
Hai kita ketemu lagi ya menjelang lebaran. Mohon maaf lahir dan batin.
Selamat membaca. Jangan lupa, biat penulis semangat, berikan dukungan berupa like, vote, komen atau apapun. Promosikan juga ya pada yang lain.
Banyak cinta untuk kalian.
Setelah bergabungnya Papa Janu dengan pekerjaan barunya, kehidupannya bersama keluarga baru, berjalan lancar. Hidup tidak lagi sulit bahkan menjadi lebih baik. Untuk tetap menjaga nurani, Papa Janu memilih tetap hanya berperan dibalik laptop. Meskipun, sang sahabat telah menggantikan Papinya sebagai ketua organisasi. Dengan kedudukan baru ini, Papa Janu ditarik menjadi tangan kanan sang sahabat. Sejak awal, Papa Janu tidak pernah mau terlibat langsung dengan kegiatan Organisasi dunia gelap. Bahkan nama Januaria tidak pernah ada dalam catatan organisasi. Dia selalu hadir sebagai Anonymous dalam pertemuan Organisasi. Hanya sang ketua yang mengetahui siapa Anonymous sebenarnya. Semua uang yang masuk ke rekening Papa Janu, tidak pernah bisa terlacak dari mana asal-usulnya. Uang bayaran yang didapat selalu dikirim ke rekening lain yang tidak terhubung secara langsung dengannya. Sang Ketua, sering meminta Papa Janu untuk berlatih senjata ekstrim dan terlibat langsung di organisasi, namun, Papa Janu menolaknya. Ia merasa sudah cukup dengan kemampuan beladiri yang dimilikinya. Laki-laki ini memang tidak menyukai kekerasan dalam bentuk apapun, meski sahabatnya selalu berkata,tidak mungkin menghindarinya. Sampai akhirnya sebuah kejadian mengerikan mengubah semuanya. Sebuah kejadian yang membuat keluarga Papa Janu hancur berantakan dan secara tidak langsung menyebabkan Ibu Lis meninggal.
Pagi itu, Papa Janu, Bu Lis dan Maria sarapan bersama seperti biasa. Mereka berbicara dengan hangat, saling berbagi cerita tentang hari-harinya. Bu Lis sempat menanyakan, kapan Maria menikah. Gadis itu hanya tertawa dan mengatakan, "Nanti kalau sudah ada jodohnya bu".
“Maria, kamu sudah waktunya menikah nak. Tidak enak dilihat orang, kalau diusia kamu sekarang kamu belum menikah. Nanti diolok-olok sebagai perawan tua,” kata Ibu.
“Wah kalau menikah hanya karena biar tidak diolok-olok, gimana kalau kita menikah Jan? Kamu jadi istriku, aku jadi istrimu. Jadi kita main istri-istrian,” kata Maria sambil mengedipkan matanya pada Papa Janu. Ya mereka berdua sangat tahu tentang Papa Janu. Bahkan merekapun tahu role Papa Janu dalam hubungan dengan kekasih, di dunia pelangi.
__ADS_1
“Hah? Ogah, aku nggak mau ya jadi lesbi,” kata Papa Janu sambil tertawa. Maria pun tertawa tergelak mendengar jawaban Janu.
“Kalian ini, diajak ngomong serius kok malah becanda. Ibu serius lho Maria, kalau mengharapkan cucu dari Janu ya percuma. Wong dia nggak bisa hamil,” kata ibu sambil cemberut. Papa Janu segera berdiri dan memeluk Ibu Lis. "Tenang ibuku sayang, Janu pasti akan memberimu cucu. Tapi nanti ya, Janu cari suami yang ganteng dulu,” kata Papa Janu pada ibu Lis.
