Nada Nara

Nada Nara
BAB 23 Kamu siapa M? (Bagian 1)


__ADS_3

Hari ini Nara sudah terlihat baik-baik saja. Tidak terlihat bekas kesedihan dan kemarahan yang terjadi kemarin.  Pertemuan-pertemuan dengan Pradipta ternyata malah membuatnya kembali bersemangat untuk melanjutkan Nada’s Project. Setiap pagi, Nara akan bangun pagi untuk treadmill, setelah itu dia membereskan rumah dan membuat sarapan untuk dirinya dan Mahardika.


Pukul 10 pagi, adalah jadwal Nara untuk mengolah otot dan bentuk tubuh barunya di gym dekat rumah. Bagi Nara, pergi ke gym cukup menyenangkan. Disana banyak orang yang ramah dan menyukainya. Bahkan pemilik dan pegawai gym sudah sangat akrab dengannya.  Kecantikan dan kemolekan Nara, senyumnya yang ramah, membuat Nara begitu populer.  Setelah Nara menjadi member tetap dan rutin datang pukul 10, gym selalu tampak ramai pengunjung di jam yang sama. Meski begitu, Nara tidak pernah kesulitan menggunakan alat. Semua orang akan mengalah ketika Nara datang ingin menggunakan alat. Bahkan banyak orang dengan suka rela membantunya berlatih atau sekedar memberikan minum. Kaum pria akan datang kesekeliling Nara dan selalu siap siaga jika Nara membutuhkan sesuatu.


Jika biasanya para wanita akan iri dengan kecantikan dan kepopuleran wanita lain, tetapi tidak dengan para wanita kepada Nara. Mereka semua mencintai gadis ceria yang sangat cantik tapi tidak sombong. Sering jika ada yang menyenggolnya, Nara akan meminta maaf lebih dahulu dengan tulus dan senyum mempesona. Jika ada yang terkena masalah, Nara akan segera membantunya. Bahkan jika ada yang bersedih, Nara akan dengan senang hati menghibur. Itulah mengapa gadis ini sangat populer. Kenyataan ini disadari Mahardika, dan dia tidak menyukainya. Bukan dia iri karena kalah populer, seperti yang dituduhkan David sahabatnya sekaligus asistennya. Akan tetapi Mahardika tidak suka jika Nara dekat dengan para pemujanya itu,  terutama laki-laki, dan melupakannya.


Hari ini, sesuai dengan aplikasi yang dipasang oleh Mahardika di smart phonennya, Nara harus latihan beban. Setelah melakukan pemanasan secukupnya gadis ini menuju ke lokasi barbell. Sudah banyak laki-laki yang menunggunya di sana. Mereka menyapa Nara dan bertanya mau latihan apa?


“Mau latihan Latihan Barbell,” sahut Nara lembut. Nara kemudian memperlihatkan aplikasi yang ada dalam smart phonenya. Disana tertulis :


- Latihan barbell untuk membentuk resistensi\, kepadatan tulang dengan menggunakan otot-otot yang beban-

__ADS_1


Seorang personal trainer yang ditugaskan oleh Mahardika untuk mendampingi Nara, telah siap membantu. Dia menyiapkan barbell yang diperlukan. Hal pertama adalah latihan otot dada, bahu lengan dan sedikit otot perut.  Nara segera berbaring diatas bangku yang disediakan. Sebelum dia berbaring disana, tampak seorang pemuda melap bangku itu dengan handuknya. Nara tersenyum manis dan mengucapkan terimakasih, membuat pemuda itu tersenyum senang. Seorang laki-laki yang berdiri tak jauh dari Nara segera menyiapkan rak barbell dengan batang


disangga setinggi pergelangan tangan ketika lengan Nara sepenuhnya terulur ke arah langit-langit. Kembali Nara menatap laki-laki itu dan tersenyum sambil  mengucapkan terimakasih, yang disambut senyuman lebar. Dia langsung membantu Nara melakukan latihan angkat barbel dengan tangan dalam posisi berbaring. Nara kemudian menurunkan lengannya kearah dada dengan posisi siku ditekuk sehingga lengan Anda miring sekitar 45 derajat dari tubuhnya dan lengannya secara vertical. Laki-laki itu masih setia menemani Nara meski personal trainer Nara juga ada disana. Bahkan beberapa kali dia berbisik mesra pada Nara agar saat melakukan gerakan, dadanya tetap terangkat keatas. Modus yang basi sebenarnya, walaupun laki-laki itu tidak salah.


