
Suatu hari, saat aku merasa Nara sudah cukup kuat, aku berencana meneruskan rencana ke Fase 4. Fase
pelaksanaan balas dendam. Dalam fase ini, pemikiranku dan Nara berbeda. Bagi Nara fase ini adalah fase perjuangannya mendapatkan Mahardika. Sedangkan bagiku, ini adalah fase memisahkan juli dengan bajingan tengik itu, sekaligus.menyingkirkannya.
Dari laporan tim ku, Pradipta telah melamar ulang Juli. Mereka merencanakan untuk menggelar pernikahan, setelah satu tahun kematian istri Pradipta. Menurut laporan tim penyelidik, Pradipta dan Juli sudah merencanakan pernikahan mereka dengan baik dan detil. Juli benar-benar ingin menggelar pernikahan besar yang mewah, seperti pernikahan impiannya. Ada banyak hal yang aku tahu tapi aku tidak bisa memberitahukan pada Nara. Kalaupun aku memberitahu dia, sepertinya Nara juga tidak akan percaya, bahwa suaminya adalah bajingan pengecut kelas kakap.
Suatu pagi, aku berencana membicarakan fase 4 pada Nara. Fase dimana aku akan melakukan lounching
masterpiece ku ke dunia luar. Tentu baru percobaan. Demi keberhasilan misi Nada’s Project, aku tidak dapat mengibarkan bendera -Mahardika si jenius rekayasa- dengan mengatakan Nara adalah karya besarku. Dia hanya aku perkenalkan pada dunia luar dan membuatnya menjadi terkenal, tanpa menyebutkan kisahnya.Dia akan dikenal banyak orang sebagai Nara , bukan Nada yang kusulap menjadi Nara. Nanti ada saatnya semua perjuangan kami akan diceritakan pada dunia.
“Nara, sekarang kamu sudah cukup stabil. Sepertinya kamu sudah mulai harus terlihat di masyarakat umum,” kataku pada Nara yang sedang menikmati sarapannya.
“Maksudnya,” kata Nara.
“Sesuai dengan rencana selanjutnya dari Nada’s Project, balas dendam, tidak mungkin kamu mendekati Pradipta tanpa nama. Bagaimana kalau kamu mulai menjadi presenter di beberapa acara,” kataku memberikan penjelasan awal. Aku ingin membangun image Nara sebagai seorang artis serba bisa, model dengan wajah dan penampilan sempurna, terbaik se Asia. Selain itu, image asli Nada sebagai gadis sederhana, lemah lembut dan pekerja keras, akan aku tonjolkan. Dengan demikian, Nara tidak terlalu canggung menjalani kehidupannya, kan? Setelah image terbentuk, maka aku dan manajemen artisku akan memasukannya menjadi mascot terbaik produk-produk yang
__ADS_1
dipegang Lion Communication. Dia pasti akan menjadi model yang terkenal dan dicari banyak perusahaan.
Aku tahu Nara belum percaya diri. Efek dari bully yang dialami Nada puluhan tahun, tentu tidak bisa dihilangkan begitu saja, semudah menghilangkan daging dan selulitnya. Luka yang tak terlihat jauh lebih sulit disembuhkan dibanding luka yang mengerikan di mata. Sepertinya, perasaan rendah diri, tidak yakin pada diri sendiri hingga mental nerima apapun yang diberikan dan terjadi tanpa bisa bilang tidak dan jangan, atau aku lebih suka bilang sebagai mental budak, telah tertancap dikepalanya yang cantik itu.
Pekerjaanku berikutnya adalah mencuci otak Nara agar dia berubah. Aku harus mengubah mindset yang telah rusak akibat bulian. Aku harus mengubah psychology mental base nya Nada menjadi Nara yang baru. Aku membuatkan kata ajaib yang wajib dia ucapkan minimal 10 kali didepan kaca, setiap pagi dan malam. Kalimat itu adalah “Aku Nara. Aku cantik Aku seksi. Aku berharga.” Lumayan berhasil menurutku. Sedikit demi sedikit, Nada bertransformasi menjadi Nara secara mental dan Psikologis.
“Jadi diri kamu sendiri Nara, kamu bisa. Kamu menarik. Kamu sekarang super cantik. Wajah dan tubuh kamu sempurna,.Idaman wanita manapun. Itu menjadi pendukung dari pesona asli Nada, yang disukai banyak orang,” kataku saat Nara ragu.
“Tapi kalau menjadi diri sendiri akan berhasil, kenapa dulu Pradipta selingkuh?” jawaban Nara yang sempat membuat emosiku naik keubun-ubun. Kenapa masih merasa dia yang bersalah? Pradiptalah yang bajingan, bukan salah Nada, karena dia menjadi diri sendiri. Akan tetapi, perempuan luar biasa yang hidup bersamaku berbulan-bulan ini kadang bodoh jika sudah terkontaminasi dengan bajingan satu itu. Bayangkan, dia selalu bilang, “Pradipta itu baik, penuh kasih sayang dan mencintaiku sejak kecil. Hanya dia laki-laki yang baik yang tidak memandang cantik dan tubuh saat mecintai. Dia berubah karena Juli, perempuan pelakor itu.” Kata-kata yang selalu sukses membuatku gemas dan ingin menggigit gadis didepanku ini.
