Nada Nara

Nada Nara
Bab 13 Nada Telah Mati


__ADS_3

Bantu aku membalas dendamku dengan Makeover Total


Di sebuah kompleks perumahan kelas menengah atas ini, pukul 10 malam bukan jam ramai. Semua sudah terasa sepi tak ada orang lalu lalang. Bahkan di jam biasa pun penghuninya tidak terlalu banyak yang bersosialisasi apalagi berkunjung di jam seperti ini. Untungnya penjagaan tidak terlalu ketat, hingga Nada tidak harus direpotkan dengan keributan, perijinan dan pertanyaan. Dengan penampilannya saat ini, daster lusuh milik Emak mang Udin, masker dan kerudunng, ditambah beberapa luka di badan dan wajahku yang hampir mengering, tentu akan mengundang kecurigaan siapapun, di malam seperti ini. Namun bagi Nada, tak ada pilihan lain selain melanjutkan apa yang dipikirkannya.


Langkahnya yang tertatih karena berat tubuhnya serta beban kesedihan dan pukulan batin dari yang didengar dan dilihatnya hari ini, mencari alamat dari secarik kartu ditangan. Pencariannya berakir pada sebuah rumah tanpa pagar yang berkesan minimalis. Rumah bernuansa hitam putih itu tampak sederhana, berkesan kuat dan sedikit dingin namun elegan. Sesuai dengan pemiliknya, Mahardika, sang produser yang sempat dia kenal beberapa waktu lalu. .


Nada menguatkan diri dengan doa, lalu mengetuk ragu pintu berwarna hitam, rumah itu. Dari mulai ketukan pelan hingga akhirnya ketukan kuat dan keras. Tidak ada jawaban. Mungkin suara ketukan Nada kalah dengan suara musik cukup keras didalam sana. Nada mencari-cari bel yang mungkin ada, namun tidak berhasil dia temukan. Raganya terasa lelah, perutnya sangat lapar, hawa makin dingin dan sedikit menyeramkan berada diluar. Mungkin itu alasan ketukan Nada yang bnerubah menjadi gedoran.


Pintu terbuka sedikit dan mumcul sebuah wajah tampan dengan muka dingin, terlihat terganggu. Nada yang mengenali wajah itu, segera menghembuskan nafas lega dan tersenyum, tidak peduli dengan ekspresi laki-laki itu.  Dia adalah Mahardika. Mahardika, sang ahli makeover, rekonstruksi wajah dan ahli membangun image, pemilik PH pemilik acara Makeover, sekaligus produser acara tersebut. Dari reaksinya, Mahardika pun tahu siapa perempuan didepannya.


Mahardika yang sangat terkejut dengan kemunculan wanita itu dirumahnya malam-malam, dengan penampilan


yang sedikit mengerikan, langsung menutup pintu rumahnya kembali. Namun gedoran Nada dan permintaan Nada untuk dibukakan pintu dengan nada putus asa, membuat laki-laki itu berpikir keras.


Mahardika yang malam itu sedang menyelesaikan pekerjaanya yang cukup banyak dan memusingkan kepala,


tentu tidak ingin ada gangguan dari siapapun. Mahardika memang lebih suka bekerja dirumah, karena bebas gangguan. Dia memiliki berbagai usaha dan pekerjaan. Akan tetapi disetiap usaha itu, Mahardika memiliki orang kepercayaan untuk menjalankanya. Dia hanya tinggal mengawasi dan memeriksa dari rumah, seperti sekarang ini. Terkadang Mahardika harus turun tangan jika dalam keadaan memaksa. Dan semua itu butuh konsentrasi menurutnya. Gedoran dan kedatangan wanita yang dikenalnya dari salah satu acara Makeover ini cukup membuyarkan konsentrasi. Mahardika engingat lagi siapa wanita itu dan hasil penyelidikannya bersama tim Makeover. Dia tahu jika wanita ini dalam kesulitan. Wanita ini pernah menjadi peserta Makeover namun mengundurkan diri di sesi final, Nada. Mahardika tahu siapa dia dan bagaimana kehidupannya. Dia tahu siapa orang-orang dibelakangnya dan bajingan yang memperlakukannya sewenang-wenang.  Rasanya tidak akan mungkin dia membiarkannya begitu saja. Namun firasatnya mengatakan bahwa membiarkan perempuan itu masuk, akan berakibat besar pada hidupnya.  Dengan berat, Mahardika membuka pintu mengijinkan Nada untuk masuk. Demi kemanusiaan paling tidak.


Setelah membersihkan diri, memberikannya sebuah sarung serta kaos besar, Mahardika mengajaknya makan. Selesai makan, sambil menikmati segelas kopi, Nada mulai menceritakan semua yang dialami belakangan ini. Muka Mahardika yang serius sekaligus iba, membuat muka datar laki-laki itu menghilang. Laki-laki itu terlihat serius


mendengarkan Nada. Mahardika yang dikenal sebagai orang jenius dengan kemampuan menganalisa masalah secara detil dan cepat, menyadari wanita didepannya ini sangat menderita sekaligus dalam bahaya. Dia sangat sadar jika melibatkan diri dengan wanita ini maka semua akan berubah.