“Woi! Kalau yang ganteng buat kamu, kapan aku kebagiannya?” kata Maria sambil tertawa. Kami bertiga tertawa bersama. Itulah keakraban hangat yang setiap pagi kami rasakan, sampai pagi itu. Sebelum meninggalkan meja makan, Maria mengatakan bahwa malam ini mereka tidak pulang malam itu. Ibu Lis dan Maria mendapatkan pesanan makanan untuk pesta di rumahsebuah keluarga terpandang di kota ini, keluarga Semesta. Papa Janu mengenal Bapak-Ibu Semesta sebagai teman orang tuanya dahulu. Dia juga mengenal putra mereka, Jerry Semesta, yang dulu pernah menjadi temannya, sebelum dia diusir. Menurut Papa Janu, temannya ini dikenal sebagai penjahat kelamin yang suka memangsa gadis perawan dengan dalih memacarinya. Papa Janu sangat mengenalnya karena dia pernah jatuh cinta pada Jerry yang selain kaya juga tampan. Malam itu, Maria dan Ibu harus menginap karena Ibu Semesta meminta bantuan, membantu membereskan makanan seusai pesta. Itu berarti bisa sampai tengah malam dan tidak mungkin pulang.
Papa Janu dan Jerry dahulu sempat berteman. Namun setelah tahu kalau Papa Janu adalah seorang gay dan dibuang dari keluarganya, Jerry menjauh. Beberapa kali mereka bertemu di luar kampus setelah kejadian Papa Janu diusir, Jerry bersikap seolah-olah tidak mengenalnya atau bahkan mengolok-olok dan kasar pada Papa Janu. Sikap jerry membuat Papa Janu marah dan menjauh. Sampai terjadilah kisah mengerikan yang menghancurkan Papa Janu dan keluarga barunya.
Dari video berjudul Maria yang diberikan Papa Janu, aku mengetahu kisah malam itu. Kisah yang membuat Papa Janu marah besar dan berubah. Menurut Papa Janu, video-video itu dia dapat dari handphone Jerry, dan sebagian kecil ada di handphone Maria.
Meski dengan berurai air mata, Maria yang berada dibawah kekuasaan obat, mengikuti kemauan dua laki-laki yang meng gagahi nya. Bibirnya digarap dengan kasar oleh Jerry saat bagian paling pribadi dibawah di kerjai oleh Gerald. Kedua bukit indah yang putih dan kencang itu, mampu membuat Jerry terbelalak dan tergila-gila untuk menikmati dan memakan habis tanpa ampun. Mau tidak mau, Maria mengeluarkan suara asing yang tak pernah dia lakukan, mengeluarkan rasa dalam keterpaksaan. Belum lagi rangsangan yang dilakukan temannya dibawah sana membuat Maria lebih dahulu mencapai puncak yang tidak diinginkan. Hal ini membuat Maria merasa malu dan jijik pada dirinya sendiri. Maria sangat putus asa dan merasa dirinya sangat kotor.
Bahkan karena obat perangsang dan rangsangan dari dua laki-laki itu, Maria tidak bisa menahan dirinya tanpa sadar memohon pada Jerry agar melakukan hal yang tidak seharus dilakukan. Jerry dan temannya tertawa puas.
Jerry kemudian meminta temannya untuk bertukar posisi. Kini temannya mulai mencicipi bibir dan bukit indah yang mampu membuat setiap laki-laki menelan ludah.
__ADS_1
Jerry tahu, kalau Maria masih perawan. Dia yang merasa sebagai pemilik rumah, merasa berhak mengambil keperawanan gadis didepannya. Seperti sebelumnya, laki laki ini menganggap keperawanan seorang gadis adalah thropy kemenangan yang harus dinikmati dengan santai, tak peduli kesakitan sang pemilik. Jerry selalu melakukannya dengan pelan dan pasti. Gerald yang sudah tidak tahan ingin mencicipi gadis didepannya. Walaupun dia masih harus mengalah dengan boss kecilnya, Jerry.
