
POV Mahardika
“Sebenarnya sepenting apa kalung itu bos. Bukannya bos bisa membeli kalung berlian yang jauh lebih mahal dari kalung milik Lidya Dirgantara itu?” terdengar Sisca bertanya setelah memastikan dia hanya sendiri di ruang itu. Pembicaraan ini dilakukan setelah telephon dengan bosnya, yang melibatkan manajer restoran, serta rencana untuk melakukan penyergapan kepada Nara dan Adrian demi mendapatkan Kalung Lidya Dirgantara asli selesai. Terlihat sekali bahwa Sisca tidak mau pembicaraan kali ini diketahui orang lain.
Melihat dari cara Sisca bertanya, aku yakin gadis ini memiliki kedudukan cukup penting di organisasi mereka. Apalagi permintaan khusus dari sang bos agar penyergapan kalung dilakukan dengan bersih itu diberikan langsung kepada Sisca. Kemampuan Sisca yang sebenarnya, pasti sangat bisa diandalkan. Dengan begitu tidak akan ada yang menghubungkan perampokan kalung dengan mereka.
“Pastikan jangan sampai gagal. Kalung itu harus kembali kepada kita dan jangan sampai rusak. Jika diperlukan, artis baru itu kalian bunuh saja. Tapi melihat gelagat pengawalnya, kalian akan menemui kesulitan dengannya. Jadi sebaiknya kalian jangan hanya membawa dua mobil. Setidaknya 4 sampai 6.” Perintah dari boss Manajer dan juga Sisca ini lewat telp
“Kalung itu bukan kalung biasa. Dengan kalung itu dan dua kaling lainnya, aku bisa mendapatkan Harta Dirgantara,”
“Bukannya boss sudah dipastikan sebagai pewaris tunggal Dirgantara?”
“Tadinya memang seperti itu setelah Bajingan sialan itu mati bersama istri dan anaknya. Sayangnya Nenek sialan itu mendapat kabar bahwa cucu utamanya tidak meninggal. Satu satunya pewaris sah Dirgantara itu ternyata masih hidup namun tidak diketahui dia ada dimana. Itu mengapa aku mengeluarkan kalung Lidya Dirgantara. Jika Dika
memang masih hidup, dan tahu siapa dirinya, dia akan muncul dengan membawa dua kalung kunci lainnya milik Putra Dirgantara dan Dika Dirgantara. Setelah kalian mendapatkan kembali kalung Lidya Dirgantara, tugas kamu selanjutnya adalah mencari kalung Putra Dirgantara dan Dika Dirgantara. Hanya dengan tiga kalung ini kita bisa mendapatkan kunci kekayaan Dirgantara. Tentu selain sidik jari mereka berempat. Jika sudah tidak memungkinkan terpaksa jalan terakir adalah memaksa Nenek tua itu.”
“Baik boss. Dimengerti,”
“Ingat Sisca, hanya kita bertiga yang tahu ini semua. Pastikan semua berjalan dengan baik. Sementara ini Pradipta yang akan berjalan diatas tanah dengan LC. Kamu harus konsentrasi pada penemuan tiga kalung Dirgantara. Aku masih harus membereskan dunia bawah. Sangat sulit menjatuhkan Sasha dan organisasinya. Laki-laki itu sangat sulit diketahui keberadaannya. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa dia sudah mati.”
“Saya dengar Sasha memang sudah mati dan digantikan oleh anaknya boss,” kata Sisca
__ADS_1
“Kamu bego atau sinting? Mana mungkin Sasha punya anak. Bahkan menikah saja dia tidak mungkin. Semua tahu kalau Sasha adalah gay yang menikahi seorang laki-laki bernama Mr. J Month. Sayangnya sampai sekarang kita tidak tahu siapa itu Mr J month dan tidak pernah bisa mendapatkan posisi mereka berdua sampai sekarang, “
“Ada yang bilang mereka berdua memiliki anak kembar dengan cara adopsi dan keduanya sudah meninggal. Namun informasi ini tidak pernah bisa divalidasi boss”
“Ok sudahlah, selama kita masih bisa bergerak diatas dan dibawah, tidak perlu memusingkan mencari mereka. Nanti kalau aku sudah berhasil menguasai kunci Dirgantara, maka dunia atas dan bawah akan menjadi milik kita. Dirgantaralah penguasa dua dunia tersebut. Itulah kenapa kamu tidak boleh gagal mendapatkan kalung itu.”
“Siap boss. Saya segera menyiapkan penyergapan dan perampokan kalung Lidya, “ kata Sisca.
“Tapi Nara jangan sampai terluka. “ tiba tiba masuk seorang laki-laki yang suaranya sangat kukenal. Siapa lagi kalau bukan si buaya darat kurang ajar itu.
“Haish, ya nggak mungkin disergap perampok tapi nggak luka sama sekali,” kata Sisca
“Hahahaha, kenapa kamu P, jatuh cinta hah? Seorang buaya duda bisa jatuh cinta juga?”
