Nada Nara

Nada Nara
Bab 30 Belenggu Surat Dari Si Kaya


__ADS_3

Siang telah menjelang. Maria terbangun dan membuka matanya. Seluruh badannya terasa sakit terutama di bagian **** * dan duburnya. Kembali dia teringat pada mimpi buruknya semalam. Ya, Maria berharap, semua yang terjadi semalam hanyalah mimpi buruk yang tak pernah terjadi. Harapan hanya tinggal harapan. Rasa sakit iini nyata dan benar adanya, senyata apa yang menjadi penyebabnya. Maria kembali menutup mata dan menahan rasa sakit. Dia  berusaha membuka mata, memandang sekeliling. Hatinya tidak akan siap jika harus menatap dua bajingan yang sudah menghancurkan diri dan masa depannya.


Maria sangat mengenal kamar ini. Kamar Ini adalah kamarnya, kamar dirumahnya sendiri. Bagaimana bisa?  Dia kemudian bergerak ingin bangun, namun tidak bisa. Tangan dan kakinya terikat. Dia sudah memakai baju yang dikenakan semalam. Maria kembali memandang kesekeliling mencari sang ibu. Tidak didapatinya seorangpun disana.


Ceklek!


Suara pintu kamar dibuka. Disana tampak Gerald bersama seorang laki-laki setengah baya. Gerald membawakan semangkuk bubur dan teh manis hangat. Gerald tersenyum melihat Maria sudah sadar.


“Ah! Akhirnya putri tidur bangun,” kata Gerald.


“Gerald! Diam! Ini semua gara gara kelakuan biadab kamu ! Kalau kamu nggak bejat seperti ini, kita semua tidak


jadi repot,”  kata laki-laki setengah baya itu.


“Ish Papa, Gerald hanya senang karena dia bangun,” kata Gerald sambil mendekati Maria. Maria berteriak dan bergerak kesana kemari karena ketakutan. Terbayang dimatanya apa yang terjadi semalam. Segala yang menyakitkan bagi tubuhnya, yang menyebabkan dia kehilangan kehormatan yang dijaganya untuk suami kelak. Itu bukan bagian paling parahnya, kehancuran harga diri dan masa depannya jauh lebih hebat lagi.


“Maria! Diam. Kalau kamu mau tutup mulutnya dibuka dan makan, kamu harus diam. Kalau tidak, kamu dan ibumu akan  kami biarkan mati,” kata Gerald sambil membekap Maria dengan sebuah sapu tangan besar. Dia mengikatkan saputangan itu ke mulut Maria.


“Urghh … urghh!” teriak Maria. Dimatanya  tampak ketakutan yang sangat.


"Kalau kamu tidak teriak dan aneh-aneh melawan,  aku tidak akan mengikat dan membekapmu. Tapi kalau kamu masih melawan seperti ini, jangan salahkan aku kalau kamu tidak bisa lagi bertemu dengan ibumu. Pilih mana? Nurut, kamu dan ibumu selamat, atau melawan tapi kamu kehilangan ibumu, dan akan tetap terikat seperti ini," tanya Gerald. MAria meneteskan airmatanya, membayang ibunya yang juga tersika seperti dirinya. Dia tidak akan bisa memaafkan dirinya jika terjadi apa-apa pada sang ibu. Maria tahu, itu ancaman orang-orang kaya seperti Jerry dan Gerald bukan ancaman kosong. Apapun bisa terjadi.  Maria memejamkan mata sebentar untuk menguatkan diri. Dia tahu jika dirinya harus kuat dan tidak boleh lemah menyesali semua yang terjadi. Toh semua sudah terjadi. Dibukanya matanya dan memandang Gerald untuk mengatakan setuju dengan permintaan laki-laki itu. Dianggukan kepalanya pelan.


“Oke, janji ya tidak teriak,” kata Gerald mendekat. Maria mengangguk. Gerald segera membuka  tutup mulut Maria. “Awas, kamu teriak atau macam-macam, Ibumu mati.


“Tidak!  Jangan! Dimana ibuku?” kata Maria ketakutan. Dia rela melakukan apapun demi ibunya, satu-satunya keluarga yang dimilikinya.


“Maria, saya papanya  Gerald dan pengacara Jerry. Disini saya membawa perjanjian dan surat pernyataan yang harus kamu pahami dan tanda tangani,” kata laki-laki yang mengaku sebagai Papanya Gerald.

