Nada Nara

Nada Nara
Bab 28 Cinta Papa Januaria


__ADS_3

Dear all


Yuk kita lanjutkan membaca. Jangan lupa kasih semangat aku dengan hadiah menjadikanku favorit, jempol, vote, komen dan cinta kamu.


Banyak Cinta untuk kamu


SK Sari



Papa mulai bercerita tentang siapa dirinya dan dari mana dia berasal. Papa sebenarnya anak seorang jendral dengan jabatan yang cukup tinggi. Namun karena orientasi sexualnya, Papa harus meninggalkan rumah dan dicoret dari kartu nama keluarga. Papa Janu yang saat itu memiliki kekasih laki-laki, terciduk saat sedang berciuman dengan kekasihnya, yang seorang laki-laki.


Sepulang kuliah, Papa Janu dan kekasihnya langsung masuk kamar. Saat itu rumah sedang sepi. Menurut asisten rumah tangga, orang tuda Papa Janu sedang ada acara kemiliteran sejak pagi. Papa Janu sendiri tidak peduli. Sejak kecil, kedua orangtuanya tidak pernah punya banyak waktu untuk dia dan adik-adiknya. Begitu masuk kamar, Papa Janu yang sudah sangat merindukan kekasihnya mulai memberikan ******* di bibir dan leher kekasihnya yang sangat jantan. Kekasih Papa Janu adalah laki-laki jawa dengan hidung mancung, alis tebal, mata tajam dan dagu bergaris keras.


“Dia mirip denganmu Mahardika. Tetapi dia lebih dewasa. Bisa dikatakan kamu adalah bersi mininya kekasihku,” kata Papa Janu sambil tersenyum. Dia mengelus kepalaku dengan sayang dan mencium keningku. “Kamu mirip dengannya, tapi kamu bukan dia.”


“Ish Papa, kok gitu? Awas ya Papa  naksir Dika,” kataku saat itu, sambil cemberut. Takut? Marah? Tidak. Aku bukan homophobia. Dan aku tahu Papa Janu tidak akan menyakitiku. Seperti kataku sebelumnya, Papa Janu berhak bahagia dengan pilihannya. Tentu saja dengan konsekwensi yang harus dia jalani. Kali ini aku hanya menggoda Papa Janu yang sedang sakit.


“Hahaha, jangan kuatir nak. Cinta papa hanya untuk dia sampai kapanpun. Cinta papa untukmu, berbeda, meski kamu mengingatkan Papa padanya. Kamu adalah anak Papa. Kadang Papa menganggap kamu adalah anak Papa dari dia, karena kemiripan kalian. Kamu benar-benar mirip Putra.”


“Anggap aja begitu. Berarti Papa istrinya dong. Papa masih merindukan dia? Kenapa Papa tidak mencarinya?” tanyaku.


“Kami saling mencintai memang. Papa lanjutkan ya ceritanya,” kata Papa sambil memperbaiki duduknya.


beradunya dua dibibir berlanjut ke leher, dada dan dua tonjolan di dada Papa Janu. Membuat nya menggila. Keduanya berpacu untuk saling memberikan rasa puas satu sama lain. Keduanya beradu keahlian,  menghisap dan menikmati setiap inci raga pasangannya tanpa mengingat sekeliling. Suara suara bukti rasa yang hadir memenuhi ruangan tanpa mereka tahan. Keduanya bertukar peluh dan kenikmatan, bersatu dalam gairah. Saat sang junior kekasihnya melepaskan kenikmatan didalam perut Papa Janu, keduanya berteriak memanggil nama satu sama lain. Saat itu Papa Janu pun mengalami pelepasan, mencapai puncak kenikmatan. Mereka berpacu dalam keadaan tanpa sehelai benangpun, diatas tempat tidur king size mewah milik Papa Janu.  Karena terlalu terbawa nafsu, Papa Janu lupa mengunci pintu kamarnya.


Kedua orang tua Papa Janu yang baru pulang, curiga mendengar ******* dan teriakan dari kamar anaknya. Mereka segera mencari sumber suara. Orang tua Papa Janu sangat kolot dan keras. Mereka sama sekali tidak mentolerir hubungan *** sebelum menikah dan membenci *** bebas. Disaat teriakan Papa Janu dan pasangannya mencapai puncak, saat itulah kedua orang tua Papa Janu membuka pintu kamar. Ibu Papa Janu langsung pingsan seketika. Pak jendral, demikian Papa Janu memanggil ayahnya, langsung murka. Kekasih Papa Janu langsung ditarik paksa diantara sisa kenikmatan mereka dalam keadaan telanjang. Dengan teriakan menggelegar, Pak Jendral memukuli kekasih Papa Janu. Melihat itu, Papa Janu melompat  dan memeluk kekasihnya,menjadi


tameng hidup . Kedua pasangan kekasih itu sudah babak belur, sampai sang ibu sada dan berteriak histeris menghentikan suaminya.


