
Hai semua
Apa kabar hari ini? semoga selalu sehat dan bahagia ya.
Sebenarnya aku ingin sekali menulis ulang kisah ini dari awal lagi. Ternyata banyak kesalahan dan typo yang aku buat. Ternyata gelar miss Typo yang diberikan padaku bukan omong kosong. Maafkan aku, kalau ketidak telitianku membuat kalian semua tidak nyaman membaca kisah nada dan Nara.
Nanti Insya Allah diakhir cerita, aku akan merevisi semua secara keseluruhan agar lebih enak dibaca. Untuk sekarang, selamat menikmati aksi Nara dan Mahardika membalas dendam dan mengejar cinta mereka ya. Selamat membaca. Jangan lupa biar aku semangat, kirim vote, komen ke aku ya.. kirim hadiah atau kue juga boleh.
Banyak Cinta buat kalian.
SK Sari
POV Author
Setelah pembicaraan panjang antara Nara dan Mahardika, mereka mencoba menutup perdebatan dengan konsentrasi serius pada rencana awal, Nada’s Project. Mereka tidak mempunyai banyak waktu. Pernikahan Pradipta dan Juli akan terjadi kurang dari tiga bulan lagi. Tentu tidak mudah mendapatkan hati Pradipta dalam waktu kurang dari tiga bulan. Apalagi mereka harus mulai dari belum kenal sama sekali. Mahardika sudah membuatkan data palsu bagi Nara. Namun semua itu akan sia sia jika Pradipta tidak mengenalnya dan membacanya kan.
__ADS_1
“Nara, kalau LC membuka bisnis film, televisi dan menjadi agen PR Comms banyak perusahaan, mereka
pasti membutuhkan model baru. Dan kesempatanmu menjadi model utama sangat besar,” kata Mahardika. Dia benar, dengan penampilan Nara sekarang ini, dimana berdasarkan survei yang dibuat oleh Mahardika, bentuk dan tampilan Nara adalah kriteria terbaik wanita cantik Asia. Nara memiliki semua kriteria itu. Ditambah lagi dengan kecerdasan otak yang Nada miliki dari lahir.
Ya, mungkin kalian tahu ada kata-kata “Tuhan itu adil” jika berbicara tentang wanita cantik. Biasanya Tuhan memberikan kecantikan over dosis, namun mengurangi porsi otaknya. Begitu kata mereka. Dan ini berlaku untuk Nada, yang diberi bentuk tubuh kurang baik dan bullyable, namun otah cerdas dan hati baik. Sekarang, Nara memiliki semuanya. Sayang sikap polos dan gampang tidak tega Nada, juga masih melekat pada gadis ini. Itu menurut M. Namun sebenarnya justru disanalah kelebihan dan daya tarik Nada Nara dan membuat banyak orang akan jatuh hati padanya, baik saat menjadi Nada apalagi saat menjadi Nara. Hal inilah yang tidak disadari Mahardika. Laki-laki ini tidak sadar akan kelebihan Nada yang bisa membuatnya jatuh terperok dalam lubang yang mungkin belum pernah dia temui.
“Selain itu mereka besok akan launching studio digital yang akan mengembangkan siaran digital dan film animasi 4D seperti kata Pradipta. Nanti disana juga akan digelar acara lelang yang dipimpin langsung oleh Pradipta. Saat itulah kesempatan kamu untuk mendekati Pradipta,” kata Mahardika dengan muka serius. Perhatiannya mulai dibagi dua antara Ipadnya dan Nara. Sebelah tangannya mulai bermain diatas Ipad di depannya. Tak lama kemudian dia memandang Nara dengan serius, seolah ingin menekankan kata-kata yang dia ucapkan.
“Setelah itu, usahakan selalu menempel padanya,” dengan suara berat dan perlahan, Mahardika memastikan
Nara mendengar setiap kata-katanya. Nara sendiri mendengar apa yang dikatakan laki-laki didepannya. Namun dia tidak mengerti apa yang dimaksud Mahardika. Bagi Nada, seorang wanita itu didekati dan ditempel oleh laki-laki. Wanita itu menunggu bukan mengejar dan menempel. Jangankan mendekati dan menempel pada pria, memandang pria yang dia suka saja dia tidak bisa. Nada tidak pernah mendekati atau menempel pada laki-laki. Hanya Pradipta laki-lakinya, itupun disodorkan oleh papanya.
bercanda dan mengobrol dengan santai. Oh iya, dengan Mahardika setelah menjadi Nara. Sisanya, Nara tidak pernah berbicara akrab dan mesra apalagi genit dengan laki-laki. Paling-paling dengan abang angkot, abang sayur, tukang, dosen atau orang-orang dengan kepentingan yang jelas. Bukan merayu atau mengobrol ngalor ngidul tidak jelas, sebagai lawan jenis.
