Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 226 ( Season 2 )


__ADS_3

Marion dan suaminya sudah turun dari mobil. Mereka berdua sudah tahu rencana Marinka namun Marion berpura-pura tak tahu akan hal itu.


Waktu saat ini menunjukkan pukul 8 pagi. Marion dan suaminya berjalan menuju rumahnya dimana rumah itu merupakan tempat tinggal Marinka dan ibunya.


Langkah kaki Marion mengusik telinga Marinka yang tengah berada di ruang tamu sibuk dengan laptopnya.


Senyum licik Marinka terukir indah kala ia melihat kedatangan saudari kembarnya.


Dengan anggun, Marinka berdiri menyambut Marion dan suaminya. "Selamat datang kakak dan kakak ipar!" Marinka menyapa keduanya dengan senyum palsu dan sepasang suami istri itu tahu jika Marinka mengumbar senyum tak tulusnya.


"Mama dimana?" tanya Marion.


"Mama ada di dalam, Kak! kamar kalian ada di lantai dua sebelah kiri kamarku," tutur Marinka masih dengan senyum palsunya.


"Kau ke kamar dulu ya, Sayang!" Marion meminta suaminya untuk ke kamar lebih dulu dan pria bernama Jerry itu melangkahkan kakinya ke arah kamar yang sudah di tunjukkan oleh Marinka dengan tangan sambil menarik kopernya.


Marion dan Marinka masih ada di ruang tamu. "Kau pasti merencanakan sesuatu kan? kau tak akan repot-repot mengundangku ke acara ulangtahun yang tak penting seperti ini," ujar Marion pada adiknya.


Tawa renyah Marinka melengking di telinga Marion. "Kau memang saudari kembar yang sangat mengenalku dengan baik! jika memang ada rencana busuk dibalik acara kita besok malam, itu semua bukan urusanmu, Saudari kembarku yang munafik!"


Marion menatap Marinka dengan raut wajah kesal namun, sedetik kemudian berubah menjadi senyum simpul. "Maling teriak maling, apa kau tak sadar siapa di antara kita berdua yang paling munafik? cukup dulu kau membuatku menjadi bonekamu, Adikku! sekarang tidak lagi karena aku sudah tak terikat dengan ancamanmu itu," tutur Marion sembari melangkahkan kakinya menuju arah kamarnya.


Marinka menoleh ke arah saudari kembarnya yang melenggang menaiki tiap anak tangga yang menuju lantai atas.


"Saudari kembar yang tak tahu di untung! bukannya berterimakasih karena sudah bersatu dengan pujaan hatinya, malah memusuhiku," umpat Marinka berjalan ke arah meja dimana laptopnya masih menyala.


Di kediaman William, sepasang suami istri yang baru saja selesai berbenah duduk di sofa yang berada di kamarnya.


"Apa kau lelah?" tanya William pada istrinya karena Zinnia baru saja membersihkan kamarnya yang sudah seperti kandang ayam.


"Tentu saja lelah! aku ini bukan hanya lelah karena membersihkan kamar ini, tapi lelah karena kau membuatku tidur hampir jam 3 pagi," sahut Zinnia dengan bibir yang sudah di majukan ke depan.


William mengusap rambut panjang Zinnia. "Tapi kau suka kan?" tanya William menggoda istrinya.


"Suka apanya! yang ada tubuhku sakit semua karena ulahmu ini," rajuk Zinnia pada suaminya.


William menarik tubuh istrinya memeluk tubuh Zinnia yang membuatnya candu tak berkesudahan. "Kasihan sekali sih istriku ini! pasti badannya sakit semua ya? mau aku bantu pijatkan?" tanya William dengan suara khas anak kecil.


Zinnia memeluk tubuh suaminya erat. "Tidak mau! yang ada kau akan meminta jatah lagi dan tubuhku akan semakin remuk," tolak Zinnia.


William tersenyum mengecup puncak kepala istrinya. "Kapan acara ulang tahun, Marinka?" tanya William pada istrinya.


"Mana aku tahu," sahut Zinnia dengan nada ketus.


"Masih cemburu ya?" tanya William namun, lebih tepatnya meledek Zinnia.


"Ya! cemburu buta karena aku terlalu mencintaimu," ujar Zinnia masih dengan nada ketusnya.


William hanya tersenyum. Pria itu mengedarkan pandangannya ke arah ranjang dan sekitarnya namun, tak ada undangan yang di berikan oleh Marinka kemarin.

__ADS_1


Saat mata William melihat ke arah meja tepat di depannya, tanpa pikir panjang Dokter tampan itu meraih kertas undangan yang ia lihat.


William melihat tanggal berapa ulang tahun si kembar akan di selenggarakan karena setahu William tanggal lahir Marion sudah lewat tiga hari.


"Acaranya besok! kau tak ingin bersiap?" tanya William dengan mata yang masih menatap ke arah undangan itu.


"Aku tak ingin ikut!"