Asisten yang datang segera memberikan baju keduanya sementara 4 orang ajudan menahan pak Jendral atas permintaan sang ibu. Setelah itu, sang ibu meminta kekasih anaknya untuk segera pergi dan tidak kembali.


“Janu, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu melakukan hal memalukan ini?” tanya sang ibu. Papa Janu hanya bisa meminta maaf.  Pak Jendral yang sudah bisa tenang, ternyata menelpon ayah dari kekasihnya, seorang  pengusaha yang juga partner bisnisnya. Papa Janu mendengar bahwa Pak Jendral menceritakan apa yang terjadi. Mereka sepakat memisahkan kami dengan mengirim kekasihnya keluar negeri.

__ADS_1


Papa Janu sendiri diminta untuk menghentikan semua kegilaannya. Papa Janu dipaksa untuk menikah dengan pilihan orang tuanya. Akan tetapi Papa Janu tidak bisa. Dia tidak mau menyiksa perempuan yang akan menjadi istrinya nanti. Bagaimanapun, Papa Janu sadar, dia tidak akan pernah bisa memberikan nafkah batin pada istrinya. Karena dia memang tidak pernah bisa tertarik pada wanita. Bahkan saat berhubungan dengan kekasihnya, Papa  janu lebih nyaman memposisikan dirinya sebagai istri.


Penolakan dan kekerasan hati Papa Janu membuat Pak Jendral geram. Papa Janu dianggap sebagai kotoran yang akan mempermalukan keluarganya. Papa diusir dari rumah, dengan tanpa membawa apapun, selain apa yang melekat dibadannya. Smartphonenya dihancurkan dan karti simnya dipatahkan. Papa Janu juga tidak bisa menghubungi sang kekasih. Nomor telephonya sudah tidak aktif sejak kejadian itu. Mungkin, kekasihnya juga


mengalami hal yang sama.


Papa Janu pergi dari rumah tanpa bekal. Setelah beberapa hari tidak tahu harus kemana, tidur diemperan bahkan makan dari mengais sisa, Papa berada pada titik terlemahnya. Saat itulah, Papa bertemu dengan Maria, mama Juli dan Agusta. Maria saat itu sedang berjualan kue yang dibuat oleh ibunya. Melihat Papa yang hampir pingsan, Maria segera menolongnya dengan memberikan air minum serta beberapa kue jualannya. Saat sudah kuat berjalan, Maria mengajak papa untuk tinggal bersama. Ibu Lis, ibu dari  Maria dan Maria adalah malaikat penolong Papa Janu.


“Jadi Papa tidak pernah bertemu dengan kekasih papa lagi?” tanyaku.


“Tidak saat itu. Tapi kami masih saling mencinta dan berjanji akan tetap mencintai meskipun tidak bisa bersatu,” kata Papa Janu tersenyum.  Muka pucat yang kesakitan itu tampak ceria dan bahagia mengenang sang kekasih hati, cinta sejatinya.


“Papa tidak berusaha menghubungi atau mendatanginya?” tanyaku.


“Setelah pergi dari rumah, Papa berusaha menghubunginya. Namun nomor Putra, sudah mati, “ kata Papa. Menurut Papa, dia yakin, nomor itu dihancurkan oleh orang tua Putra. Saat Papa berusaha mendatangi rumahnya, seorang penjaga mendatangi Papa. Setelah dekat, Papa mengenalnya. Dia adalah Pak Darto, ajudan pribadi Putra. Menurut kekasihnya, Pak Darto adalah orang paling dekat dan paling mengerti dirinya.Bahkan Pak Darto sudah seperti ayahnya. Kedua orang tuanya selalu sibuk dan jarang ada untuknya. Sejak kecil, hidupnya hanya bersama Pak Darto dan istrinya yang juga menjadi pengasuhnya.


“Mas Janu, boleh kita berbicara sebentar. Tapi jangan disini. Tunggu Bapak di warung kopi ujung jalan, ya,” kata pak Darto.


“Maaf pak di sini saja boleh?” kata Papa Janu. Pak darto menggeleng sambil diam diam menunjuk pada CCTV.


Pak Darto tampak terkejut. Dia mengamati keadaan Papa Janu yang menyedihkan. Dia sangat kacau dan sisa


babak belur dimukanya masih terlihat, tidak berbeda dengan tuannya. Pak Darto mulai memahami keadaan. Dia


mengeluarkan selembar uang serratus ribuan dan memberikan pada Papa Janu. “Pergilah, tunggu saya disana. Pakai uang ini untuk makan dan minum.”


