
Percakapan panjang tentang masa lalu Mahardika dan Juli ditutup dengan pertanyaan yang juga menjadi tantangan bagiku. Pertanyaan yang diucapkan Mahardika dengan lembut mengakhiri perdebatan kami.
“Jadi gimana Nara? Masih mau maju terus?” tanya M. Dia meremas lembut tanganku yang ada digenggamannya. Kenyamanan yang diberikan oleh tangan Mahardika seolah mampu membuatku yakin untuk menjawab dengan tekat bulat, sebulat bakso pak Sastro.
“Aku siap M, mari kita mulai!” itulah jawabanku yang disambut dengan senyuman tampan laki-lakiku. Ups, maksudku, laki-laki didepanku. Saat inidia belum menjadi laki-lakiku karena aku masih berstatus istri Pradipta yang terkuburkan.
“Good Girl. Mari kita bicarakan strategi kita untuk menggagalkan pernikahan Pradipta dan Juli yang akan digelar kurang dari tiga bulan lagi,” kata M sambil menepuk lembut tanganku yang masih dalam genggamannya.
Kamipun masuk keruang kerja M untuk menyusun rencana selanjutnya. M mulai menyalakan sebuah layar dimana disana ada foto Pradipta dan Juli. Lalu ada beberapa data dan poin penting di setip foto tersebut. Sementara di sebelahku ada sebuah papan yang penuh dengan coretan dan potongan kertas. Semua itu tentang Pradipta dan
keluarganya serta Juli. Semunya tentang data yang akan mendukung Nada’s Project. Kami akan membahas semua data ini dan apa langkah kami selama Project yang kami jalankan berdua untuk mencapai tujuan kami masing-masing. Mahardika ingin project ini menggagalkan pernikahan Juli dan Pradipta 3 bulan. Seperti kita tahu, M masih menganggap hubungan cintanya dengan Juli adalah nyata. Meski awalnya aku ingin menyadarkan dia dari kehaluannya pada Juli, namun akhirnya aku memilih berhenti dan membiarkannya. Dan kini, dia ingin project ini diteruskan sehingga dia bisa menjadikan Juli menjadi miliknya, bukan hanya sekedar sebagai adik tapi juga istrinya.
Sedangkan aku, Nada yang sudah meri sah Pradipta. Dan aku sudah berjanji pada Papa untuk menjadi istri yang
baik bagi Pradipta.
FlashBack
“Cantik, besok kamu akan menikah dengan Pradipta. Papa tahu bahwa kamu sudah mengalami bahnaya hal. Papa
bangga padamu karena kamu berhasil melewati semuanya. Papa ingin kamu selalu ingat bahwa kamu itu hebat bagaimanapun bentukmu dan apapun yang dikatakan orang,” kata Papa yang malam itu menemaniku di taman belakang. Hatiku benar-benar gugup tida percaya kalau akhirnya ada pria yang mau menikahiku. Akhirnya meski badanku seperti gajah bengkak, masih ada laki-laki yang tidak melihat bentuk badannya yang memalukan dan mengajaknya menikah, meski atas permintaan papanya. Itulah mengapa malam ini aku memutuskan untuk duduk ditaman menyesap scangkir the.Saat itulah Papa datang menemaniku dan berbicara tentang makna pernikahan.
Tentang pengabdian seorang istri pada suami. Tentang sakralnya mahligai pernikahan. Papa juga mengatahan bahwa dia tidak ingin ada perceraian dalam keluarga Hermawan.
“Nara, menikah itu sekali seumur hidup. Dalam pernikahan, seharmonis apapun yang terlihat, selalu ada badai didalamnya. Tinggal bagaimana kamu mempertahankan bangunan yang disebut pernikahan,” kata Papa. Aku memandang laki-laki ini. Dia memelukku dan mengecup pucuk kepalaku.
Meski papa yang menjodohkan kamu dengan Pradipta, namun keputusan menikah tetap dibuat oleh kalian berdua.
__ADS_1
Harus konsekwen dengan keputusan kalian. Papa tidak ingin ada drama perceraian dalam silsilah keluawga Hermawan dimulai dari kamu,” kata Papa yang aku sambut dengan anggukan.