Setelah barbel berada pada posisi yang rendah dekat dengan dada, Nara segera angkat barbel ke atas, kearah langit-langit sampai lengannya kembali lurus. Laki-laki itu kembali  menyentuh tangan Nara dengan dalih memastikan pergelangan tangan, siku, dan bahu Nara tetap pada satu garis lurus. Personal trainer yang mendampingi Nara hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala. Hari ini Mahardika tidak datang bersama Nara, membuat para laki-laki itu bebas mendekati Nara denga dalih membantu. Setelah melakukan gerakan tersebut 10 repetisi dalam 4 set, personal trainer menghentikan Nara. Tiba-tiba muncul seorang pemuda yang memberikan sebotol air minum. Kembali Nara mengucapkan terimakasih dengan manis pada mereka semua. Cara Nara mengucapkan terimakasih dan menghadapi laki-laki yang menggodanya cukup elegan dan tetap berkesan ramah, sehingga merekapun tidak sakit hati ataupun merasa di PHP.


Personal trainer Nara segera mengajak gadis itu ke lokasi Barbell Back Squat  Nara harus melatih otot-otot paha dan punggung, agar terlihat padat dan kencang tanpa strechmark. Disana seorang laki-laki menanyakan beban yang diinginkan Nara. Gadis itu memilih beban 4 kg, yang langsung dipasangkan oleh laki-laki tadi. Saat Nara sudah siap berdiri tegak dengan posisi kaki selebar bahu, laki-laki itu memberikan barbell di masing masing tanganya. Nara segera melakukan gerakan squat dengan menekuk pahanya hingga sejajar dengan lantai atau setengah jongkok. Nara menjaga tulang punggungnya dalam posisi yang lurus. Kemudian saat bergerak turun, lututnya tidak bergerak melebihi ujung kaki. Setelah itu, perlahan Nada kembali pada posisi tegak. Gerakan ini dilakukan 10 kali pengulangan dalam 3 set. Pemandangan indah ini membuat para laki-laki yang perhatiannya berpusat pada Nara meneguk ludah. Banyak diantara mereka yang pura-pura latihan namun diam-diam melirik kearah Nada.


Nara segera menerima barbell dari personal trainernya. Dia mengangkat barbell dengan posisi tangan sedikit lebih lebar dari bahu. Setelah itu Nara menekuk sedikit lututnya, mendorong pingguknya ke belakang dan menyandarkan tubuhnya kedepan hingga sejajar lantai. Posisi yang membuat para laki-laki menelan ludah.  Nara menarik lurus barbelnya ke arah dada, menekuk siku kedua siku melewati tubuhnya. Nara konsentrasi memusatkan beban pada


punggung dan bahu. Setelah mengulang 10 kali sebanyak 5 set, Nara kembali keposisi awal disambut tepuk tangan orang-orang disekitarnya. Tepuk tangan yang membuat Nara tersadar, begitu banyak orang menonton dia sedang latihan. Saat itu Nara tersipu malu dan tersenyum canggung. Pipi nara yang memerah menambah kecantikan gadis

__ADS_1


itu sekaligus menambah cepat detak jantung penggemarnya.


Saat itulah, Mahardika datang dengan muka merah. Dia meneriakan nama Nara dan memaksanya menghentikan


latihan. Nara yang melihat Mahardika marah hanya bisa bengong. Dia tidak tahu kenapa laki-laki itu datang-datang malah marah, lalu mengajak pulang. Bahkan dia belum mulai latihan dan masih belum mengganti sepatunya. Lagi pula, bukankah Nara masih ada 30 menit lagi untuk pendinginan?


“Tidak usah, kita pulang dan pendinginan di rumah,” kata Mahardika ketus.  Dia memandang personal trainer Nara dengan pandangan dingin membunuh. Sang personal trainer hanya bisa hanya bisa nyengir dangaruk-garuk kepalanya yang bahkan tidak gatal sama sekali.


“Mahardika, kamu kenapa sih? Datang-datang kok malah marah-marah,” kata Nara. Gadis itu  masih bingung dengan sikap Mahardika. Alih-alih menuruti Mahardika, Nara malah menarik personal trainernya untuk melakukan pendinginan dan meminta Mahardika melakukan latihannya sendiri. Laki-laki itu menggeram kesal saat perintahnya tidak dituriti. Dia sadar saat ini menjadi pusat perhatian banyak orang. Ada yang memandangnya geli, ada yang memandangnya sebal bahkan ada yang mentertawakannya. Dia memutuskan untuk segera mengganti sepatu dan melakukan latihan beban tanpa melepaskan Nara dari pandangannya.


Setelah selesai dengan Sang Personal Trainer, Nara melakukan beberapa tes dan pengukuran lemak serta masa

__ADS_1


tubuh. Semua hasilnya sempurna sesuai target. Hal ini membuat  Nara senang dan percaya diri. Nara segera menghampiri Mahardika yang sudah duduk di bangku istirahat, melaporkan semua hasil tesnya dengan ceria. Sikap Nara ini membuat kekesalan Mahardika pada para laki-laki yang menggoda Nara tadi, menguap hilang begitu saja.


__ADS_2