Nada Nara

Nada Nara
Bab 44 Perjuangan Mahardika menjadi sukses (Bagian 1)


__ADS_3

Sepeninggal Papa Janu, tanggung jawab yang dulu diembannya, benar-benar jatuh dipundakku. Baik beban  tanggung jawab secara material akan rumah Maria dan isinya, Tanggung jawab moral dan kehidupan  seluruh isi rumah dan tanggung jawab pekerjaan  di rumah dan di organisasi.  Dimata kedua adikku, Aku yang bertaggung jawab pada kehidupan dan kebutuhan mereka baik secara materi maupun sebagai wali. apapun yang mereka butuhkan selalu akan aku sediakan untuk mereka. Jika mereka mendapat kesulitan, aku yang akan menyelesaikannya. Jika mereka ingin makan maka  aku yang memasak makan pagi, bekal makan siang dan makan malam untuk mereka. Bahkan untuk membersihkan rumah dan belanja, aku yang akan melakukannya. Semua yang awalnya dilakukan Papa Janu, aku melakukannya.


Aku bersyukur selama ini Papa Janu selalu melibatkanku dalam kesehariannya diluar jam sekolahku, sehingga saat aku mengerjakan semua ini, aku tak lagi canggung. Tetapi, tanpa mereka tahu, Papa Shasa yang sebenar-benarnya bertanggung jawab pada rumah ini. Sebenarnya, tanpa  aku harus bekerja keras, Papa bisa mencukupi kebutuhan rumah dan adik-adikku. Namun aku dan Papa Shasa sepakat bahwa semua orang harus melihat kehidupan normal bagiku dan keluarga ini. Semua orang harus berpikir bahwa aku sedang bekerja keras sebagai tulang punggung keluarga dengan segala kesulitannya.  Pada kenyataannya aku bukan kerja keras mencari nafkah bagi keluarga ini, namun saat itu aku  Namun sebenarnya, aku sedang bekerja keras, agar dapat menggantikan Papa Janu baik didunia atas maupun dunia gelap.


Disela-sela usahaku belajar dan menajamkan kemampuanku di dunia cyber, juga semua ilmu  yang pernah diajarkan oleh Papa Janu, aku juga harus melatih kemampuanku dalam strategi, pengelolaan keuangan serta beladiri. Bahkan aku harus sering pergi untuk latihan diberbagai tempat ekstrim seperti gurun pasir, puncak gunung salju, dikedalaman laut dan banyak lagi. Pelatihan yang membuatku harus meninggalkan Juli dan Agusta dengan alasan kerja keras untuk membayar biaya sekolah mereka yang cukup mahal. Jika Juli cenderung bertahan di sekolah elit dan mempertahankan gengsinya. Sedang Agusta yang memang lebih panag Selain itu aku juga masih harus menyelesaikan kuliahku seperti janjiku sama Papa Janu.


Papa Shasa sebenarnya tidak pernah memaksaku untuk bekerja di kantor dan kuliah. Namun demi menutupi identitas asli kami, aku harus bekerja sekaligus menyelesaikan kuliahku. Karena itulah aku mulai jarang menghabiskan waktu dengan adik-adikku. Akan tetapi, kami masih sering makan malam bersama. Saat makan


malam inilah kedua adik kembarku itu sering menceritakan masalah mereka padaku. Sebenarnya aku sangat tahu apa yaenangg mereka lakukan. Setiap hari aku memantau mereka, melalui orang yang diam-diam aku minta mengawal keduanya. Meskipun  begitu, mereka tidak pernah benar-benar tahu apa yang kulakukan setiap hari.


Yang mereka tahu, aku bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan mereka.


