Nada Nara

Nada Nara
80. Kencan Makan Malam


__ADS_3

POV Mahardika


Nara kembali melakukan kencan dengan Pradipta, berdalih mengawali pembicaraan pengurusan


asuransi kalung yang didapat Nara dari lelang LC. Karena kalung itu milik


keluarga Dirgantara dan sejak awal yang membayarkan premi asuransi adalah


keluarga Dirgantara maka asuransi hanya bisa diklaim oleh mereka. Dalam hal ini


keluarga Dirgantara di wakili oleh boss Pradipta, Franco, pemilik LC. Selain


itu, mereka belum sempat mengurus surat pergantian kepemilikan untuk kalung


lidya Dirgantara, hingga peristiwa perampokan itu terjadi. Pihak asuransi belum


menerima perpindahan kepemilikian sampai saat ini. Secara surat menyurat masih


dengan keluarga Dirgantara.


Sebenarnya pengurusan asuransi ini tidak perlu ada pembicaraan antara Nara dan Pradipta


karena semua sudah diurus oleh manajemenku dan perusahaan LC. Namun sebagai


buaya kelas kakap, Pradipta ingin memanfaatkan moment ini sebagai pendekatan


dengan Nara. Aku tahu Nara sendiri sempat bingung berpikir apa yang diinginkan


Pradipta. Dia sempat mempertanyakannya padaku. Semua orang juga tahu kalau dia sudah

__ADS_1


bertunangan dengan Juli. Dan Nara bukan tipe gadis-gadis yang dia tiduri


semalam tanpa ikatan apapun. Jauh dari semua perempuan itu malah. Dari


penampilan maupun sikap, Nara menegaskan dirinya bukan perempuan yang dengan


mudahnya menyerahkan diri di tempat tidur. Dan aku yakin sekali, Pradiptapun


menangkap sinyal tersebut. Bahkan sikap dan pembawaan Nara inilah yang


sepertinya membuat Pradipta menginginkan Nara.


Namun sikap Pradipta saat ini merupakan keuntungan besar bagi Nada’s Project.  Tujuan sesi yang sekarang  kan membuat Pradipta tertarik pada Nara dan


membuat dia jatuh cinta. Dengan sikap Pradipta sekarang ini, 50 % dari tujuan


pada Nara dan memutuskan pertunangannya dengan Juli.


Kencan kali


ini, Aku dan Adrian memastikan terjadi di restoran yang kami tentukan. Situasi


sekarang ada dalam kendali  pihak Nara. Aku


tidak ingin apa yang terjadi kemarin akan  terjadi lagi. Bagaimanapun kami harus waspada jika sampai pihak LC


mengetahui kalau kalung sudah ditukar oleh Nara. Jika sampai pihak LC tahu jika


kalung yang dipakainya adalah kalung tiruan. Mereka pasti akan sangat marah

__ADS_1


saat sadar bahwa kalung yang mereka rampok bukan kalung asli yang   Untuk


mengantisipasi semua itu, kami siap atas segala resiko.


Namun sampai


makan malam terjadi tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Pradipta dan Nara


tampak menikmati makan malam, sementara Aku, Henry dan Adrian menikmati


beberapa botol Tierra De Fuego Cabernet Sauvignon. Pahitnya wine yang menytapa


mulutku terasa lebih pahit malam itu. Aku selalu keheranan dengan hatiku


sendiri. Mengapa reaksiku seperti ini saat melihat Nara tampak bercakap dan


menikmati berdua dengan Pradipta. Aku akui, Pradipta cukup sabar dann sopan serta


mampu membuat hati wanita terpesona.  Tapi


ini adalah Nada yang berubah menjadi Nara. Wanita yang pernah disakitinya. Dan Nara


dengan mudahnya menerima kehadiran Pradipta. Kembali dan sepertinya


memaafkannya. Entah Nada yang terlalu baik hati atau Pradipta yang sangat


piawai mempengaruhi.


Henry dan Adrian seperti paham dengan apa yang aku alami. Mereka berdua menemaniku sambil menjaga situasi di restoran dan keamanan Nara. Kami bertiga hanya diam tanpa kata. Hanya sesekali saling memandang dan mengatur strategi dalam diam.  Kami hanya memandang Nara yang sedang menikmati makan malamnya dan tertawa ceria mendengarkan candaan buaya darat didepannya.

__ADS_1


__ADS_2