Nada Nara

Nada Nara
Bab 76 Jawaban Dibalik Rahasia kencan Makan siang (Bagian 4)


__ADS_3

POV Mahardika


Setelah kembali ke ruangan, Nara minta maaf ke Pradipta karena membuat semua kaget dan melakukan hal yang memalukan. Dia bahkan ingin pergi meninggalkan ruangan sebelum makan siang. Aku sendiri tidak tahu apakah dia benar-benar ingin pergi atau hanya ingin menggoda Pradipta yang tidak ingin Nara pergi saat itu. Pradipta merayu Nara dengan mengatakan bahwa Nara orang yang ba


“Kamu sangat peka pada lingkungan, cerdas dan luar biasa”. Kata Pradipta sambil  menahan tangan Nara memintanya  duduk lagi. Tangan Pradipta cukup kasar menahan Nara, hingga membuat Adrian menajamkan matanya tanda tidak suka dengan apa yang dilakukan Pradipta ditangan Nara. Pradiptapun menyadari kesalahannya dan melembutkan genggamannya. Kemudian Pradipta mengatakan bahwa sebenarnya dia sering memperhatikan Nara. Dia sangat mengagumi sifat Nara dalam menghadapi orang lain. Pradipta sambil menarik


lembut tangan Nara agar duduk. Akhirnya Nara kembali duduk dikursinya, diiringi tarikan nafas lega dari Pradipta. Sebuah gombalan yang cukup murahan namun tampaknya mampu membuat para Wanita terlena. Nara pun hanya tersenyum  memberikan tanda dia setuju.


Aku segera menghubungi Bara tentang makanan yang aku lihat dibawa pelayan masuk ruangan dan disajikan . Dua porsi steak kali ini terhidang didepan Nara dan Pradipta. Bara memastikan bahwa makanan yang dihadapan Nara sudah ditukar dengan steak buatan Bara. Bara adalah salah satu chef andalanku yang sangat piawai mengolah daging. Selain itu Bara adalah pemain pisau dan pelaku mutilasi terbaik kami. Wajahnya yang tampan, ramah dan penuh senyum seperti pemenang Masterchef idola itu mampu menyembunyikan wajah mengerikannya saat sedang bermain main dengan tubuh manusia dengan pisau penuh darah.  Masakannya? Wow, luar biasa enak.


Kali ini tanpa sadar Nara kembali menjadi Nada yang melayani Pradipta. Dia meminta black papper  dan tabasco untuk Pradipta. Dengan gesit, Nara mengambil piring Pradipta dan memotong motong steak di hotplate itu, ditaburinya dengan Black papper dan tabasco. Pradipta mungkin terlalu kaget untuk bereaksi, begitu juga orang-orang di sekitar Pradipta. Tampak sekali mereka gugup. Mungkin mereka takut Pradipta marah atas perlakuan


Nara yang lancang dan sewenang-wenang terhadap sang boss.


Setelah tersadar dengan apa yang dilakukan Nara, yang memang menjadi kesukaannya saat makan steak, Pradipta tersenyum lebar. Kulihat dengan jelas para pelayan yang ada di ruangan ituy menghembuskan nafas lega melihat senyum Pradipta. Sementara itu Nara seperti tidak peduli dengan atmosfir yang ada di sekitarnya. Setelah


selesai, Nara kembali meletakan hotlate depan Pradipta dan kembali ke steaknya sendiri dengan diam, seolah-olah tidak terjadi apa apa. Nara terlihat memotong-motong steaknya, menaburkan blackpaper dan menuang saus di pinggir hotplate nya.


Saat  baru menyuap makanan, Pradipta menghentikan tangan Nara yang sedang memegang garpu dan mengambil daging. Pradipta memegang lembut tangan Nara, mengambil alih garpu sambil tersenyum lembut. Aku melihat Nara kebingungan, menutup mulutnya sambil memandang Pradipta. Huft, aku tahu apa yang akan dilakukan si buaya ini.