Ada hal yang selalu membuatku hidup, selama ini, yaitu belajar sesuatu yang baru dan mendengar kedua adikku bahagia terutama Juli. Itulah mengapa aku senang belajar dengan kuliah mengambil beberapa jurusan. Mulai dari Komunikasi dengan pengkhususan Image communications, Ilmu kedokteran dengan pengkhususan rekontruksi bedah plastik yang tidak aku selesaikan sampai ke ilmu psikologi. Semua aku pelajari dan bisa meraih gelar disana. Bagi orang-orang disekitarku, aku adalah manusia haus ilmu yang selalu kuliah dan belajar. Pada kenyataannya aku mahasiswa yang buruk. Tidak pernah belajar dan menghabiskan jatah absensi sampai ke limit. Meski


nilaiku  juga tidak jauh dari hurus A dansebagian besar lulus cumlaude. Entahlah, kata orang sih aku super jenius

__ADS_1


Untuk menutupi jejak dan jumlah uang yang aku miliki, juga uang yang aku gunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan kuliah kami bertiga yang dibilang tidak sedikit, aku bekerja di perusahaan kamuflase milik Papa Shasa. Dari sinilah orang mengira semua pendapatanku untuk membesarkan adik-adikku didapat. Mereka juga mengganggap aku hebat karena kuliat tanpa biaya, berkat dukungan beasiswa. Padahal beasiswa yang kami bertiga dapat dikeluarkan oleh perusahaanku sendiri.


Peranku sebagai pengganti Papa Janu yang sekaligus dipersiapkan untuk menggantikan Papa Shasa, membuatku sering harus bepergian keluar kota, meskipun diatas kertas aku hanya seorang manajer marketing. Sepoerti yang dikatakan Papa Shasa dihari kematian Papa Janu, sejak hari itu aku digembleng oleh Papa Shasa untuk bisa


menggantikan mereka berdua sekaligus. Aku dilibatkan secara serius di semua perusahaan Papa, tentu dengan banyak asisten terpecaya dan tidak diragukan kesetiaaanya, untuk mendampingiku. Di setiap perusahaan aku punya asisten yang menjadi pemimpin bayangan. Sejak hari itu sampai aku selesai kuliah, aku sudah bekerja penuh dalam bisnis tanpa terlihat. Namun didunia gelap, Papa masih belum mengijinkanku untuk tampil secara terang terangan. Namun sedikit demi sedikit aku sudah dipercaya untuk menjalankan misi.


Papa benar-benar melatihku dari bawah. Aku memulai karirku di dunia gelap, dari awal. Mulai dari kurir memanfaatkan pekerjaan sampinganku sebagai pengasong, dan berkembang sampai memimpin sebuah project besar.  Menurut Papa, aku bisa menjadi pemimpin yang baik dan mumpuni jika aku benar-benar memahami organisasi dari akarnya. Papa benar-benar menggemblengku dengan keras dan cepat dan tetap berada disampingku, mendampingiku. Ini membuatku berbeda secara fisik. Jangan dikira semua itu mudah bagiku. Aku harus belajar, bekerja dan lelah serta sakit dua kali lipat dari orang lain termasuk Juli dan Agusta.


Menurut Agusta, aku terlalu banyak bekerja dan belajar hingga tidak punya kehidupan. Dimata Agusta aku tidak pernah punta teman bermain apalhi pacaran. Yang Agusta tidak tahu adalah aku dan Juli berpacaran sejak aku SMA dilanjutkan ketika aku kuliah. Hal ini dikarenakan Juli ingin merahasiakan hubungan kami, dan tetap memiliki banyak kekasih bayangan.  Akan tetapi, sayangnya Agusta benar. Semua kegiatan perkuliahan, dunia kerja dan dunia bawah perlahan tapi pasti memenjarakaku dalam tumpukan tugas dan kewajiban yang tidak bisa aku hindari. Aku semakin tidak punya waktu untuk Juli sebagai kekasih. Hal ini lah yang membuat kami makin jauh satu sama


Saat aku ingin menghentikan ini semua dan membelikan apapun yang Juli mau, Papa Shasa selalu melarangku dan mengancam akan menghentikan semua uang untuk kami bertiga termasuk uang pendidikan kami. Papa Shasa mengatakan bahwa Juli harus belajar, hidup ini tidak semudah menengadahkan tangan. Menurut Papa Shasa,


Juli harus belajar menghadapi konsekwensi dari segala tindakannya. Aku tahu maksud Papa baik. Dia ingin merubah sifat materialistis dan kekanakan Juli. Dia ingin Juli sepertiku atau paling tidak seperti Agusta yang hidupnya lurus dan tidak bergantung pada siapapun. Namun Juli bukan kami. Dia sejak kecil todak pernah tahu apa itu kerja keras. Juli yang saat kecil hancur karena bullying sebagai anak dari orang tua tunggal gay, menjadikan dia keras kepala dan mudah emosi. Belum lagi , karena merasa bersalah, Papa Janu begitu memanjakan Juli sejak itu. Semua keinginan Juli dipenuhi dan kamipun mengikuti apa yang Papa Janu lakukan.


