Nada Nara

Nada Nara
Bab 59. Melihatnya Teruka (Bagian 5)


__ADS_3

Tidak mudah mengatasi trauma,apalagi jika trauma iu disebabkan oleh orang yang sangat kamu percaya dan cintai. Pengaruhnya jauh luar biasa. Itulah yang terjadi pada Nara saat menghadapi pesona dan sentuhan ringan Pradipta. Namun untuk kasus Nara, aku tidak dapat bertindak sendiri. Apalagi disaat yang sama aku melihat Pradipta meninggalkan Juli keluar dari kerumunan menuju toilet VIP yang ada di ujung ballroom. Di depan toilet sudah menunggu wanita yang lumayan cantik dan sexy.. Aku tahu dia, Seorang artis yang pernah menggodaku hanya untuk mendapatkan peran di perusahaan filmku. Keduanya masuk kedalam toilet dan setelah itu terdengar suara-suara menjijikan. Sebelum masuk, wanita itu sempat melirik kearah tempatku berdiri. Apa dia melihatku? Tetapi aku juga tidak yakin jika wanita itu melihatku. Tempat perse mbuanyianku cukup tersembunyi.


“Adrian, dekati Nara. Ajak dia bicara. Hanya kamu yang bisa menyadarkannya saat ini. Jika diperlukan, suntikkan obat tanpa diketahui siapapun. Jika sudah tidak memungkinkan, bawa dia pulang,” perintahku.


“Oke boss,” kata Adrian. Dari tempatku berdiri, kulihat Laki-laki-laki itu mendekati Nara dengan cepat dan meletakkan tangannya dipundak Nara. Jika dilihat sekilas, Adrian seperti seorang yang sangat dekat dengan Nara dan merayunya. Namun kamu salah jika mengatakan hal itu. Banyak wanita yang tergila-gila pada Adrian. Namun laki-laki ini selalu dingin dan tidak peduli. Dia jarang sekali tersenyum seperti ini. Jika para wanita melihat senyum


Adrian saat ini, pasti mereka akan berteriak histeris. Nara? Aku tidak khawatir Nara akan tertarik pada Adrian. Wanita itu tahu persis siapa Adrian.


“Jangan tersenyum seperti itu Adrian. Aku tidak akan tergoda padamu. Aku tahu kamu seperti apa. Masa sih kita


mau jadi lesbian, nggak kan?” kata Nara sambil terkikik geli. Nah kan, benar kataku. Nara tidak akan terhanyut pada senyum dan sentuhan Adrian. Dan bagusnya, Nara sudah bisa bercanda mengusir panic attack nya tadi.


“Humpth,” terdengar suar aneh keluar dari muka Adrian yang masih tampak datar. Dimatanya ada kilatan tawa yang


menyebalkan. Laki-laki yang satu ini memang jagonya memasang muka datar dalam situasi apapun. Aku, Nara dan papa Shasa serta  keluarganyalah yang bisa melihat Adrian tertawa, usil dan konyol. Itulah Adrian yang sebenarnya.  Bahkan beberapa kekasih laki-laki ini tidak pernah melihatnya sama sekali. Ya, benar, beberapa kekasih. Adrian meskipun terlihat sangat, namun dia buaya sejati. Aku tertawa geli mengingat gelar yang Nara berikan untuknya. Adrian adalah laki-laki dingin yang mampu membuat para kekasihnya bertekuk lutut menyerahkan diri dan rela di dua tiga kan. Sehebat itulah pesona Adrian bagi pada laki-la cantiknya. Laki-laki? Ya benar, laki-laki cantik. Adrian memang tidak pernah tertarik pada Nara, karena Nara perempuan. Nara dan Adrian memang cukup dekat sebenarnya. Mereka berdua sering masak dan bicara berdua. Kadang jika ada laki-laki yang menggoda Adrian, Nara akan berpura-pura menjadi istrinya. Sebalinya jika ada laki-laki yang menggoda Nara, Adrian kadang bertindak sebagai kekasih Nara. Makanya kalau mereka dibiarkan, keduanya akan cekikikan seperti sekarang ini tidak ada habisnya.


“Whoi, kalian berdua. Kerja!” teriakku mengganggu kegiatan dua orang yang sedang berbisik dan cekikikan itu. Aku bisa melihat mereka dari tempatku berdiri diluar toilet. Saat ini konsentrasiku kualihkan pada Nara karena didalam sana hanya terdengar ******* dan suara suara menjijikan, yang aku yakin akan berlangsung lama. Aku melihat Adrian langsung menegakan tubuhnya bersikap siaga seorang bodyguard. Sedangkan Nara yang sempat terlonjak kaget karena suaraku tampak sangat jengkel. Hahaha, lucu sekali wajahnya. Sangat menggemaskan. Dia menengok kekanan dan kekiri seperti mencari sesuatu. Aku yakin dia sedang mencariku disekitar dia. Dia pasti berpikir kalau aku masih berada didekatnya. .