__ADS_1


“Perjanjian? “ tanya  Maria lemas.


“Ya perjanjian dan surat pernyataan yang menyatakan bahwa apa yang terjadi semalam adalah pesta *** yang kalian bertiga lakukan suka sama suka. Pesta *** yang kalian lakukan dengan sadar tanpa pengaruh apapun termasuk obat-obatan dan lain lain. Karena itu kamu tidak akan menuntut, baik Jerry maupun Gerald. Jika dikemudian hari ada resiko seperti kehamilan dan lain lain, maka resiko tanggung masing-masing,” kata Sang Pengacara.


“Tapi pak, saya diperkosa dan dipaksa pak,” kata Maria  dengan memelas.


“Dari video yang kami tonton, Kamu yang memohon pada mereka,” kata pengacara itu sambil  menunjukan sepotong video yang menunjukan Maria sedang memohon pada Jerry untuk memasukan juniornya. Maria merasa mual dan ingin muntah. Di video kedua, tampak Maria yang sedang mengeluarkan suara desah. Tak tahan  lagi, Maria langsung muntah diatas tempat tidurnya. Gerald menjadi sangat marah.


“Kamu ya, jorok sekali. Munafik lah__”


“Gerald berhenti. Bantu Maria membersihkan diri ke kamar mandi,” kata Papanya.


“Apa? Come on pa, masa harus Gerald?” tanya Gerald sebal.


“Lalu siapa? Jerry yang sudah kabur ke Amerika? Atau Papa yang bahkan kerepotan gara-gara kalian?”  kata papa Gerald.


“Tidak usah, saya sendiri saja,” kata Maria dengan lemas. “Tolong buka ikatan saya.”


“Iya, nggak. Aku hanya ingin membersihkan diriku,” kata Maria gemetar, membayangkan nasib ibunya. Setelah ikatannya dilepas, Maria berusaha bangun. Perih yang dirasa didua lubang ditubuhnya membuatnya merinngis. Badannya gemetar menahan rasa sakit luar biasa. Dia berusaha turun dari tempat tidur dengan susah payah. Kakinya yang gemetaran tak mampu menopang beban tubuh ringkih Maria.


“Gerald! Bantu Maria ke kamar mandi. Gendong dia !” kata papa Gerald setengah berteriak. Gerald yang sibuk dengan smartphone nya langsung berdecak kesal memandang papanya dan Maria bergantian. Pemuda itu sepertinya memang tidak memiliki rasa belas kasihan sedikitpun pada Maria. Dia segera menghampiri Maria dan menggendongnya kasar.  Sesampainya di kamar mandi, dia menurunkan Maria dibawah shower, dan bertanya, bisa sendiri atau harus dimandiin. Dengan ketakutan, Maria menggeleng dengan keras. Gerald langsung menyerigai dan keluar dari kamar mandi.


Maria butuh waktu 30 menit untuk membersihkan badannya sambil menangis terisak. Dia gosok kulitnya seolah ingin menghilangkan segala noda dalam dirinya. Maria sadar dirinya sekarang sudah ternoda dan tidak berarti. Maria menangisi dirinya yang sudah begitu hancur tak tersisa. Dirinya yang kotor, dan hina bahkan lebih buruk dari sampah. Dirinya yang sudah tidak pantas lagi dilirik olek pria baik-baik manapun, untuk dijadikan istri. Namun demi Ibunya, Maria sadar, dia tidak boleh lemah. Dia harus kuat dan bertahan.


Dengan tertatih, Maria keluar dari kamar mandi. Dilihanya papa Gerald duduk di kursi meja belajarnya. Sedangkan Gerald tampak tiduran di Kasur Maria sambil memainkan smartphonenya. Maria dengan cepat mengambil baju ganti dilemari lalu kembali ke kamar mandi untuk bergati baju, sebelum para laki\=laki itu menyadari dirinya hanya


mengenakan kimono mandi dari bahan batik tipis. Setelah selesai, Maria menghampiri Papa Gerald.

__ADS_1


“Ok pak, saya siap untuk berbicara. Dimana ibu?” kata Maria.


