
POV Mahardika
Nara kembali melakukan kencan dengan Pradipta, berdalih mengawali pembicaraan pengurusan
asuransi kalung yang didapat Nara dari lelang LC. Karena kalung itu milik
keluarga Dirgantara dan sejak awal yang membayarkan premi asuransi adalah
keluarga Dirgantara maka asuransi hanya bisa diklaim oleh mereka. Dalam hal ini
keluarga Dirgantara di wakili oleh boss Pradipta, Franco, pemilik LC. Selain
itu, mereka belum sempat mengurus surat pergantian kepemilikan untuk kalung
lidya Dirgantara, hingga peristiwa perampokan itu terjadi. Pihak asuransi belum
menerima perpindahan kepemilikian sampai saat ini. Secara surat menyurat masih
dengan keluarga Dirgantara.
Sebenarnya pengurusan asuransi ini tidak perlu ada pembicaraan antara Nara dan Pradipta
karena semua sudah diurus oleh manajemenku dan perusahaan LC. Namun sebagai
buaya kelas kakap, Pradipta ingin memanfaatkan moment ini sebagai pendekatan
dengan Nara. Aku tahu Nara sendiri sempat bingung berpikir apa yang diinginkan
Pradipta. Dia sempat mempertanyakannya padaku. Semua orang juga tahu kalau dia sudah
__ADS_1
bertunangan dengan Juli. Dan Nara bukan tipe gadis-gadis yang dia tiduri
semalam tanpa ikatan apapun. Jauh dari semua perempuan itu malah. Dari
penampilan maupun sikap, Nara menegaskan dirinya bukan perempuan yang dengan
mudahnya menyerahkan diri di tempat tidur. Dan aku yakin sekali, Pradiptapun
menangkap sinyal tersebut. Bahkan sikap dan pembawaan Nara inilah yang
sepertinya membuat Pradipta menginginkan Nara.
Namun sikap Pradipta saat ini merupakan keuntungan besar bagi Nada’s Project. Tujuan sesi yang sekarang kan membuat Pradipta tertarik pada Nara dan
membuat dia jatuh cinta. Dengan sikap Pradipta sekarang ini, 50 % dari tujuan
pada Nara dan memutuskan pertunangannya dengan Juli.
Kencan kali
ini, Aku dan Adrian memastikan terjadi di restoran yang kami tentukan. Situasi
sekarang ada dalam kendali pihak Nara. Aku
tidak ingin apa yang terjadi kemarin akan terjadi lagi. Bagaimanapun kami harus waspada jika sampai pihak LC
mengetahui kalau kalung sudah ditukar oleh Nara. Jika sampai pihak LC tahu jika
kalung yang dipakainya adalah kalung tiruan. Mereka pasti akan sangat marah
__ADS_1
saat sadar bahwa kalung yang mereka rampok bukan kalung asli yang Untuk
mengantisipasi semua itu, kami siap atas segala resiko.
Namun sampai
makan malam terjadi tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Pradipta dan Nara
tampak menikmati makan malam, sementara Aku, Henry dan Adrian menikmati
beberapa botol Tierra De Fuego Cabernet Sauvignon. Pahitnya wine yang menytapa
mulutku terasa lebih pahit malam itu. Aku selalu keheranan dengan hatiku
sendiri. Mengapa reaksiku seperti ini saat melihat Nara tampak bercakap dan
menikmati berdua dengan Pradipta. Aku akui, Pradipta cukup sabar dann sopan serta
mampu membuat hati wanita terpesona. Tapi
ini adalah Nada yang berubah menjadi Nara. Wanita yang pernah disakitinya. Dan Nara
dengan mudahnya menerima kehadiran Pradipta. Kembali dan sepertinya
memaafkannya. Entah Nada yang terlalu baik hati atau Pradipta yang sangat
piawai mempengaruhi.
Henry dan Adrian seperti paham dengan apa yang aku alami. Mereka berdua menemaniku sambil menjaga situasi di restoran dan keamanan Nara. Kami bertiga hanya diam tanpa kata. Hanya sesekali saling memandang dan mengatur strategi dalam diam. Kami hanya memandang Nara yang sedang menikmati makan malamnya dan tertawa ceria mendengarkan candaan buaya darat didepannya.
__ADS_1