Nada Nara

Nada Nara
Bab 44 Perjuangan Mahardika menjadi sukses (Bagian 2)


__ADS_3

Sepeninggal Papa Janu, tanggung jawab yang dulu diemban Papa Janu, secara kasat mata benar-benar jatuh padaku. Dimata kedua adikku, Aku yang bertaggung jawab pada kehidupan dan kebutuhan mereka baik secara materi maupun sebagai wali.  Semua orang harus berpikir bahwa aku sedang bekerja keras sebagai tulang punggung keluarga. Namun sebenarnya, aku sedang bekerja keras, menggantikan Papa Janu baik didunia atas maupun dunia gelap.


Sejak hari kematian Papa Janu, aku digembleng oleh Papa Shasa untuk bisa menggantikan mereka berdua sekaligus. Disela-sela usahaku belajar dan menajamkan kemampuanku di dunia cyber, juga semua pengetahuan yang pernah diajarkan oleh Papa Janu, aku juga harus melatih kemampuanku dalam strategi, pengelolaan keuangan dan bisnis serta beladiri. Aku dilibatkan secara serius di semua perusahaan Papa, tentu dengan banyak asisten terpecaya dan tidak diragukan kesetiaaanya, untuk mendampingiku. Di setiap perusahaan aku punya asisten yang menjadi pemimpin bayangan. Semua asisten ini sebaya denganku dengan kemampuan yang luar biasa. Sejak hari itu sampai aku selesai kuliah, aku sudah bekerja penuh dalam bisnis tanpa terlihat. Namun didunia gelap, Papa masih belum mengijinkanku untuk tampil secara terang terangan. Papa benar-benar melatihku dari bawah. Aku memulai karirku di dunia gelap, dari awal. Papa benar-benar menggemblengku dengan keras dan cepat dan tetap berada disampingku, mendampingiku.


Selain itu aku juga menyelesaikan kuliahku di beberapa bidang studi, seperti janjiku sama Papa Janu. Di dunia nyata, aku bekerja sebagai penjual asongan yang kemudian berkembang menjadi penguasa perdagangan dijalanan baik secara resmi maupun tidak. Setelah aku tidak turun jalanan, aku tetap mengendalikan kekuasaanku dan mendapatkan uang dari sana.


Aku juga bekerja di perusahaan Papa Shasa, sebagai kamuflase jika aku harus berlatih ditempat asing, yang kadang membuatku harus pergi berbulan-bulan. Agusta dan Juli hanya tahu aku bekerja keras untuk membiayai kehidupan mereka. Itulah mengapa mereka sangat menyayangi dan menghormatiku.


Setelah aku lulus kuliah, keadaan berubah. Di mata Agusta dan Juli, Aku bekerja sebagai seorang konsultan  komunikasi Image dengan klien yang lumayan kakap. Aku memegang program pencitraan beberapa tokoh


besar  dinegeri ini, Mulai dari artis sampai politikus.  Aku juga merintis dan mengembangkan diri di bisnis televisi termasuk membuat sebuah PH. Aku berhasil membuat beberapa perusahaan dari resot, restoran, produsen makanan beku, kantor konsultan komunikasi sampai kantor production house yang memproduksi banyak film  dan acara televisi yang sukses seperti Make Over. Untuk gelar psikologiku, aku lebih banyak menggunakannya


untuk urusan pekerjaan dan beberapa pekerjaan volunteer.


Sedangkan didunia gelap, Papa Shasa mulai menyerahkan kepemimpinan organisasi padaku. Dia bilang, dia ingin menikmati masa tuanya dengan tenang. Dan berkat kedudukan baru inilah semua usaha didunia nyata berkembang. Aku sendiri berbeda dengan Papa Shasa yang memang terlahir dari keluarga pendiri


organisasi. Bagiku, menjadi pemimpin organisasi dan harus menghabiskan waktu diorganisasi, dikenal sebagai ketua organisasi adalah mimpi buruk. Aku mulai mengubah struktur organisasi, tentu dengan sistem yang menguntungkanku. Seperti juga perusahaan dan bisnis di dunia nyata, dimana aku memiliki banyak CEO bayangan, di dunia gelappun aku ingin melakukan hal yang sama. Keluarga besar pendamping Papa yang terkenal loyal pada kami kujadikan aset sumberdaya terbaikku. Merekalah yang kujadikan ketua-ketua bayangan, hingga aku tidak pernah harus menunjukan wajahku didepan siapapun sebagai ketua organisasi. Hal ini juga dimaksudkan untuk mengecoh musuh musuh kami.


