Nada Nara

Nada Nara
Bab 82 Menggoda Tanpa Godaan


__ADS_3

Pagi menjelang. Seperti biasa Nara bangun pagi mandi dan menyiapkan sarapan. Sementara itu Mahardika yang habis joging langsung duduk di kursi makan menunggu sarapan yang sedang disiapkan Nara.  Dia memandangi Nara yang sedang sibuk mengaduk sayur di depan kompor. Dimatanya Nara sangat seksi ketika sedang memasak seperti sekarang ini.


“Kenapa liatin aku kayak gitu sih? Aku aneh?” tanya Nara saat dia berbalik. Dia sepertinya merasa ada yang memandanginya saat sedang memasak. Saat berbalik dia melihat Mahardika  sedang memandanginya dengan serius.  Nara langsung meneliti dirinya sendiri, apakah ada yang salah pada dirinya.


“Nggak apa apa Nara. Kamu itu cantik sekali. Seksi kalau sedang masak,” kata Mahardika dengan sedikit melamun, seolah-olah tidak sadar kalau dia sedang memuji. Nara langsung tersipu mendengar kata kata Mahardika. Mukanya memerah dan dia menunduk. Hal ini membuat Mahardika tersadar akan ucapannya. Dia langsung terdiam. Sementara itu untuk menutupi kegugupannya, Nara menyibukan diri memindahkan sayur buncis ke mangkok, meletakan ayam goreng dipiring juga nasi dan secangkir kopi.  Sementara itu Mahardika mengalihkan kegugupannya pada berita di smartphonennya. Keduanya terdiam tanpa tahu harus berbicara apa. Mahardika meletakan Smartphone saat Nara menyendokan nasi kepiringnya dan mereka sarapan dalam diam dan saling


melirik.


Mahardika menyadari kecanggungan yang muncul pada keduanya. Dia mencoba memecahkan kebisuan dengan


membicarakan kencan Nara dan Pradipta kemarin. Menurut Mahardika, kencan Nara dan Pradipta cukup berhasil dan menguntungkan bagi Nada’s Project.


“Tapi aku belum berhasil membuat Pradipta meninggalkan Juli. Bahkan membicarakan hubungan kami pun tidak. Padahal pernikahan mereka tidak sampai tiga bulan dari sekarang,” kata Nara dengan cemas.


“Tentu saja. Akan aneh kalau sekarang ini Pradipta melamarmu, Nara. Kalian baru kenal dengan benar kemarin. Dan semalam sudah kecan. Itu saja sudah sebuah keberhasilan yang luar biasa.   Sepertinya kita harus membuat kalian terus bertemu dan berkencan secara intens beberapa hari kedepan,” Kata Mahardika. Tentu saja Mahardika

__ADS_1


benar. Tidak ada yang baru dua hari bertemu langsung meninggalkan tunangan dan melamarnya. Ini adalah tugas besar yang harus diselesaikan oleh Nara. Nara sangat menyadari itu.


“Iya sih. Tapi aku benar-benar tidak tahu bagaimana mendekati laki-laki. Seumur hidupku, hal seperti itu tidak pernah aku lakukan,” kata Nara dengan sedih. Mahardika juga menyadari kebenaran kata Nara. Nada memang wanita cerdas. Otaknya luar biasa dan kemampuannya untuk belajar dan mengerjakan sesuatu memang tidak diragukan. Namun untuk urusan cinta, Nara nol besar. Seumur hidupnya, Nada hidup dalam cangkang ketidak percayaan diri yang sangat kuat.  Jangankan untuk merayu laki-laki. Untuk sekedar berjalan tegak dengan percaya diri didepan lawan jenis yang disukainya saja tidak akan mampu. Pengalaman mendekati laki-laki, berpacaran dan menggoda lawan jenis merupakan pengalaman yang sangat asing bagi Nada.