“Ish, kenapa sih kamu selalu membela Juli? Kamu kan tidak mengenal Pradipta,” kata Nara setiap kali aku membela Juli. Disinilah kami berbeda pendapat. Bagi Nara, Julilah yang salah dalam hubungan mereka bertiga. Bagiku, Pradiptalah bajingan predator yang menjerumuskan Juli. Akan tetapi aku sadar, Nada tidak pernah tahu apa dan siapa aku serta apa hubunganku dengan Juli. Dan sepertinya aku belum ingin dia tahu. Jika sampai dia tahu, aku tidak bisa menduga apa reaksinya.
“Ehm, bukan. Bukan membela tapi…. Arghh sudahlah. Pokoknya, sekarang kita harus lanjutkan rencana kamu buat merebut Pradipta dari Juli. Jangan sampai mereka menikah,” kataku mencoba mengalihkan pembicaraan. Nara terkejut mendengan Pradipta akan menikahi Juli. Sebenarnya aku cukup heran dengan reaksi Nara. Bukankah sudah cukup jelas jika hubungan mereka akan kearah sana? Bagaimanapun Juli sudah lebih sering tinggal di apartemen Pradipta dibanding di rumah. Aku juga heran, Nara masih berpikiran bahwa Pradipta tidak bisa menikahi Juli, karena masih terikat pernikahan dengannya. Dia lupa jika dia sudah dinyatakan meninggal. Itu berarti diluar sana Pradipta adalah duda yang bebas menikah kapan saja. Dia lupa kalau hanya aku dan dia yang tahu kalau Nada masih hidup.
“Kalau begitu, Nada kembali kerumah sekarang saja ya. Biar Pradipta tidak bisa menikah dengan Juli,” kata Nara sambil berdiri. Tuh, kan, apa aku bilang. Gadis ini memang luar biasa pintar. Akan tetapi dia berubah bodoh saat terkontaminasi dengan nama Pradipta. “Tapi nanti kalau terlambat bagaimana? Nada ingin menyelamatkan rumah
__ADS_1
tangga Nada, M,” rengek Nara.
Bagaimana bisa seorang Nara tiba-tiba datang ke kediaman Hermawan dan mengaku sebagai Nada yang sudah
dinyatakan meninggal hampir setahun lalu. Apa tidak akan menggegerkan rimba persilatan, Paduka raja! Drama sekali Nara kali ini. Aku menarik nafas panjang sambil menahan tangannya dalam genggamanku. Tangan yang mungkin dan nyaman untuk kugemgam. Aku suka.
“Aku tahu apa yang kamu pikirkan Akan tapi semua ada caranya, Nara. Kalau kamu muncul tiba-tiba di rumah kediaman Hermawan dan mengaku kamu adalah Nada, apakah mereka bisa langsung percaya? Apakah mereka akan langsung menyambutmu? Tidak Nara. Kamu bisa dikatakan sebagai penipu atau orang gila. Semua orang tahu jasad Nada sudah dikubur. Saksinya satu komplek Nara. Kamu mau membuktikan bagaimana? Salah-salah kamu akan ditangkap polisi dengan tuduhan sebagai penipu, mau?” kataku, berharap kecerdasannya segera kembali, mengnhapus kontaminasi Pradipta. Aku ingin dia sadar kalau nama Nara bahkan tidak benar-benar ada. Dia menggunakan identitas palsu. Dan tidak memiliki identitass asli sama sekali. Identitasnya sudah dikubur bersama Tania.
Aku tahu dia sedih dan frustasi. Aku hanya tidak ingin dia terus seperti itu jika melihat Pradipta. aku tidak ingin Nara berubah menjadi BODA, bodoh dadakan, kalau melihat muka Pradipta. Bahkan kadang aku ingin dia melupakan laki-laki bajingan itu dan hidup denganku selamanya. Tapi bagaimana dengan cintaku pada gadisku. Bukankah cintaku hanya untuk gadisku? Tidak mungkin aku hentikan rencana ini dan membiarkan gadisku direbut laki-laki bajingan itu.
“Sabar Nara. Kita jalankan rencana kita. Mulai besok kita gencarkan promosi kamu dan kita harus membuat kamu pantas dilirik oleh Pradipta, oleh LC,” kataku. Aku sudah membuatkan masterplan Image Construction lengkap dengan Image PR dan Marketing Image plan untuk Nara. Dia banyak memberikan masukan dan polesan yang luar biasa pada masterplanku. Aku yakin ini akan berhasil. Meskipun dia hanya menyelesaikan S1 komunikasi, namun
kini ilmunya setara denganku yang sudah PHD. Dengan otak cerdas Nara, gadis itu dengan mudah mengejar ketertinggalannya mempelajari Image Communications. Selama beberapa bulan menjalani Makeover, Nada tidak bisa kemana-mana, hanya buku bukuku yang sebagian besar sudah berupa e-books. Nara adalah partner kerja
yang luar biasa untukku dan bisnisku. Banyak ide-ide gila yang cemerlang yang dia berikan padaku. Termasuk merancang bagaimana Nara bisa masuk dalam kehidupan Pradipta nantinya, serta mendapatkan bukti kelemahan Pradipta sekeluarga untuk menjadi senjata mengalahkan mereka, mengambil kembali hak Nada.
__ADS_1
***