Sebenarnya aku mendapat inspirasi ini dari mempelajari peranan Papa Janu dalam organisasi. Papa Shasa memang handal dan pemimpin yang baik namun dia sangat bucin pada Papa Janu. Bisa dikatakan Papa Janu memiliki peran besar dalam keputusan keputusan Papa Shasa. Papa Janu adalah dalang strategi dan rencana


organisasi dan dijalankan oleh Papa Shasa. Disini, aku adalah Papa Janu, sedangkan para CEO bayangan adalah menggantikan  Papa Shasa dengan peran yang jauh aku perkecil.

__ADS_1


Sebuah sistem yang aku masukan dalam aturan perusahaan-perusahaanku dan organisasi. Dan aku hanya cek and recek segala hal diperusahaan dan organisasi, sesekali melakukan audit dan memeriksa semua dengan teliti. Mataku sudah terbiasa melihat laporan perusahaan dan menemukan kesalahan sekecil   apapun disana. Dengan kemampuanku ini aku selalu bisa mengawasi jalannya perusahaan dan organisasi dengan baik dimanapun aku berada. Selain itu, aku dan papa Shasa sudah memiliki orang-orang kompeten yang sangat loyal, bahkan rela mengorbankan nyawanya untuk kami. Dari semua fakta ini, aku menyimpulkan bahwa aku bisa mengendalikan semuanya dari balik layar.


Setelah Papa Shasa meninggal, aku makin serius dengan apa yang aku rancang. Kini semua tertata baik, perlahan aku membiarkan roda organisasi dan semua perusahaanku berputar dengan aku menjadi poros tak terlihat. Aku hanya akan turun dan terlihat pada saat yang benar-benar penting dan tak mungkin lagi tergantikan. Kebetulan juga, Agusta dan Juli juga sudah mapan dengan kehidupan mereka sendiri.


“Agusta, selamat! Kamu lulus dengan predikat terbaik! Aku bangga padamu!” teriakku saat mengantakan adik laki-laki kesayanganku itu wisuda di Korea University dengan predikat Cumloude. Sebenarnya aku dan Agusta sama-sama kuliah disana. Namun aku berhasil menyelesaikan kuliahku lebih dahulu. Kami sama sama kuliah di Department of Plastic and Reconstructive Surgery, Korea University.  Bedanya, aku mengambil pengkhususan


Reconstructive planing surgery sedangkan Agusta lebih ke Plastic Surgery.


“Terimakasih kak. Kamu lebih keren dari aku sebenarnya. Gelarmu berderet dan bisa menyelesaikannya lebih cepat dari aku. Aku jug bangga menjadi adikmu,” katanya memelukku.


“Kak, aku benar-benar berterimakasih padamu. Aku berhasil lulus dan menjadi dokter karena kerja keras dan pengorbananku. Bahkan kamu tidak mengijinkanku bekerja sama sekali agar aku segera menyelesaikan pendidikanku. Aku berhutang budi padamu kak,” kata Agusta melankolis.


Tanpa aku bekerja, kami memang tidak akan kekurangan saat ini.Sayangnya Papa Shasa tidak sempat menyaksikan Putra-putrinya wisuda.


“Tidak kak. Kamu adalah kakak terbaik buatku. Kamu yang membesarkan kami setelah Papa Janu tidak ada. Bahkan kamu mengorbankan semuanya agar bisa bekerja dan mendapatkan uang untuk kami. Juli juga sudah selesai. Sekarang kami bisa mencari uang kami sendiri. Aku langsung mendapatkan tawaran sebagai dokter


bedah plastik premium di Korea, Thailand dan Philiphina. Sekarang giliranku untuk bekerja kak. Kalau Kak Mahardika mau, tinggalah di rumah dan hidup santai, biarkan aku yang menanggung semua,” kata Agusta dengan muka serius. Aku tertawa tergelak. Ya aku tahu, sejak belum luluspun Agusta sudah menjadi rebutan banyak


rumah sakit. Itu mengapa dia lebih memilih menjadi Independent Doctor untuk bedah plastik dan tidak terikat dengan institusi apapun. Sebagai dokter bedah plastik, Agusta sudah memiliki jam terbang tinggi dan populer, hingga pundi-pundi uangnya makin menggembung. Dia bahkan memiliki rumah di Korea, Thailand dan


Indonesia.