William menundukkan kepalanya menatap wajah Zinnia yang bersembunyi di dadanya. "Sayang! jangan cemburu seperti itu, aku sudah tak ada perasaan apapun padanya," jelas William masih menatap wajah Zinnia yang menunduk menempel pada dadanya.


Wanita itu menggerakkan sedikit wajahnya agar dapat bertatapan langsung dengan wajah suaminya.


Cup


Kecupan mesra mendarat pada bibir William. "Aku hanya menggodamu saja! mana mungkin aku tak menemani suamiku yang menjadi incaran si kutu loncat itu! pasti dia bahagia sekali karena kau datang sendirian."


Wajah William masih berada sangat dekat dengan wajah Zinnia. "Aku milikmu, Sayang!"


Zinnia memejamkan matanya dengan senyum manis yang terukir indah untuk memanjakan mata William.


Cup


William membalas kecupan mesra Zinnia dan kecupan itu masih belum terlepas, sampai pada akhirnya Zinnia yang melepas kecupan itu lebih dulu.


"Ini masih pagi dan kau sudah ingin memakanku lagi," cecar Zinnia pada William.


Zinnia langsung berdiri. "Aku akan membuat sketsa dulu!" Zinnia hendak melangkah ke arah ranjangnya namun, suara William menghentikan langkah kakinya, "Apa kau dan Marquez tak perlu bertatap muka untuk membahas desainnya?" tanya William.


Zinnia berbalik badan menghadap ke arah William. "Aku hanya akan membuat sketsa awalnya saja, nanti saat proses diskusi aku dan Marquez akan menggabungkan desain kami," tutur Zinnia melanjutkan langkah kakinya menuju arah ranjang.


Zinnia menarik laci nakas dan ia mengambil pensil dan kertas untuk menyalurkan inspirasinya.


William juga ikut naik ke atas kasur melingkarkan tangannya pada lengan Zinnia.


"Jika kau seperti ini bagaimana aku bisa menggambar, Sayang!"


"Aku ingin dekat denganmu," tutur William pada istrinya dengan nada manja.


Zinnia melepaskan tangan William dari lengannya. Desainer cantik itu beranjak dari kasurnya. "Aku akan menggambar di tempat lain dan kau bisa menguasai kamar ini untuk beberapa jam kedepan," ujar Zinnia keluar dari kamarnya.


Tepat setelah Zinnia menutup pintu kamar, suara dering ponsel William terdengar.


William melihat nomor yang menghubunginya. "Nomor telepon siapa ini?"


Beberapa detik berpikir, akhirnya William memutuskan untuk mengangkat nomor yang tak ia kenal.


"Halo!"


"Ini benar dengan, William!"

__ADS_1


Tubuh William menegang karena ia tahu betul siapa pemilik suara khas itu.


"Marion!"


"Iya, ini aku."


"Ada apa kau menghubungiku lagi?"


"Kau jangan salah paham dulu, Will! aku ingin memberitahumu sesuatu hal yang penting."


"Hal penting? jika menyangkut masalalu kita, aku ...."


"Masalalu kita akan aku jelaskan lain kali saja, ini menyangkut keselamatan istrimu!"


"Zinnia? ada apa dengan, Zinnia?" tanya William dengan suara sedikit meninggi.


"Marinka sudah merencanakan hal buruk besok malam saat acara perayaan ulang tahun kami."


"Kau jangan mengada-ada, Marion!"


"Aku tak mengada-ada, Will! Marinka suka padamu dan dia akan melakukan apapun untuk mendapatkanmu."


"Itu tak mungkin!"


"Terserah kau percaya padaku atau tidak yang jelas dengarkan aku baik-baik!"


"Dengarkan apa?"


"..."


"Baiklah! demi keselamatan Zinnia aku akan melakukannya, tapi apa kau yakin dengan rencanamu bisa menjamin keselamatan, Istriku?"


"Kau harus percaya dan serahkan semua padaku sisanya, karena aku tak ingin Marinka terus berbuat kejahatan yang bisa membuat kau kembali kehilangan seseorang yang berarti untukmu, Will! cukup aku yang berpura-pura mencintaimu, jangan sampai istrimu yang benar-benar cinta padamu harus menjadi korban keserakahan Marinka karena ingin memilikimu seutuhnya."


William masih diam tak bersuara. Pria itu masih mencerna semua ucapan mantan calon istrinya. "Terimakasih karena kau mau membantu, Istriku!"


"Aku berhutang budi padamu karena kau telah membantu biaya pengobatan ibuku."


"Aku tak menghitung itu sebagai utang budi, Marion!"


"Terserah kau saja! yang jelas besok malam kita harus menjalankan rencana itu agar Zinnia bisa lolos dari perangkap yang dibuat oleh, Marinka!"


"Aku tahu!"


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 🥰


BACA JUGA NOVEL BARU AUTHOR YANG JUDULNYA "MY HUSBAND MY ANGEL" MASIH ANGET BARU RILIS TADI.


KISAHNYA ROMANTIS BERTABUR CINTA PENUH FANTASI 🥰 LANGSUNG KLIK FOTO AUTHOR SAJA😘 JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 🥰

__ADS_1


__ADS_2