“Aku tidak ada disana Nara, tidak usah dicari. Aku sedang di toilet sekarang,” kataku pelan namun tidak berbisik. Aku tidak mau suaraku didengar oleh dua orang yang sedang asyik masyuk didalam toilet. Tapi juga tidak perlu khawatir oarang akan terganggu karenaku.

__ADS_1


“Adrian, usahakan kamu selalu disamping Nara. Kalian berdua jangan menyentuh apapun selain dari yang aku berikan.” Kataku. Aku tadi melihat beberapa anak buah Franco yang terkenal sebagai ahli racun, lewat didepanku. Bukan curiga, namun berjaga jaga lebih baik bukan? Aku tahu orang seperti apa Franco dan Pradipta. Kami hidup di dunia yang sama.


“Kamu dimana M?” tanya Nara.


“Kan sudah aku bilang aku di toilet,” kataku lagi.


“Trus kenapa masih terus bicara? Segera selesaikan urusanmu di toilet dan bekerjalah. Aku tidak melihat Pradipta


sama sekali. Aku harus bagaimana?” tanya Nara.


“Hei, aku sedang bekerja. Saat kamu mematung, aku mengikuti Pradipta. Aku sekarang sedang ada di dekat toilet karena Pradipta sedang melepaskan hasratnya di Toilet dengan seorang wanita. Mereka berisik sekali, teritama wanitanya. Rupanya Pradipta memasukan barangnya dengan kasar,” kataku sambil tertawa pelan. Ups, aku lupa kalau aku berbicara dengan istri Pradipta.


“Tenang Nara. Jangan ikuti cemburu dihatimu. Toh kamu juga sudah tahu kelakuan Pradipta yang satu ini,” kataku. Namun tiba-tiba aku menyadari satu hal. Jika Pradipta didalam toilet, dan aku yakin wanita yang ada didalam sana bukan Juli, lalu kemana gadisku itu?  Aku sangat yakin Juli bukan bagian dari dunia gelap. Apa yang terjadi padanya?


“Hei, ada yang tahu dimana Juli?” Tanyaku  pada anak buahku. Saat ini aku khawatir pada Juli.


“Juli sedang ada di kamar mandi lantai dua Pak, sedang di toilat bersama dengan Produser yang menawarkan peran padanya,” kudengar laporan dari anak buahku, mengatakan di mana posisi Juli. Anak buahku menemukan posisi Juli berkat CCTV ya ng berhasil kami pasang di gedung ini kemarin ditambah dengan CCTV security dari gedung ini sendiri.


Aku benar-benar tidak mengerti dengan hubungan Pradipta dan Juli yang seperti ini. Baru beberapa saat yang lalu, Pradipta dan Juli sedang bersama sama  dengan mesra dihadapan ratusan orang. Sekarang, Pradipta sedang berhubungan *** dengan wanita yang entah siapa. Dan Juli melakukan dengan laki-laki lain yang aku yakin tidak termasuk orang yang dekat ddengannya seminggu ini. Aku sangat tahu bagaimana keduanya dan jadwal mereka dengan pasti.

__ADS_1


Oke, Pradipta memang bajingan haus *** yang meniduri setiap wanita yang melemparkan diri padanya. Dan itu tidak hanya terjadi kali ini saja. Bahkan Pradipta sudah seperti itu sejak menikah dengan Nada. Dan makin menjadi setelah bertemu dengan Franco. Keduanya adalah playboy pemangsa wanita yang cukup dikenal para wanita pemburu *** di Singapura.


Sedangkan Juli berhubungan dengan produser tua yang bahkan sudah beristri dan rambutnya sudah beruban Meski tidak terlalu jelek, tapi laki-laki itu sudah tua, paling tidak lebih tua dibanding aku dan Pradipta. Untuk masalah uang, Aku dan Pradipta bahkan bisa memberikan lebih banyak pada Juli. Aku tahu, sejak SMA Juli sering berpacaran denga laki-laki kaya hanya untuk mendapatkan barang mahal dan uang, seperti teman-temannya. Padahal jika dia mau, dia juga bisa meminta apapun padaku. Juli sepertinya sangat senang berganti pasangan sejak mengenal yang namanya hubungan dengan laki-laki. Namun tidak dengan ***. Yang aku tahu, pacar yang meninggalkannya dan membuatnya terjebak dipelukan Pradipta itulah orang pertama yang merengut kesuciannya. Orang itu juga yang membawa Juli terjun ke dunia interteinment. Irulah salah satu penyebab menghilangnya ;laki-laki itu harus kuhilangkan dari muka bumi untuk selamanya. Orang kedua yang tidur dengan gadisku adalah Pradipta. Dan setelah itu beberapa kali aku mendengar Juli terlibat dengan one night stand dengan beberapa laki-laki super kaya di Asia, meski aku tidak ingin mempercayainya. Malam ini semua ketidakpercayaan akan gosip miring  tentang Juli, seolah ditepis sendiri olehnya. Beberapa detik setelah anak buahku mengatakan hal itu, Aku masih tidak mau percaya. Aku mengatakan pada diri sendiri kalau anak buahku salah orang.