Papa mengangguk dan langsung pergi menunggu sambil mengisi perutnya yang memang lapar. Pak Darto yang datang tak lama kemudian, menyerahkan sebuah cincin yang berukir nama Putra dan Januaria.


“Mas Janu, ini dari Mas Putra. Saat ini mas Putra sangat sedih karena harus pergi tanpa pamit kepada Mas janu. Keadaannya sangat tidak memungkinkan. Mas Putra minta bapak diam diam menemui mas Janu untuk memberikan ini dan menyampaikan pesannya. Dia harus pergi samalam ke Amerika dan akan tinggal disana entah


berapa lama. Mungkin mas Putra juga harus menikah dengan orang yang dipilihkan Papanya," kata  pak Darto. Dia diam sejenak memberi Jeda pada Papa Janu untuk berpikir.


"Mas Putra minta maaf dan  berharap mas Janu mengerti. Sebenarnya mas Putra sudah membuat surat untuk mas Putra. Akan tetapi surat itu ditemukan ibu besar, dan dibakar. Mas Putra tidak tahu kalau Mas Janu diusir seperti ini. Bapak benar-benar prihatin pada kalian,” kata Pak Darto sedih. Papa Janu bilang, dirinya saat itu hancur sekaligus bahagia karena tahu, meski cinta mereka tidak akan pernah bersatu, tapi abadi. Papa Janu menunjukan cincin yang sepertinya sudah kekecilan dan tertancap dijari manisnya tanpa bisa dilepas lagi.

__ADS_1


Pak Darto kemudian menanyakan keadaan Papa Janu dan bagaimana bisa sampai seperti sekarang. Awalnya Pak Darto menawarkan untuk tinggal bersamanya di kampungnya di Jawa Timur, namun harus diam-diam. Jika majikannya tahu, Pak Darto membantunya, maka keselamatan dan pekerjaan Pak Darto yang terancam. Papa Janu tahu, bagaimana dan siapa orang tua kekasihnya. Dia juga sadar bagaimana Pak Jendral, jika perintahnya dilanggar. Papa Janu tidak mau egois dan menyusahkan orang lain. Dia memutuskan untuk mengiklaskan semua. Papa Janu menceritakan semua yang terjadi pada dirinya. Dia juga meminta agar Pak Darto tidak menceritakan keadaannya pada siapapun, termasuk kekasihnya.


“kok begitu pa? kan kalau dia tahu keadaan papa, dia pasti akan membantu Papa,” tanyaku tidak mengerti.


“Cinta itu sabar, Cinta itu bahagia dan membahagiakan. Cinta itu menjaga. Cinta tidak mengenal materi dan cinta itu hanya mengenal cinta.  Papa sangat mencintainya sampai kapanpun. Bahkan sampai nanti Papa meregang nyawa, hanya namanya yang ada di hati ini,” kata Papa dengan wajah bahagia. “Papa pikir, dia toh akhirnya akan menikahi perempuan. Papa mencintainya dan ingin dia bahagia bersama keluarganya. Jika dia masih mencari Papa dan merasa bersalah, maka tidak ada yang berakhir bahagia. Papa dengar dia kemudian menikah dan memiliki anak laki-laki disana.


Pak Darto telah selesai menjalankan tugasnya, menyampaikan pesan. Dia harus segera kembali bekerja. Dia dan Papa Janu juga tak ingin gara gara kejadian ini Pak Darto harus kehilangan pekerjaannya atau bahkan disiksa. Sebelum pulang, Pak Darto menyelipkan dua lembar uang 100 ribuan ke genggaman Papa Janu, namun Papa


menolak.


“Ambillah meski tidak banyak. Hanya itu uang didompet saya. Saya tahu Mas tidak punya uang sama sekali. Bahkan smartphone pun tidak punya. Hari ini saya menelphon mas Juna tetapi tidak bisa. Untung saya bisa bertemu Mas Janu hari ini ,” kata pak Darto  dengan nada sedih. Papa akhirnya menerima uang tersbut, dan keluar dari warung kopi. Papa sadar, semua akan berbeda. Dia cium cincin yang melingkar sempurna di jari manisnya. Melangkah gontai mengikuti kaki melangkah.


Papa Janu memutuskan untuk diam-diam pulang ke rumah, mengambil ijasah dan surat-surat berharganya,  termasuk keperluan kuliah. Dibantu oleh asisten rumah tangga yang sudah dianggap saudara, Papa Janu berhasil mendapatkannya. Mulai hari itu, Papa Janu menjadi anak Ibu Lis. Papa Janu berjanji akan selalu menjaga keluarganya, keluarga barunya. Dia melupakan keluarga yang telah membuangnya, demi namabaik.