__ADS_1


Atas permintaan Papa Shasa, kami meninggalkan rumah Maria. Rumah itu terakhir sudah diketahui oleh banyak musuh organisasi . Bahkan terakhir, rumah itu kembali dibakar habis. Untungnya tidak ada korban jiwa disana. Setelah itu, kami memutuskan untuk tidak lagi kembali ke rumah Maria. Disana kami bangun asrama kost-kostan untuk mahasiswa dan karyawan. Sebenarnya sebagian besar yang menghuni Rumah Maria aadalah anggota organisasi juga.


Agusta masuk ke Korea University mengikuti jejakku di bidang bedah plastik dan rekonstruksi. Tentu dengan pengkhususan yang brebeda. Adik laki-lakiku itu lebih banyak menghabiskan waktunya di Korea dengan alasan,


negeri gingseng itu adalah surganya bedah plastik. Korea University merupakan tempat terbaik buat orang yang ingin mendalami bedah plastik. Aku sendiri memilih ilmu rekonstruksi manusia karena memang menarik dan dapat kupraktekan untuk mengubah wajah orang-orang andalanku di organisasi. Bahkan kami menciptakan kulit sintetis dan topeng dari kulit sintetis yang bisa menyerupai wajah seseorang yang kami ingninkan. Kami diorganisasi bersama timku juga mengembangkan ilmu mengawetkan kulit wajah yang dikelupas dari seseorang untuk dijadikan topeng. Tentu saja Agusta tidak tahu keahlianku ini.


Sedangkan Juli, memilih menjadi artis dan kuliah di Standford University Amerika. Meskipun manja, kekasihku ini juga jenius. Dia bisa menyelesaikan kuliahnya dengan cepat sambil bersenang senang didunia selebritis. Setelah


selesai, Juli memilih kembali ke Jakarta dan Singapura sebagai model.


Aku sendiri harus menyelesikan kuliah komunikasi dan psychologi di Amsterdam University, setelah menyelesaikan kuliahku di Korea. Aku lebih banyak menghabiskan waktuku di Eropa dengan alasan bekerja dan kuliah. Sebenarnya, setelah kematian Papa Shasa, aku harus melakukan rekonsiliasi dengan Organisasi di Rusia dan Eropa, untuk tetap mempertahankan kedudukanku. Meski kebanyakan orang tidak tahu jika Papa Shasa seorang Gay, namun mereka juga tidak pernah tahu Papa Shasa menikah. Jadi  saat Papa Shasa memperkenalkan aku sebagai putra penerusnya, dunia organisasi bergejolak. Aku harus membuktikan bahwa aku adaalah seorang Alexandrovich yang pantas memimpin organisasi ini. Aku babak belur dan bekerja keras untuk itu. Aku banyak kehilangan waktu dan kesempatan bersama kedua saudaraku gara-gara perjuangan panjang ini.  Bahkan aku beberapa kali hampir kehilangan nyawa. Hanya satu yang selalu aku pastikan, Agusta dan Juli selalu aman, tidak


pernah kekurangan dan semua yang mereka butuhkan  selalu tersedia. Agusta tahu hal itu. Aku melarang kedua adikku itu bekerja untuk mencari uang, karena aku yang akan mencukupi kebutuhan mereka.


Agusta dan Juli sudah selesai. Kuliahku juga sudah selesai. Organisasi dan beberapa perusahaanku sudah bisa berjalan normal tertata sesuai yang aku mau. Inilah saatnya aku mencari tahu apa yang selama ini tidak boleh aku cari tahu, tentang keluarga Dirgantara dan kematian keluargaku. Ini sangat sulit dan rumit ternyata. Belum lagi dengan apa yang terjadi pada Juli dan perasaanku pada kekasih yang juga adikku itu.


Dalam penyelidikan ini aku menyadari dunia ini sempit. Juli yang kujaga dengan segenap jiwa raga, ternyata malah terlibat dengan laki-laki bajingan yang menjadi bagian dia Dirgantara Corporation. Dia menjadi sahabat dan tangan


kanan seseorang yang ingin mengambil alih aset dan kekuasaan Dirgantara. Dia saudara tiriku dari seorang perempuan yang ditiduri ayah saat dia tidak sadar. Kecemburuan dan marahku makin menjadi. Lalu entah bagaimana Tuhan mempertemukanku dengan Nada, perempuan yang suaminya diambil oleh Juli. Dunia luar biasa sempit bukan?


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2