“Jika kamu tidak percaya, lihatlah ini. Bahkan mereka tidak masuk kedalam toilet dan masih tertangkap CCTV,” kata


Adrian yang sepertinya paham dengan penyangkalanku. Aku kemudian membuka kiriman rekaman yang dikirimkan anak buahku. Pasti Adrian yang minta mereka mengirimnya. Disana terlihat bagaimana kepala laki-laki tua itu berada diantara dua paha Juli dan memberikan kenikmatan pada gadis itu. Belum juga aku selesai, ada video kedua yang masuk ke gawaiku. Dalam video kedua ini gantian kepala Juli yang memberikan kepuasa pada benda diantara dua paha laki-laki gaek itu. Bahkan Juli masih membiarkan roknya tersingkap keatas, hingga pinggang kebawah bisa terlihat dengan jelas saat perempuan itu berjongkok dan melakukan hal yang menjijikam itu dengan penuh nafsu. Terdengan lenguhan dan teriakan keduanya yang diakhiri teriakan puas si laki laki. Aku terbelalak saat melihat Juli  dengan murahan dan menjijikannya menelan semua benih anak dari laki-laki itu.


Aku sendiri masih mendengar suara-suara menjijikan dari  bilik toilet didekatku. Rupanya kediatan merekapun tidak kalah serunya dengan yang diatas. Empat orang bejat sedang mengumbar nafsunya  tanpa mau. Dari informasi video ketiga, ternyata Juli masih melanjutkan kegiatannya dengan Arya ke hubungan inti. Keduanya masih berpacu dalam hasrat yang lebih dalam dan lebih jauh. Aku sesak mendengar suara-suara dan gambar itu. Aku berhenti menonton hubungan *** dua manusia diatas sesaat setelah keduanya menyatukan diri dengan penuh nafsu bejat.


Aku dengar Nara menarik nafas panjang dan berusaha menenangkan diri. Aku tahu hal ini tidak mudah bagi wanita sepolos Nara. Hanya untuk menggoda dan berbicara dengan Pradipta saja dia merasa sudah melakukan hal yang tidak pantas. Pada awal awal kami bersama, hanya untuk memandang dan memegangku saat depresi dan melepaskan bebannya, dia meminta maaf berkali-kali. Meskipun sekarang dia sudah mulai bisa melakukan kontak fisik persahabatan namun hanya denganku dan Adrian. Dan itu sangat terbatas. Dia selalu mengingatkan dirinya jika dia masih berstatus sebagai istri seorang bajingan, Pradipta. Mendengar semua ini, pasti dia sangat syok. Jadi dia sebaiknya tidak pernah melihat rekaman-rekaman ini. Dan nanti aku akan memastikannya. Namun dari percakapan Adrian dengan anak buahku, laki-laki itu sudah meminya mereka untuk menyimpannya. Hanya aku dan Adrian yang boleh melihat video-video itu.


“Mahardika! Kamu dimana? Apakah kamu baik baik saja?”  kau tersentak saat mendengar suara panik milik Nara. Ya sejak mendengar informasi tentang Juli, Aku memang hanya diam tidak berkata apa-apa. Bukan karena aku terpegaruh oleh informasi dan video-video itu. Namun aku hanya tidak mau Nara mendengar suara suara aneh ini. Aku tidak mau dia kembali terserang panic attack karena suara suara ini.


Aku segera bergeser agar bisa melihat ke arah Nara. Adrian tampak dengan memegang pundak Nara untuk menenangkan dan Nara sedang menutup mulutnya. Sepertin ya Adrian mengingatkan Nara, karena suaranya tadi terlalu keras.  Beberapa tamu tampak masih memandang kearah Nara.


“M, kamu tidak apa-apa? Kamu dimana? Apakah aku perlu kesana M? Apakah kita batalkan saja rencana kita?”  aku dengar suara Nara yang berbisik sarat dengan kekhawatiran. Nara mengkhawatirkanku?  Bahkan disaat hatinya sendiri dia masih mengkhawatirkanku? Hatiku menghangat dan entahlah. Ada bahagia yang menysuup disana.


Hatiku? Perasaanku hancur seperti yang dikhawatirkannya? Aku meraba dadadku sendiri. Tidak ada rasa sakit disana. Bahkan hanya ada debaran hangat sisa rasa dikhawatirkan Nara. Tidak ada rasa marah dan sakit terhadap apa yang dilakukan Juli kurasa. Hanya  rasa heran dan jijik yang muncul tadi. Sedikit rasa tidak terima dan tidak percaya jika yang melakukan itu adalah Juli.

__ADS_1


“Aku baik baik Nara. Kamu tenangkan diri dulu dan nikmati pestanya bersama Adrian. Makanlah dan bersenang-senanglah. Masih ada yang harus aku bereskan disini,” kataku. Kulihat Adrian mengacungkan jempolya disana. Aku hanya mengangguk lalu berkoordinasi dengan anakbuahku untuk mengganggu kegiatan juli dan pradipta dengan berpura-pura sebagai cleaning service. Mereka sudah terlalu lama di  dalam sana kurasa.


__ADS_2