“Jangan terlalu dipikirkan Nara. Ingat, kamu sekarang adalah Nara yang istimewa, cantik, smart, percaya diri, seksi  dan baik hati. Jangan pernah meragukan pesonamu.  Tanpa berbuat apa-apa, Pradipta sudah menginginkanmu menjadi teman kencannya. Kata Mahardika dengan lembut, berusaha membangun kepercayaam diri Nara. Nara memandang Mahardika dengan kagum. Laki-laki ini selalu terlihat luar biasa bagi Nara. Dimata Nara, Mahardika adalah laki-laki hebat yang mampu membangun dunia untuknya.


“Nara, yakinlah bahwa kamu akan bisa menaklukan Pradipta dalam waktu singkat. Berbicaralah dengan lemah lembut padanya. Untuk wajah dan penampilan kamu sudah menang dari Juli. Sekarang kamu harus berubah. Dari Nara yang cuek kepada Pradipta menjadi Nara yang penuh perhatian, penuh kasih sayang namun bukan murahan. Kamu harus membuat Pradipta tergantung padamu,” kata Mahardika.


“Bagaimana kalau kencan dan hubunganku di ketahui Juli  dan wartawan? Bagaimana kalau sampai  melihat kami? Bagaimana kalau sampai menimbulkan huru hara atau gosip bahwa CTO LION COMMUNICATION, telah mendua.


Bagaimana jika cerita tentang Pradipta yang awalnya begitu menggebu mengumumkan pertunangannya dengan Juli, kini memiliki kekasih baru dan menyampakan Juli tunangannya. Cerita yang sama setahun lalu, seorang Pradipta mencampakan istrinya demi Juli?” tanya Nara.


“Maksudnya?”


“Skandal cinta segitiga Nada – Pradipta – Juli, setahun lalu tidak pernah sempat muncul dipermukaan. Namun bukan berarti tidak ada. Kasus Nada yang membuat Juli  terpeleset, sepertinya memang tertutupi, namun akan segera naik saat ada paparazi yang menerbitkan foto kalian di media nantinya. Jika kemudian foto dan cerita ini muncul, mereka akan menggali masa lalu Pradipta. Jangan kawatir dengan Nada. Masa lalumu tidak akan muncul karena aku sudah mengamankan semua hal yang menghubungkan Nada dengan Nara,” kata Mahardika.

__ADS_1


“Lalu hubungannya dengan kencanku dan Pradipta? “ kata Nara tidak mengerti.


“Saat kencanmu dengan Pradipta tertangkap oleh media dan paparazi, mereka langsung akan mebuat berita besar. Pradipta akan dijatuhkan dengan berita dan skandal tentang kisah masalalunya mencampakan sang istri, hingga istrinya bunuh diri karena perselingkuhannya dengan Juli. Dan sekarang karma menimpa Juli, hingga dia dikhianati oleh Pradipta yang menginginkan gadis yang lebih muda,” kata Mahardika.


“Lalu?”


“Hal itu tentu akan menghancurkan reputasi Pradipta dan Juli. Bahkan hubungan mereka akan goyah dan memungkinkan kamu untuk masuk lebih dalam. Disaat hubungan mereka  goyah, jadilah Nara yang pengertian dan menjadi pendengar yang baik. Nara yang rela menyerahkan cintanya aga Pradipta bahagia,” kata Mahardika.


“Lalu?”


“Dengan begitu, public akan tahu bahwa Pradipta yang mengejarmu dan kamu sudah berusaha menolaknya. Kamu juga harus beralasan bahwa pertemuan selama ini mau tidak mau harus dilakukan karena desakan Pradipta. Kamu harus berdalih hal ini tentu berhubungan dengan kelangsungan karirmu sebagai model LC. Kamu harus menarik


simpati netizen agar memihakmu jika berita ini nantinya meledak,” kata Mahardika.


“Bagaimana dengan Juli. Bagaimana kalau Juli mengetahui ini dan menyerangku?” tanya Nara.

__ADS_1


“Pasti Juli akan bereaksi. Aku tahu bagaimana dia akan berjuang dan mempertahankan sesuatu yang dia inginkan. Tapi kami akan melindungimu Nara. Jangan pikirkan itu. Sekarang kamu harus fokus memberikan perhatian dan membuat Pradipta jatuh cinta padamu, tapi tetap tidak men ggodanya. Biarkan semua langkah seolah olah dari


dia,” kata Mahardika.


__ADS_2