Nada meminta bantuan Mahardika untuk melakukan makeover total pada dirinya. Dia ingin membalas dendam pada orang-orang yang menyakitinya, pada selingkuhan suaminya dan mendapatkan kembali pria yang dia cintai. Mahardika menggelengkan kepalanya setelah melongo beberapa saat. Dia tidak percaya dengan pikiran perempuan ini. Jelas sekali bahwa orang yang menyiksanya selama ini, yang memperbudak dia, yang selingkuh, bahkan yang berencana membunuhnya adalah suaminya. Tapi dia ingin kembali ke bajingan itu? BODOH!

__ADS_1


Nada segera membuka tasnya. Dia menyerahkan semua uang, surat-surat aset dan perhiasan yang dia bawa pada Mahardika.


“Tolonglah aku. Bantu aku untuk berubah dan menjadi cantik, sehingga suamiku jatuh cinta padaku. Bantulah aku untuk berubah agar bisa membalaskan demdamku, dan membalas kematian sahabatku. Bantulah aku untuk mencari siapa yang berada dibelakang ini semua,” kata Nada dengan suara lirih, putus asa. Wajahnya yang penuh luka tampak basah oleh deraian air mata. Mahardika, yang meskipun terkenal dingin, tidak sampai hati melihatnya. Dia akhirnya setuju mengerjakan project ini.


Sejak awal, Mahardika tidak ingin mengerjakan Nada’s Project. Dia sangat tahu, tingkat kesulitan makeover kali ini sangat tinggi, biaya besar dan tanpa sponsor. Tentu saja. Ini bukan lagi bagian dari acara Makeover yang bisa ditayangkan di televise untuk mendapatkan sponsor dan iklan.  Melihat postur dan struktur wajah Nada, akan membutuhkan banyak kerja keras, menjadikannya wanita sempurna versi Mahardika. Nadapun menyadari keengganan laki-laki itu mengerjakan apa yang diinginkannya. Nada sepenuhnya menyadari uang dan asetnya mungkin tidak cukup. Dan jika Mahardika setuju, maka dia akan tinggal bersama Mahardika. Menjadi beban bagi laki-laki itu. Namun Nada juga bertekad, bahwa Nada’s Project harus terjadi. Dia akan melakukan apa saja untuk


membalas budi, jika ini berhasil. Mahardika hanya tersenyum melihat kesunggukan dan kebaikan Nada, yang entah kenapa, membuat rongga dada dan hatinya menghangat, lalu mengatakan iya.


Mahardika, selain jenius, juga pekerja keras yang professional idealis. Saat dia mengatakan iya, maka dia akan melakukan apapun untuk menyelesaikannya. Nada’s Project adalah mahakarya seorang Mahardika mengubah Nada. Keistimewaan Nada saat ini adalah hatinya dan jati dirinya yang menyenangkan. Itu saja, sebenarnya mampu membuat orang jatuh cinta. Setelah usainya Nada’s Project, keistimewaan Nada akan bertambah dengan wujud fisik yang luar biasa. Akan tetapi baik Mahardika maupun Nada sadar, keberhasilan Nada’s Project harus dibayar dengan kerja keras dan biaya yang luar biasa. Paling utama yang ditekankan oleh Mahardika sebelum memulai,  Nada harus membayar dengan kesakitan yang luar biasa juga.


“Kesakitan yang kualami selama ini sudah aku sadari. Banyak hal berat dan menyakitkan juga sudah aku alami di rumah itu. Semua bisa aku lewati, bahkan tanpa aku sadari sediki pun. Aku masih selalu tersenyum dengan semua yang mereka lakukan. Aku yakin aku sanggup menghadapi rasa sakit yang lain untuk keberhasilan project ini, untuk sebuah cinta,” kata Nada dengan yakin, meski airmatanya tak sanggup dia bendung.


“Nada, sebelum kita mulai, aku harus meyakinkanmu dan diriku terlebih dahulu. Apakah kita akan sanggup menjalankan ini. Sekali kita melangkah, tidak ada kata mundur atau menyerah didalamnya. Tidak pernah ada atau nyawa taruhannya,” kata Mahardika.


“Project ini bukan project main main Nada. Selain uang, nyawa taruhannya,” kata Mahardika meyakinkan lagi. Nada mengangguk dengan kuat sekuat tekadnya.


“Project ini akan membuat kita kerja keras dan disiplin Nada. Kita akan melupakan dunia luar sampai project ini selesai. Kamu harus menurut 100% pada apa yang aku katakana,” kata Mahardika lagi.