Flash back off
Bertahan dengan Pradipta dan keluarganya tidak mudah. Adanya pelakor yang sdh memporak porandakan dinding
perawat. rumah tanggaku membuat semua menjadi lebih sulit. Namun aku adalah Nada yang selalu kuat.
Aku juga berjanji untuk menjaga dan merawat Mama dan Ibu mertuaku. Jika aku berubah menjadi Nara dan menghilang selamanya, tugas itu tidak pernah bisa jalani. Aku bukan orang yang meninggalkan ta ggung jawabku begitu saja. Bagiku, kewajiba pada orang tua seperti janjiku adalahpenting. Itulah mengapa aku harus mencari jalan pulanng. Aku harus menepati janjiku ke papa dan mempertahankan rumah tanggaku. Dan inilah caraku menepati
janjiku. Dengan cara ini aku bisa menepati janji sekaligus mendapatkan kembali cintaku. Dan untuk Mahardika, dia bisa kembali ke cinta pertamanya.
“Nara, kamu melamun dari tadi. Apa kamu mau istirahat dulu?” M menegurku yangn sedang melamun. Aku segera
tersadar dan mulai mengumnpulkan konsentrasiku.
“Iya M, aku merasa benar-benar lelah saat ini,” kataku.
“Pertama-tama kita bahas Pradipta,” kata M. Huft, pasti Pradipta yang menjadi sasaran utama balas dendam. Padahal disini yang menjadi momok ya adalah Juli.Namun aku terlalu lelah buat berdebat. Lebih baik aku ikuti saja apa maunya.
“Pradipta bekerja menjadi salah satu orang pertama di Lions Communication. Aku akan mendaftarkanmu menjadi
salah satu model uatama mereka. Dengan begitu kamu akan dekat dengannya dan akan sering berhuungan dengannya,” kata M
“Model mereka pasti sangat banyak. lalu, apakah seorang CTO akan menemui model nya begitu saja? Aku rasa tidak. Pradipta tidak akan mendatangiku M,” kataku sambil mengernyit.
“Kamu ingat, kata kata Pradipta di televisi kemarin? Dia bilang dengan kecanggihan teknologi, kekuatan new era dan media sosial, LC akan mengembangkan diri kesemua lini komunikasi termasuk film, televise dan star up.
__ADS_1
Disini kami akan mengembangkan studio digital yang akan mengembangkan siaran digital dan film animasi 4D yang sangat luar biasa,” kata M.
“Lalu hubungannya dengan ku?” tanyaku yang disambut jitakan M dikepalaku. Aku mengusap kepalaku yang lumayan sakit karena jitakan M.
“M, Sakit tau!” teriakku.
“Biar! Biar kamu tidak malas berpikir,”
katanya.
“Aku memang tidak tahu, bagaimana lagi,”
“Nara, kalau LC membuka bisnis film, televisi dan menjadi agen PR Comms banyak perusahaan, mekera pasti membutuhkan model baru. Dan kesempatanmu menjadi model utama sangat besar,” kata M
“Selain itu mereka besok akan launching studio digital yang akan mengembangkan siaran digital dan film animasi 4D seperti kata Pradipta. Nanti disana juga akan digelar acara lelang yang dipimpin langsung oleh Pradipta. Saat itulah kesempatan kamu untuk mendekati Pradipta,” kata M.“Sestelah itu, usahakan selalu menempel padanya”.”
“Bagaimana caranya? Aku belum pernah merayu siapapun,” kataku. M termenung mendengar kata-kataku. Sepertinya dia baru menyadari kalau aku masih tetap Nada yang polos yang tidak pernah tahu bagaimana menggoda dan mendekati laki-laki
“Jadi dirimu sendiri Nara, tapi jangan sampai rahasi siapa dirimu terbongkar,” kata M
“Oke kalau gitu. Selanjutnya? “
“Dapatkan Pradipta dan bujuk dia untuk membatalkan pernikahannya. Cobalah dengan bujukan dan rayuan. Namun jika tidak berhasil lakukan lebih,” kata M aku bingung harus bagaimana. Ma berdiri dan memberikan catatan
youtube padaku.
“Tonton ini malam ini dan pelajari bagaimana mereka menggoda laki-laki,” kata M. Baiklah. Aku bisa. Semangat Nara!
__ADS_1