__ADS_1


“Buka mulutmu Nara,” kata Pradipta sambil menusuk satu daging dari piring Nara. Benarkan dugaanku, buaya ini ingin menggoda Nara dengan sok romantis menyuapi wanita cantik itu. Kulihat Nara tersenyum bahagia menerima suapan Pradipta. Ini sangat menyebalkan. Itu kan gombalan buaya murahan. Bisa ketebak. Kenapa Nara harus


baper sih? Aku juga sering nyuapin Nara kan. Apalagi sekarang laki-laki buaya itu makan dengan garpu yang sama yang dia pegang, menyuapi Nara dan dirinya sendiri bergantian sampai habis. Mereka berdua saling pandang sok mesra dan saling sembunyi. Benar- benar bikin kesal.


“Kenapa? Kesel liat yang suapa suapan? Tuh ada Andrew disebelah, suap suapan aja sama dia,” kudengar suara Henry menggodaku, disambut deheman Adrian yang aku tahu pasti sedang menahan tertawa dibalik wajah datarnya.


“Sial. Ngapain suap-suapan sama Andrew,” kataku sewot dan disambut tawa ngakak Henry dan Andrew. Sementara itu Pradipta terus melancarkan serangan buayanya mendekati Nara. Mereka melanjutkan makan siangnya dengan makanan penutup khas korea,Chapssaltteok.  Ini adalah salah satu jajanan tradisional Korea yang dulu sering aku belikan untuk Nara. Chapssaltteok ini mirip mirip dengan mochi Jepang. Teksturnya kenyal dan kali ini diberi isian manis. Chapssalteok ini disajikan bersama dengan Sujeonggwa. Kata Nara minuman ini adalah wedang ronde seperti yang biasa dia belli di kawasan kuningan. Aku melihat Pradipta tidak memakan hidangan penutup, memilih menikmati Wine yang tadi sempat tumpah.


“Bara, kenapa Chassalteok dan Sujeonggwanya hanya untuk Nara? Yakin makanan itu aman?”


tanyaku.


“Aman bos. Bukan aku yang buat tapi sudah dipastikan aman karena Sisca  baru saja menikmati hidangan yang sama. Sepertinya mereka sudah tidak ingin melakukan apa-apa di restoran dan memilih untuk melakukan penyerangan saat penyergapan. Baru saja aku dengan  boss mereka meminta untuk menghentikan makan siang romantis Pradipta agar Nara cepat pulang.  Sebentar lagi Sisca akan ke ruangan untuk berbicara dengan Pradipta bos,” lapor Bara


Setelah makan siang selesai, Pradipta melihat ke jam yang melingkar ditangannya. Dia menarik nafas panjang, seolah tidak ingin pertemuan ini berakhir, namun dia harus pergi. Pradipta kulihat masih berusaha merayu Nara dengan kata-kata buayanya. Nara hanya menannggapi dengan malas.


“Mas, kamu tuh gombal banget ya. Dari tadi itu terus bilangya,” protes Nara yang membuatku ingin tersenyum. Alih-alih marah, Pradipta malah tertawa terbahak-bahak. Sepertinya Pradipta malah menyukai nada protes manja Nara.


“Itu kenyataan kok. Gombalnya dimana coba. Nara, bolehkah aku bertemu denganmu lagi?” Pradipta terus melancarkan rayuannya.

__ADS_1


“Boleh. Sebaiknya sekarang aku pulang. Aku tidak mau mengganggu acaramu dan menyita waktumu lebih banyak,“ kata Nara.


“No, its okay. Kamu tidak pernah menggangguku. Anytime kamu ingin bertemu, telpon aku. Aku akan usahakan. Kita harus bertemu lagi ya cantik,” kata Pradipta masih dengan gombalannya yang menyebalkan. Kulihat Adrian tanggap dengan omongan Nara langsung bersiap siap. Buat kami, clue Nara pulang adalah tanda dimana kami semua bergerak untuk melindungi Nara. Bahkan Bara yang saat ini menjadi chef utama restoran langsung melepaskan celemeknya dan berlari menuju motor yang ada di parkir basement untuk bergerak menuju lobby.