“Ibumu pingsan semalam. Kata dokter karena terlalu lelah. Sekarang dia ada di rumah sakit. Tanda tangani dulu surat pernyataan ini, lalu kamu akan kami antar ke rumah sakit,” kata Papa Gerald menyodorkan sebuah surat pernyataan dan sebuah surat perjanjian diatas materai.


Maria membaca kedua  surat tersebut. Intinya, dalam surat tersebut menyatakan bahwa apa yang terjadi antara Maria, Jerry dan Gerald tadi malam adalah perbuatan suka sama suka yang tidak bisa ditutut secara hukum. Jika nantinya ada efek atas kejadian semalam seperti kehamilan dan lain sebagainya, Maria tidak akan pernah menuntut tanggung jawab Jerry dan Gerald. Maria sangat bingung dengan hal iini. Ini semua tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Dia memandang Papa Gerald dengan marah. Laki-laki itu hanya memandang Maria dengan datar. Dia mengeluarkan sebuah tas berisi beberapa gepok uang dan memberikan kepada Maria.


“Terimalah uang ini sebagai pegangan kamu jika terjadi apa-apa. Didalamnya berisi 50 juta yang kami pikir akan lebih dari cukup untuk kamu dan ibumu. Setelah ini, jangan pernah berurusan dengan Jerry dan Gerald,”  kata Papa Gerald.


“Tidak! Saya tidak mau! Bapak pikir semua bisa bapak beli dengan uang?” kata Maria marah. Hatinya sakit dengan perlakuan laki-laki didepannya yang begitu merendahkannya. Bahkan saat ini, Maria merasa diperlakukan sebagai seorang pelacur yang dibayar untuk melayani nafsu bejat dua laki-laki yang masih sangat belia itu.


“Sst, jangan berulah. Terima saja apa kata Papa. Ingat, kami memiliki rekaman kejadian semalam. Jika kamu berulah, kami akan memviralkan video tersebut di media sosial. Tenti saja setelah menghapus dan mengedit bagian Saya dan Jerry. Tidak ada orang yang mempercayai laporanmu. Kamu yang datang ke rumah Jerry kan. Kami akan membalik keadaan dengan kamu yang menggoda dan menjebak Jerry demi mendapatkan Jerry dan kekayaannya. Kalau kamu siap semua orang melihat aksi telanjangmu, silahkan tidak menanda tangani surat itu. Ditambah lagi, ibumu masih ada bersama kami,” sebuah suara berbisik di telinga Maria, membuat gadis itu menangis dalam kengerian. Itu adalah suara Gerald yang memeluknya dari belakang. Segala trauma dan ketakutan serta perasaan kotor karena kejadian semalam membuat gadis itu gemetar hebat. Dia menunduk sambil menangis tanpa


suara.


“Jadi? Kami tidak punya banyak waktu cantik,” bisik Gerald. Mau tidak mau, Maria mengambil pen dan kertas yang disodorkan Papa Gerald, lalu menandatanganinya.


“Bagus nona. Mulai sekarang, Jerry dan Gerald tidak akan pernah mengganggumu. Kami berharap Anda juga memenuhi perjanjian dengan menganggap peristiwa semalam tidak pernah terjadi. Oh iya, ibu kamu terkena stroke dan sekarang berada di RS Dahlia kamar 307. Semua biaya yang dibutuhkan selama satu minggu kedepan sudah dibayar. Senang bertemu dengan Anda Nona, “ kata Papa Gerald sambil merapikan berkas sambil beranjak pergi.  Dia segera bergegas keluar sambil memanggil Gerald.


“Sayang kamu menandatangi surat itu tanpa mengubahnya. Padahal tubuhmu sangat bagus dan mampu memuaskanku. Gara gara kamu menyetujui klausul yang melarang kami mendatangimu. Sepertinya kamu cukup menikmati permainan kami. Kamu merindukan kami kan?”kata Gerald di telinga Maria. Maria kembali merasakan mulal dan rasa jijik yang luar biasa.  Gadis itu menampar Gerald dengan keras sambil berteriak mengusir keduanya.



Selamat merayakan HARI RAYA IDHUL FITRI.


Mohon maaf lahir dan batin dari aku, Nada dan Mahardika


Banyak Cinta untuk kalian semua

__ADS_1


SK Sari


note, angpow lebarannya jangan lupa ya... berupa like, vote, hadiah maupun komen juga tidak apa apa. Alhamdulilah


__ADS_2