Bahkan saat aku lulus, Papa Shasa menyerahkan organisasi padaku. Diahanya ingin mengawasi dari jauh. Sementara itu di dunia nyata sejak awal aku bekerja sebagai penjual asongan yang kemudian berkembang menjadi penguasa perdagangan dijalanan baik secara resmi maupun tidak. Aku juga bekerja sebagai seorang konsultan  komunikasi Image dengan klien yang lumayan kakap. Aku memegang program pencitraan beberapa tokoh besar  dinegeri ini, Mulai dari artis sampai politikus.  Aku juga merintis dan mengembangkan diri di bisnis televisi termasuk membuat sebuah PH. Untuk gelar psikologiku, aku lebih banyak menggunakannya untuk urusan pekerjaan dan

__ADS_1


beberapa pekerjaan volunteer.


Aku berhasil membuat beberapa perusahaan dari resot, restoran, produsen makanan beku, kantor konsultan komunikasi sampai kantor production house yang memproduksi banyak film  dan acara televisi yang sukses seperti Make Over. Semua itu harus kubayar mahal, namun tidak bisa aku hindari.


Seperti aku katakan tadi, aku berhasil menyekolahkan kedua adikku di jurusan yang mereka pilih. Agusta dengan kejeniusannya berhasil menjadi ahli bedah plastik yang terkenal di Korea. Sedangkan Juli berhasil menjadi seorang


artis, sesuai dengan cita-citanya sejak kecil. Namun keberhasilan ini membuat kami tidak punya waktu untuk berkumpul dan bercerita di meja makan seperti dulu. Agusta satu-satuya penyatu bagi kami. Sesibuk apapun , adik laki-lakiku itulah yang selalu meluangkan waktu untuk mengunjungi kami berdua.  Dia juga yang menceritakan kepaddaku tentang Juli dan tentang aku pada Juli. Sampai akhirnya Agusta menceritakan tentang Juli yang sedang melarikan diri ke Singapura karena pacar brengseknya selingkuh.


Aku begitu marah dan sakit hati mendengar bagaimana Juli menghabiskan waktunya untuk menangis sampai salah satu sahabatnya mengajak ke Singapura. Di sana mereka tinggal dirumah kakak sahabatnya yang bernama Pradipta.


Aku berpikir, mereka hanya bersenang-senang di Singapura. Disaat yang sama aku sangat sibuk dengan produksi Makeover di beberapa negara, bisnis dan organisasi. Semua kesibukan ini membuatku lupa mengawasi Juli. Aku lengah. Aku baru tersadarakan saat mendengar kalau Juli  memiliki hubungan cinta terlarang dengan Pradipta.  Setelah aku selidiki, ternyata Pradipta telah memiliki istri. Selain itu dia juga terlibat dengan  bisnis dunia gelap


yang diprakarsai mafia, musuh Papa Shasa. Pradipta juga bekerja untuk keluarga Dirgantara yang sekarang dikuasai oleh musuh Ayah. Semua jadi terasa rumit bagiku. Disaat yang sama Papa Shasa juga pergi untuk selamanya, dan hanya aku      yang mengetahui kepergian laki-laki yang sangat berharga dalam keluarga kami,


tanpa kami tahu. Bagi Agusta dan Juli, Papa Shasa bukan siapa-siapa selain sebagai salah satu kekasih Papa Janu. Hanya aku yang tahu siapa dan betapa besar peranan Papa Shasa bagi kami. Hanya aku yang tahu, kepergian Papa Shasa menyusul Papa Janu akan membawa perubahan besar bagi hidup kami. Terutama bagi

__ADS_1


hidupku.


__ADS_2