Mendengar kata-kata Nara, Mahaedika tersadar kondisi dan siapa Nara. Dia sangat mengerti arti kata-kata Nara. Mahardika sangat mengenal gadis polos yang belum pernah tersentuh ini. Bagaikan mutiara yang masih didalam cangkang dan belum terpapar oleh matahari maupun air kotor. Mahardika sangat sadar, pertanyaan Nara itu benar adanya. Apa yang ada dalam pikiran Nara juga menyerbu otaknya membuatnya berpikir. Mahardika menarik nafas panjang dan tersenyum. Dalam pikirannya dia mengeluarkan sumpah serapah untuk Pradipta. Bagaimana bisa mutiara semurni dan secantik ini, dirusah oleh bajingan seperti Mahardika dan keluarganya.
“Jadi dirimu sendiri Nara, tapi jangan sampai rahasia siapa dirimu terbongkar,” kata Mahardika mencoba menenangkan Nara. Mahardika tahu, mudah baginya mengubah tampilan Nada menjadi Nara. Namun tidak mudah mengubah adat, kebiasaan dan karakter wanita didepannya ini menjadi wanita yang sebenarnya dia benci. Namun, Mahardika merasa sedikit beruntung dengan kecerdasan Nara.
__ADS_1
“Oke kalau gitu. Selanjutnya?” kata Nara mencoba memahami. Dia berpikir, jika secara keseluruhan sudah jelas,
mungkin akan lebih mudah baginya untuk menjalankan peran menjadi wanita penggoda. Nanti dia akan mempelajarinya. Dia yakin dia bisa berakting menjadi wanita penggoda yang disukai Pradipta.
“Dapatkan Pradipta dan bujuk dia untuk membatalkan pernikahannya. Cobalah dengan bujukan dan rayuan. Namun jika tidak berhasil lakukan lebih,” kata Mahardika. Nah ini yang Nara bingungkan. Kembali Nara bingung bagaimana merayu laki-laki sekeren dan sehebat Pradipta yang notabene bisa mendapatkan wanita manapun yang mengelilinginya setiap hari. Mahardika serius dengan Ipadnya untuk beberapa saat, membiarkan Nara terdiam berpikir. Setelah beberapa saat hening, Mahardika berdiri dan berjalan kearah Nara yang dibatasi meja. Dia memberikan I padnya pada Nara. Disana ada sebuah note berisi alamat-alamat youtube. Aku mebacanya hati-hati. Ternyata list youtube wanita-wanita menggoda dan merayu laki-laki. Disana juga ada beberapa catatan judul drama korea dan sinetron yang sepertinya tentang kisah para wanita merayu laki-laki.
“Tonton ini malam ini dan pelajari bagaimana mereka menggoda laki-laki,” kata Mahardika. Ya, Mahardika ingin Nara mempelajari dengan menonton mereka. Nara mengerti. Baiklah.
“Aku bisa. Semangat Nara!” Gumam Nara sambil menyimpan Ipad tadi.
“Oke untuk masalah ini jelas ya. Sekarang kita lanjutkan membicarakan rencana kita,” kata M sambil membuka Ipad kedua miliknya. Nara kembali serius mendengarkan laki-laki didepannya yang sedang membuat sebuah perencanaan strategi di gadgetnya. Sesekali dia memutar Ipadnya dan menunjukan kepada Nara untuk meminta pendapatnya. Narapun beberapa kali memberikan pendapat atau hanya mengacungkan jempolnya.
Seperti yang dibahas sebelumnya, untuk langkah pertama ini, Mahardika dan Nara berbagi tugas. Mahardika bertugas menjadi manager Nara dan mengatur agar Nara bisa menjadi model utama di LC. Dengan demikian Nara bisa dekat dengan Pradipta, seperti juga Juli. Tugas Mahardika juga untuk konsentrasi mengawasi pergerakan
Pradipta dan Juli. Mahardika juga harus memastikan data dan identitas Nara yang diambil dari seorang gadis yatim piatu, tidak terbongkar.
Diawal perjalanan project, Mahardika sudah membuatkan Nada identitas baru dengan nama Nara Mahardika. Seorang gadis yatim piatu. Papanya sudah meninggal dan Mamanya tidak tahu ada dimana. Nara dibesarkan di Yayasan Bunda Kasih di daerah Senen. Sisanya agar tidak menyulitkan Nara, Mahardika meminta Nara menggunakan cerita aslinya sebagai Nada, termasuk jenjang pendidikan dan ulang tahunnya. Semua data ini juga sudah dimasukan kedalam Catatan Sipil Jakarta Pusat, data sekolah Nara dari SD sampai kuliah, dan Google. Jika nanti ada yang mencari nama Nara, maka cerita gadis yatim piatu bernama Nara Mahardika ini yang akan
__ADS_1
muncul.