Nada Nara

Nada Nara
Bab 113 Ajaakan kencan dari Pradipta untuk Nara


__ADS_3

Pagi itu,Nara terbangun dengan sedikit mengantuk. Semalaman ia banyak berpikir tentang semua yang akan dilakukannya. Semua yang akan terjadi jika dia meneruskan Nada’s Project. Memikirkan tentang masa lalu dan masa depannya jika dia berhasil dengan Nada’s Project. Semua pikirannya tentang masa lalunya bersama Pradipta, keluarga pradipta, kecelakaan tidak bisa dia hentikan Sampai dia tertidur menjelang pagi. Namun bukan Nara jika dia akan berlama-lama bergelung dibalik selimut. Sejak kecil Nara didik untuk menjadi wanita yang rajin an disiplin. Karena itu, dia langsung beranjak bangun  dan mandi.


Setelah selesai, Nara langsung menuju dapur dan menyiapkan makan pagi. Setelah siap,  Nara membersihkan rumah dan mengurus cucian, merawat tanaman dan menyelesaikan pekerjaan rumah lainnya, sambil menunggu M keluar dari kamar dan sarapan.


“Selamat pagi Nara,” suara berat M mengejutkan Nara.


“Pagi M, mau sarapan apa?” kata Nara sambil meletakan beberapa makanan diatas meja untuk dipilih M.


“Apa aja. Ini semua cukup banyak untuk sarapan kan,” kata M sambil melihat apa  yang terhidang di meja, mulai menikmati sarapannya.


“Bagaimana perasaanmu pagi ini? Masih terkenang dengan kencan semalam dan masa lalu?” tanya M dengan sedikit sinis. Jika diperhatikan dengan seksama, ada nada suara cemburu disana.


“Kamu bicara apa sih,” kata Nara dengan pipi memerah. “lupakan apa yang semalam,” kata Nara. Dia menunduk menutupi rasa malunya. Nara sangat yakin saat ini pipinya sudah merah  M tertawa melihat respon Nara. Sambil mengunyah roti sarapannya, M menikmati wajah tersipu dan memerah Nara. Keduanya dikejutkan oleh deringan Hape Nara. Ternyata  datang pesan dari Pradipta. Nara mengernyitkan dahi dan menunjukan ponselnya pada M. M segera menggeser kursinya, ke samping Nara.


P: Selamat pagi cantik. Apa kabar? Nyenyakkah tidur Nara tadi malam?


N: Pagi. Baik. Lumayan


P: aku semalam tidak bisa tidur nyenyak karena terus memikirkanmua


N; oh ya?

__ADS_1


P: kamu benar benar perempuan luar biasa. Kamu cantik, pintar, baik dan tidak Matre,


N ; kamu terlalu memuji. Kamu belum tahu siapa saya.


P: ya memang, tapi pesonamu luar biasa, membuat aku selalu merindukanmu. Boleh aku mengenalmu lebih dekat?


N: tentu kenapa tidak.


P: Bagaimana kalau kita berkencan besok?


N: Kencan? Maksudmu?


Nara bingung menjawab ajakan Pradipta. Dia memandang M yang ada disebelahnya.


“M, Pradipta mengajakku kencan.  Bagaimana? “ tanya Nara pada M


“Kita bicara Nada’s Project kan ya sudah, terima dia, jerat dia dan batalkan pernikahan mereka yang hanya hitungan minggu ini,” kata M mengingatkan tegat waktu   “Tetapi tetap berhati hatiNara mengangguk tanda mengerti. Dia berpikir sejenak


N : Maaf lama, tadi aku ke dapur ambil minum.


P: Oh aku kira kamu marah karena kuajak berkencan

__ADS_1


N: kenapa marah?


P: Tidak apa-apa.Sudah lupakan saja, yang penting  Jadi bagaimanana dengan ajakan kencanku?


N: ehm bagaimana ya? Aku masih khawatir dengan Juli. Bagaimanapun juga dia tunangan dan calon istrimu.


P: Calon istri? Oh Juli…


N: iya wanita yang sangat cantik dan bersama kamu telah mengumumkan pernikahan kalian


P: hahaha, tenang. Itu tidak seperti yang kamu lihat. Lihat saja nanti. Bentar lagi aku akan membuktikan kalau aku hanya ingin menikmat menua bersamamu Nara.


Di samping Nara M tertawa tergelah membaca rayuan Dia  mengatakan bahwa Pradipta sangat pandai menggombal. Nara terlihat menekuk wajahnya dan menjulurkan lidahnya pada M.Laki-laki itu terus menggodanya dengan se tetapi Nara hanya tersenyum sambil kembali konsentrasi pada hape nya.


N: benar tidak akan jadi masalah?


P iya cantik. Serahkan semua padaku. Kamu hanya perlu berdandan cantik dan bergembira bersamaku


N: Kalau begitu baiklah. Kita bertemu Sabtu  nanti.


Nara meletakan handphone nya dan melanjutkan sarapannya dalam diam.

__ADS_1


__ADS_2