghubungi besok."

__ADS_1


"Hm, baiklah. Jadi kau sungguh menolak tawaranku?"


"Tidak. Hanya pria bodoh yang melewatkan kesempatan ini. Bercinta dengan seorang Helli Lepisto adalah fantasi kami para pria. Aku akan menagihnya setelah kau sembuh," Gavin merungkuk, memberikan satu kecupan hangat di kening Helli yang membuat tubuh gadis itu menegang dan panas.


"Aku pergi. Ponselku akan aktif selama 24 jam. Hubungi aku jika kau membutuhkan sesuatu."


"Tu-Tunangan yang berbakti. Drama ini tidak perlu. Media tidak akan meliputnya."


"Bukan sebagai tunanganmu, tapi sebagai teman." Pun Gavin berbalik tanpa menunggu respon dari Helli.


____


"Kau datang, Son?" Glend dan Bella yang sedang duduk di ruang utama sedikit terkejut dengan kemunculan Gavin.


"Ingin mengenalkan tunanganmu secara langsung?" Bella mengulumm senyumnya. Tidak menyangka jika putranya tersebut bisa berkomitmen.


Glend dan Bella kompak menoleh ke arah pintu masuk. Tidak terlihat siapa-siapa yang muncul karena pintu sudah ditutup.


Gavin tergelak, "Sejak kapan Mom dan Dad mengikuti gosip murahan?" ia mendaratkan bokong di sofa yang berseberangan dengan kedua orang tuanya.


"Sejak kau bersedia diliput media." Sahut Bella ringan. "Kapan kau akan membawa Helli kemari?"


"Mom, itu tidak seperti yang terlihat."


Bella mengerutkan dahi tidak mengerti dengan apa yang diucapkan putranya tersebut. Dari yang ia lihat, Gavin dan Helli layaknya pasangan yang sedang kasmaran, mencintai satu sama lain.


"Memangnya seperti apa yang sebenarnya?" Tanya Bella kemudian.

__ADS_1


Gavin melirik ayahnya yang sepertinya juga sangat penasaran dengan apa yang ia lakukan secara ayahnya jelas tahu sepak terjangnya sebagai pria normal yang selalu haus akan hiburan dari wanita. Yang menjadi salah satu alasan kenapa Gavin tidak ingin dikenal sebagai Vasquez adalah untuk menyembunyikan sepak terjangnya yang luar biasa sebagai cassnova dari sang ibu. Bisa-bisa ia dicoret dari daftar keluarga jika ibunya sampai tahu kelakuannya yang minim akhlak.


"Maksudku, aku dan Helli masih dalam tahap perkenalan, Mom. Soal pertunangan itu, media sengaja melebih-lebihkan..."


"Seingatku, kau lah yang mengumumkannya di media," Bella menyela dengan cepat.


Grace dengan semangat menunjukkan cuplikan videonya saat ia sedang memasak hari itu. Keduanya bergosip ria dan topik yang mereka bahas adalah Gavin dan Helli. Grace begitu bersemangat karena sangat menggumi model penuh skandal tersebut.


Hais! Gavin berdecak dalam hati. Akhir-akhir ini, ia selalu bertindak sembrono. Yang dikatakan ibunya benar adanya. Hari itu, ia mendatangi lokasi karena panik dengan kedatangan Mona. Satu-satunya cara yang ia pikirkan saat itu untuk membuat Mona terusik dengan sengaja membuat pertunjukan bahwa ia memiliki wanita yang tidak kalah cantik dari Mona. Dan Helli adalah pilihan yang sempurna. Cantik, seksih, dan wangi. Gavin menggeleng kuat begitu aroma Helli seolah berhembus di lobang hidungnya. Ya, aroma tubuh Helli sangat enak dan memabukkan. Gavin akui, ia suka aroma wanita itu.


"Ya, aku sengaja memberikan apa yang diinginkan media. Mereka merepotkan," ia berkilah sambil mengibaskan tangannya dengan malas.


"Bawa lah dia kemari," Akhirnya Glend membuka suara.


"Dia tergila-gila padamu, Dad."


Glend tergelak, "Itu artinya dia wanita yang pintar menilai pria, bukan begitu, Sayang?" Glend membelai lembut rambut Bella dengan tatapan memuja yang tidak pernah dimakan usia.


"Ya, kau memang luar biasa." Bella mencondongkan tubuh untuk memberikan satu kecupan di pipi suaminya.


"Dia wanita yang penuh skandal. Apa kau tidak khawatir dia merebut suamimu, Mom?" Gavin mengabaikan romantisme kedua orang tuanya yang sering kali terjadi di sela-sela perbincangan mereka.


"Semua orang punya masa lalu dan bukan lah hak kita menilai seseorang berdasarkan masa lalunya. Jika kau melihat masa lalunya yang buruk, apa yang sedang kau lakukan sekarang dengannya? Bermain-bermain dengannya?" cecaran ibunya membuat Gavin sedikit tertohok.


Ya, tidak dipungkiri jika Gavin selalu menghubungkan Helli dengan masa lalu wanita itu. Jika dipikir-pikir, ucapannya beberapa jam lalu juga terdengar sangat keterlaluan. Menuduh Helli merayu para pria di luar sana. Apakah dia pernah melihat Helli merayu seorang pria? Jawabanny tidak! Ia hanya melihat berita dan juga ikut menyimpulkan.


"Di mana Grace? Aku ingin bertemu dengannya." Gavin segera beranjak dari kursinya.

__ADS_1


"Jadi kapan kau akan membawa Helli kemari?"


Kedua orang tuanya masih saja penasaran! Ck! moodnya sedang buruk. Helli benar-benar memancing kemarahannya.


__ADS_2