“Jer, tidak usah pelan pelan, buruan. Ngapain sih pake kasihan. Malam pertama sama istri, iya pelan-pelan, kasihan. Kalau ini nggak usah pakai kasihan. Aku juga sudah tidak tahan,” kata Gerald pelan pada Jerry yang sedang asyik mengamati wajah Maria yang tampak kesakitan dan tertekan sambil tersenyum.
“Berisik! Bukan karena kasihan, namun itulah cara dan ritual seorang Jerry menikmati keperawanan seorang gadis. Melihat seorang gadis yang kesakitan ditembus untuk pertama kali, merupakan sebuah kemenangan yang harus diresapi dan dihayati,” kata Jerry sambil memberikan seringai lebar.
Maria yang sudah tidak tahan lagi akibat pengaruh obat dan juga merasakan sakit yang tak tertahankan, mulau memohon pada jerry untuk segera dilakukan.
“Sebentar sayang. Nikmati, jangan dilawan. Kamu suka kan? Lihat kamu seperti jlang yang memohon untuk kupuaskan. Semua wanita memang jlang munafik,” kata Jerry sambil tertawa. Wajahnya yang bule arab tampak merona karena hasrat yang membuncah. Disaat tirai tipis tertembus,, entah bagaimana, semua pengaruh obat perangsang pada Maria langsung hilang. Perasaan panas yang tadi dirasakan Maria tak lagi berbekas. Yang tersisa adalah rasa sakit yang membuat Maria berteriak memohon Jerry untuk berhenti. Laki-laki itu tidak peduli. Dia terus melakukannya meraih kenikmatan yang salah.
Karena melihat Maria memberontak, Gerald berinisiatif mengikat tangan Maria keatas. Gerald semakin menggila, memaksa Maria memuaskan melalui mulut gadis itu. Tentu saja Maria menolak keras dan menggigit Gerald.junior. Untung laki-laki itu tangkas menariknya kembali dan menampar Maria. Jerry yang melihat itu tertawa terbahak-bahak dan terus menikmati apa yang dilakukan. Karena marah, Gerald menutup mulut Maria agar tidak berteriak, dengan saputangan besar yang dia temukan didekat Maria. Setelah itu dia kembali menggarap badan Maria meninggalkan jejak di kulit putih Maria menjadi merah keunguan. Hal ini berlangsung cukup lama. Entah sudah berapa lama ketika akhirnya Jerry berteriak keras mencapai kepuasannya. Seluruh bibit calon little Jerry ditumpahkan ke rahim Maria tanpa ampun lalu menggelepar puas disamping Maria. Gerald yang sudah tak tahan, tidak mau menunggu lama. Badan Maria yang masih dengan tangan terikat. Kali.ini, Gerald tanpa peduli kesakitan Maria, menembus lubang pembuangan yang seharusnya tidak digunakan untuk kepuasannya, karena tidak ingin bekas bosnya.
“Tak ada rotan akarpun jadi. tak ada depan, belakangpun jadi,” kata Gerald yang disambut tawa puas Jerry. Gadis itu melolong kesakitan dan merasa dunianya mulai gelap. Jerry mengetahui hal itu, langsung mengabil segelas air diatas nakas dan disiramnya muka Maria. Gadis itu langsung tersadar dan merasa kesakitan. Gerald terus menggenjot juniornya dan tak lama kemudian melolong keras mencapai kepuasan dan terkapar disisi Maria yang lain.
Mereka melakukan beberapa kali sampai Maria kewalahan dan benar-benar pingsan. Jerry sempat mengulang membangunkan Maria dengan menyiramnya. Namun tidak berhasil. Semua kegiatan maksiat malam itu direkam oleh Gerald yang bergiliran memperkosa Maria tanpa belas kasihan. Ditengah, tengah menggarap Maria, Ibu Lis sempat terbangun dan menyaksikan bagaimana putrinya digarap oleh dua orang pemuda itu hanya bisa menangis tak berdaya. Jantungnya terasa sakit dan perih. Diapun kembali pingsan bukan karena obat bius, tetapi karena benar-benar tidak kuat.
__ADS_1
***