Aku segera mengerahkan semua kamera untuk mencari keberadaan Sisca dan sang manajer. Aku meminta Adrian untuk sedikit mengulur waktu untuk tahu persis kekuatan lawan.  Henry bergerak cepat memarkirkan mobil di lobby lalu menyerahkan kunci pada anak buah kita yang menyamar menjadi Vale service man.  Setelah itu dia kembali memantau pergerakan lawan. Ada beberapa mobil yang menujut Henry adalah mobil anak buah Sisca. Ternyata mereka menjadi kurang waspada karena merasa masih berada di markas.


Aku sendiri mencari keberadaan Sisca dan sang manajer. Setelah Nara keluar, manajer segera masuk ke ruangan Pradipta. Mereka mengeluarkan peralatan dari lemari disebelah Pradipta. Bisa kulihat bahwa semua percakapan dan kejadian di ruangan itu direkam dan dikirim ke server luar yang tidak jauh dari tempat ini. Pradipta dan sang


manajer segera menghadap ke lemari yang saat ini sudah beralih fungsi menjadi meja kerja mereka. Beberapa kaca yang ada diruangan itu berubah menjadi layar LCD yang menampilkan kamera yang mengarah pada Nara dan Adrian. Ada dua layar yang membuatku merasa aneh Layar itu menunjukan depan dan belakang Nara.


“Adrian, berhenti dan berdirilah di depan Nara seolah olah kamu ingin menerangkan pada Nara tentang rute perjalanan. Jangan bicara yang lain,” kataku pada Adrian yang sedang berada di lobby. Adrian segera melakukan apa yang aku minta. Saat itu aku bisa melihat saku jas Adrian.


“Adrian, aku tidak tahu persis apa, tapi ada kamera yang sejajar dengan sakumu. Buang tapi jangan sampai mereka curiga. Kita tidak sempat untuk merusak secara digital, jadi hardware yang harus dirusak. Seharusnya ada dua minimal, depan dan belakang.


“Nona Nara, sebelum kita berangkat, bos mengatakan agar kita melakukan perubahan rencana, kita harus mengambil beberapa berkas dan Nona harus menandatangani berkas tersebut secara langsung. Oh maaf Nona ada serangga di badan Anda,” kata Adrian tenang.


“Aduhh, apa, cepat singkirkan! Adrian tolongggg,” kata Nara terdengar panik. Sebenarnya aku cukup heran. Nara bukan tipe wanita yang takut serangga. Rupanya wanitaku ini cukup cerdas menangkap kode Adrian. Dengan sikap Nara ini, dengan mudah menemukan 4 kamera yang sangat kecil yang ditempelkan di baju Nara oleh Pradipta.


Setelah bersih, Adrian dengan cepat membawa Nara menuju mobil yang sudah siap di carport dengan pintu terbuka. Nara duduk dibelakang. Begitu pintu ditutup, dua orang pasukan bayangan keluar dari jog belakang dan duduk disamping kanan kiri Nara. Sementara itu tempat duduk depan dibiarkan kosong karena Adrian duduk di

__ADS_1


kursi pengemudi. Setelah keluar dari halaman LC Tower, akan ada satu orang pasukan bayangan yang duduk di kursi depan. Sementara itu semua pasukan bayangan sudah berada di mobil yang menunggu di luar gedung LC. Sementara itu Henry langsung berada dibelakang mobil Adrian tanpa sepengetahuan pasukan Sisca, Orang hanya tahu, mobil henry diisi oleh sepasang lovebird yang sedang kasmaran, sebagai penyamaran Henry.


Bayu yang mencari keberadaan Sisca, menemukan wanita tangguh itu memasuki mobil yang mirip dengan mobil yang digunakan Adrian. Dia masuk di kursi penumpang. Disampingnya juga seorang wanita yang tidak kalah cantik dari Sisca. Gadis dengan celana jeans  dan hoodie gombrong itu menjadi pengemudi Sisca. Dari melihat sekilas aku tahu bawa di pinggang wanita itu ada beberapa pistol, pisau dan granat. Dikakinya juga ada 2 pasang belati lempar. Wow lumayan juga wanita ini. Akun menyebutkan semua hasil pengamatan ini pada Adrian dan Henry. Aku segera menyambar Ipad khususku dan berlari kearah lobby. Pasukanku yang tersisa akan membereskan ruangan  dan memindahkan semua di markas yang berada di basement.


__ADS_2