“Kamu sudah melihat hasil syuting Makeoverku kan? Seumur hidupku aku bekerja keras. Aku dididik dengan keras oleh orang tuaku untuk selalu bekerja keras, disiplin dan tidak menyerah kepada apapun. Bahkan pada kematian yang membawaku disini dalam keadaan hidup. Semua akan kuikuti, sejauh tidak melibatkan kehormatan dan kesucianku sebagai wanita. Kalau *** yang kamu minta, aku tidak akan memberikannya, meski aku harus mati,” kata Nada. Mahardika yang sedang menyesap the dari gelasnya langsung menyemburkan air dari mulutnya karena kaget, mendengar ucapan Nada.


“Aku tahu, kamu pasti jijik padaku. Jadi masalah tidak ada *** yang aku katakana tadi, tidak akan memberatkanmu. Tapi  tidak usah menyemburku,” kata Nada cemberut sambil mengusap wajahnya yang basah dengan lengan bajunya.


“Maaf, maaf. Benar-benar kecelakaan. Tidak aku sengaja,” kata Mahardika dengan nada tidak enak bercampur geli. Dia meletakan cangkirnya dan memberikan segepok tisu pada Nada. Nada menerima tisu dari Mardika dan tersenyum, memaafkan. Itulah Nada, selalu memaafkan. Mahardika tahu.

__ADS_1


“Terakhir sebelum memutuskan.  Proses Makeover Total tidak akan sebentar. Bahkan mungkin akan kamu rasakan seumur hidupmu,” Kata Mahardika  mengembalikan pembicaraan mereka.


“Aku tahu dan sadar dengan resikonya. Aku gemuk dan tidak menarik. Tapi bukan bodoh. Sebelum mengikuti acaramu, aku sudah banyak mempelajari apa dan bagaimana prosesnya dan tingkatannya. Aku juga sadar dan tahu efek sampingnya,” kata Nada. Mahardika sangat tahu jika perempuan didepanya hanya bodoh didepan suaminya. Tetapi sebenarnya dia sangat cerdas dan mengagumkan.  Diapun mengangguk puas.


“Untuk tempat, saya pastikan tidak disini. Kita harus ketempat adikku di Korea. Disana project ini akan kita kerjakan. Karena untuk Nada’s Project, dibutuhkan konsentrasi tinggi dan tempat yang tepat,” kata Mahardika.


“Oke, tetapi aku tidak membawa paspor dan KTP ku ikut terbakar,” kata Nada.


“Kamu cukup bilang iya, semua itu urusanku. Dan lagi ini adalah Makeover Total. Kamu menjadi manusia baru, dengan identitas bahkan kebiasaan baru yang aku bentuk. Nada telah -mati- berganti Nara,” kata Mahardika.  Nada pun setuju. Maka dimulailah Nada’s Project milik Mahardika. Malam itu Mahardika dan Nada memutuskan untuk beristirahat..


Setelah istirahat yang cukup, maka Mahardika memuli projectnya dengan mengurus kepergiannya ke Korea. Dia membuatkan identitas baru Nada dengan nama bari, Nara.


“Kok Nara,” tanya Nada.


“Nada yang penuh lara,” kata Mahardika sambil tertawa. Nada yang cemberut, menjulurkan lidahnya menanggapi gurauan Mahardika. Namun dia sama sekali tidak keberatan dengan nama barunya. Nara.


Sambil menunggu semua persyaratan, Mahardika mulai mengerjakan tahap awal make over.  Laki-laki itu tampak serius didepan komputernya. Dia telah mengalihkan semua pekerjaannya pada para asisten untuk waktu yang tidak dapat ditentukan. Setelah Nada melakukan seluruh proses scan dan pemeriksaan tulang, Mahardika memasukann semuanya kedalam program computer yang diciptakannya, untuk membuat Mahakarya wanita cantik versi Mahardika.


Nada sendiri diam-diam memperhatikan semua yang dikerjakan Mahardika. Dia juga ikut belajar serta membaca buku-buku yang ada dirumah Mahardika, yang berhubungan dengan penciptaan Nara. Jujur, Nada bergidik setelah ikut mempelajari ilmu baru yang luar biasa ini. Dia mengakui kejeniusan dan kepiawaan Mahardika. Baginya, Mahardika terlihat sexy dan luar biasa karena semua itu. Namun tetap saja, hati Nada hanya untuk Pradipta.


Nada memperhatikan hasil scan dirinya dan dibandingkan dengan Nara. Nada menyadari perbedaan itu. Dan ini mengerikan, membuatnya bergidik ngeri. Pantas saja semua orang yang memiliki standar kecantikan fisik sebagai tolak ukur menarik, akan mentertawakan Nada. Bagi Nada, proses ini menjadi tolak ukur pemakluman akan semua hinaan dan bullyan yang diterimanya saat ini. Titik diaman dia menerima keadaannya, memaafkan hal-hal yang menyakitinya, dan meredakan dendamnya. Ini adalah titik dimana dia makin yakin dengan langkah yang diambilnya untuk mendapatkan kembali cinta pertamanya dengan berubah menjadi lebih cantik.


**Flash back off **

__ADS_1


__ADS_2