Sebagai laki-laki, Papa Janu mulai bangkit dan merasa harus menjadi tulang punggung keluarga. Maria dan Ibu Lis, mendorong Papa Janu untuk melanjutkan kuliah, meski sambil bekerja. Kata ibu, kuliah itu penting untuk masa depanku


Buku tabungan miliknya berhasil di susupkan keluar oleh asisten dirumahnya kemarin. Sepertinya orang tua Papa Janu juga  tidak menyadari tabungan ini dan tidak diblokir.  Papa Janu memberikan modal membuka warung


kecil di depan rumah bu Lies, dan untuk membayar kuliah 2 semester dengan menggunakan tabungannya. Untuk kedepannya, Papa Janu bertekad bekerja dan berusaha. Sehari hari, Papa Janu bekerja sebagai kenek bus pasar minggu – depok disela-sela kuliahnya. Selain itu dia juga menjadi penjaga warung internet 24  jam dimalam hari.


Disaat menjaga internet inilah, Papa Janu mengenal dunia hacking dan coding dari seorang pelanggan warnet. Dia juga masuk ke komunitas programing, coding dan cyber security. Dari sana dia belajar banjak dan kemudian menjadi sangat dikenal didunia cyber. Papa Janu juga berkenalan dengan seseorang didunia maya yang


mengubah hidupnya. Dari orang inilah dia menjadi hacker professional.


Sejak mengenal dunia hacker, Papa Janu tidak lagi menjadi kenek di jalanan. Dia kini menghasilkan uang dari dunia maya. Bahkan perlahan, Papa Janu mulai mengambil alih ekonomi keluarga bu Lis. Meskipun begitu, Bu lis dan Maria tetap mempertahankan warung yang sudah berkembang menjadi restoran kecil. Mereka tidak mau bergantung pada Papa Janu, yang menghabiskan lebih banyak waktunya di warnet dan dunia cyber.


Kehidupan Papa Janu makin membaik saat dia direkrut oleh sebuah organisasi mafia yang bergerak dibidang judi online internasional. Meski dari luar keluarga Ibu lis dan Papa Janu biasa biasa saja, namun mereka tidak lagi kekurangan uang. Bahkan setelah Papa Janu lulus, dia tidak membuat sebuah warnet yang sekaligus menjadi tempat kerja rahasinya di sebelah rumah. Bu Lis dan Maria hanya tahu, pekerjaan Papa Janu adalah membuka warnet. Dari sini, karir Papa Janu di dunia mafia juga berkembang. Pemuda yang Papa Janu kenal dan mengenalkan pada dunia maya, ternyata putra pemimpin mafia yang mewarisi organisasi itu. Persahabatan mereka


berlanjut membuat Papa Janu menjadi tangan kanan yang dilatih kemampuan beladiri dan persenjataan. Akan tetapi, tugas Papa Janu lebih ke kemanan dan pengamanan jaringan internet dan segala sesuatu yang berhubungan dengan internet dalam bisnis mafia, organisasi tersebut.


Semua berjalan lancar dan baik-baik saja sampai sebuah kejadian buruk yang menghancurkan keluarga Bu Lis merubahnya. Suatu hari, Bu Lis mendapat pesanan catering dari keluarga kaya yang terpandang. Papa Janu  mengenal keluarga ini sebagai teman orang tuanya dahulu. Dia juga mengenal putra mereka yang dulu pernah menjadi temannya, sebelum dia diusir. Menurut Papa Janu, temannya ini dikenal sebagai penjahat kelamin yang suka memangsa gadis perawan dengan dalih memacarinya. Laki-laki yang bernama Jerry itu selain kaya juga tampan. Bahkan Papa Janu mengakui, kalau dia pernah mencintainya.


Akan tetapi, setelah tahu kalau Papa Janu adalah seorang gay dan dibuang dari keluarganya, Jerry menjauhi Papa

__ADS_1


Janu. Bahkan beberapa kali mereka bertemu di kampus, Jerry seolah-olah tidak mengenalnya atau malah         membully dirinya. Sejak saat itu, Papa Janu tidak mau lagi dekat dengan Jerry. Sampai saat kejadian mengerikan itu terjadi. Papa Juno memperlihatkan pada ku sebuah Video yang berjudul Maria. Menurut Papa Janu, video ini dia dapat dari handphone Jerry, dan sebagian kecil ada di handphone Maria. Saat itu aku tidak menontonnya, tapi setelah Papa tidak ada aku menontonnya sampai selesai dan memahami kemarahan Papa Janu.


__ADS_2