
Naomy langsung menatap victor dengan tatapan yang tak percaya akan ucapan pria itu barusan
Mereka pun tiba didepan kos Naomy
"Selamat malam calon istri" Ujar Victor meledek
Naomy tersenyum malu
...
Pagi hari
Terdengar suara ketukan pintu yang tak lain ialah Nadya
Naomy pun membuka pintu dengan rambut yang masih acak-acakan dan muka bantal
"Loh Nao lo baru bangun?" Tanya Nadya
"Iya nih" ujar Naomy yang masih setengah sadar
"Lo gak kerja?"
"Gue ngambil cuti 20 hari"
Nadya sontak kaget
"Mau ngapain lo cuti 20 hari?"
"Kepo aja, nanti juga lo tau kok"
"Serius Nao?"
"Iya Nadya ku sayang"
Nadya pun pergi ke kantor sendiri, dan Naomy kembali ke ranjang nya seraya mengambil ponselnya yang berada di atas lemari kecil di samping ranjang tersebut.
__ADS_1
Ia mengutak-atik ponselnya seperti biasa memantau sosial media nya
Tiba-tiba ponsel nya berbunyi dan nama yang muncul ialah Victor
"Halo" ujar Naomy
"Kamu udah siap?"
"Belum pak"
"Kok manggil pak lagi"
"Eh iya maaf, saya mau siap-siap dulu" Naomy masih menggunakan kata-kata formal bagai bos dan karyawan karena ia masih belum terbiasa
Telepon pun dimatikan oleh Naomy,ia segera berjalan menuju kamar mandi
10 menit kemudia ia keluar dari kamar mandi berjalan menuju lemari pakaian
Naomy memakai celana jeans dan baju lengan panjang berwarna merah tua
"Kau beneran mau nikah Nao? Pacaran aja gak pernah, dan sekarang mau nikah sama bos sendiri lagi, udah kayak mimpi aja" Naomy mencubit pipinya
"Aww.. Huhf kukira ini mimpi"
Naomy pun merias wajah nya senatural mungkin, tanpa make up pun Naomy tetap cantik
Naomy mengambil ponsel nya dan menelpon Victor
"Saya sudah siap"
"Baiklah aku jemput sekarang ya"
Victor memutuskan telepon
Beberapa menit kemudian terdengar bunyi klakson dari depan rumah yang menandakan bahwa Victor telah sampai di depan rumah Naomy
__ADS_1
Naomy berjalan menuju mobil dan segera masuk ke dalam nya
Lagi-lagi wajah Victor mendekat, Naomy sudah tau apa yang akan Victor lakukan, sontak Naomy langsung menarik sabuk pengaman dan memasangnya sendiri
Victor yang melihatnya pun tersenyum
"Kamu udah sarapan?" Tanya Victor
"Belum pak" Naomy langsung menutup mulutnya menggunakan telapak tangan nya karena ia tak sengaja menyebut pria di sampingnya dengan sebutan itu lagi
Victor yang melihatnya hanya tersenyum
"Aku tau kok kamu belum terbiasa, kita sarapan dulu deh" ujar Victor
Naomy hanya diam dan pandangan nya fokus ke jalan ia tak mau menatap pria disampingnya karena ia tau wajah nya akan memerah ketika menatap Victor
Mereka sampai disebuah restoran dan sarapan disana
Setelah selesai sarapan mereka kembali ke mobil, Victor mengutak-atik ponsel nya dan menelepon seseorang
"Halo bim kamu dmna?" tanya Victor
"Saya sudah dibutik pak" sahut bima di telepon
"Share loc"
"Baik pak"
Victor menutup telepon tersebut dan langsung menuju butik yang sudah bima share loc
Beberapa menit roda mobil berputar akhirnya mereka tiba didepan sebuah butik ternama
Bima sudah berdiri di depan butik tersebut menunggu tuan dan calon nyonya
"Anda sudah ditunggu tuan" ujar Bima
__ADS_1
Namun Victor tak menghiraukan ucapan asisten nya ia hanya fokus menunggu Naomy keluar dari mobil