“Entahlah, ada yang beda dari Nara Co,” kata kata Pradipta ini sebenarnya aku setuju. Dia benar soal Nara. Nada sangat special. Hatinya begitu putih. Wanita itu begitu sabar dan selalu mengabdi kepada suaminya dengan setia. Sayangya dia harus memiliki suami bajingan seperti Pradipta. Ditambah lagi sekarang Nada bertransformasi menjadi Nara yang memiliki penampilan fisik sempurna, berdasarkan survey valid di Asia. Menjadi wanita dengan fisik yang sempurna. Perpaduan Nada dan Nara adalah definisi wanita yang sempurna. Sangat berbeda dengan para wanita yang sering kami temui. Terutama para wanita yang sering ditemui Pradipta.
Ok sebaiknya kembali konsentrasi pada rencana mereka. Ini menyangkut keselamatan Nara dan Adrian. Mereka merencanakan untuk merampok kalung yang dipakai Nara. Memang mereka tidak menjadikan Nara sebegai sasaran, namun Adrian dan Nara bisa menjadi korban dalam proses pengambilan kalung. Paling tidak aku sudah tahu berapa banyak pasukan yang mereka kirimkan. Aku segera meminta Henry untuk mempersiapkan tentara bayangan.
“Adrian, karena kita tidak bisa memasukan kamu dalam monitor percakapan sekarang dengarkan aku. Singkatnya adalah, Pradipta dan bosnya mengincar kalung asli Lidya Dirgantara. Kita semua tahu kalung telah aman. Karena mereka mengira kalung yang dipakai Nara adalah kalung asli dan mereka menginginkannya, maka mereka
melakukan segala cara untuk mendapatkan kalung itu. Setelah mengambil kalung saat di ruangan ganti tidak berhasil, mereka merencanakan penyergapan dengan berkedok perampokan kepada Nara saat pulang nanti. Koordinasi tim akan aku hubungkan ke comunicatormu, hingga kita semua terhubung,” aku menerangkan sedikit pada Adrian yang saat itu aku tahu, tidak memungkin kan berbicara banyak.
__ADS_1
“Sudah diduga sih boss, lalu keterangan apa yang kita punya dan bagaimana aturan main tim?” tanya Adrian pelan.
“Pastikan Nara aman dari mulai sekarang sampai nanti pulang. Jangan biarkan Nara lepas darimu apapun yang terjadi. Nanti kalian akan menggunakan mobil anti peluru, kuncinya akan langsung diantar oleh Henry. Jangan lupa beritahu Nara saat mereka lengah,” kataku dengan tegas. Sementara Sisca mengatur penyerangan, aku juga mengatur strategi yang akan kami lakukan untuk menghadapi mereka,
“Henry, kita sudah tahu mereka akan mengerahkan 5 mobil yang berarti akan ada sekitar 30 orang yang akan menyerang Adrian. Kita tidak mungkin memasukan orang kedalam mobil tersebut. Sebaiknya Adrian nanti bertukar mobil dengan kamu. Gunakan mobil anti peluru untuk dia.” Kataku kepada Henry sekaligus memberi tahu koordinasi antara Henry dan Ardian.
“Bayu segera siapkan 50 pasukan bayangan untuk mengikuti Nara. Adrian gunakan rute lingkar luar agar tidak mengundang kerusuhan dan mengurangi korban jika terjadi apa-apa. Hindari jalan utama yang padat. Sepertinya mereka tidak akan menggunakan cara berlebihan mengingat mereka hanya tahu adrian yang menjaga Nara. Meskipun Pradipta sudah menyadari kekuatan Adrian,” kataku
“Apakah Adrian siap untuk mendapat serangan sendirian? “ tanya Henry
“Siaplah,” kata Adrian dengan santai.
“Sepertinya yang kita khawatirkan adalah Nara,” kataku dengan sedikit ragu.
“Nah itu yang harus kita jaga. Jika terlalu banyak serangan dan seperti kita tahu Nara adalah target utama , apakah dia tidak akan panik,” kata Adrian.
“Ya pasti panik. Tinggal bagaimana Adrian mengatasinya. Nara cukup kuat menurutku. Tapi aku tidak tahu apakah dia akan tenang atau tidak ketika dia diserang kembali di mobil. Ingat bahwa dia pernah mengalami percobaan pembunuhan,” kataku.
“Ok, saya mengerti. Sebentar lagi Nara akan keluar. Sepertinya makan siang akan berlangsung tidak terlalu lama mengingat mereka juga ingin proses ini cepat. Hanya Pradipta yang tidak setuju ini dipercepat. Sebaiknya Henry sudah siapkan mobilnya sebelum 1 jam,” kata Adrian.
“Oke, sepertinya semua sudah siap. Ingat pasukan bayangan harus benar benar waspada. Musuh kita bukan abal-abal,” kataku. Setelah itu aku dan segera melakukan koordinasi akhir dan persiapan. Aku juga melihat pergerakan dari tim Sisca untuk mempersiapkan aksi mereka
__ADS_1