
Semua peserta sudah berganti seragam olahraga.
Pertandingan pertama adalah pertandingan sit up.
Dokter yang mengikuti game itu terlihat berbadan atletis semua dan istri mereka juga terlihat cantik.
William sudah dalam posisi terlentang dengan tangan Zinnia memegang lutut suaminya. Sebenarnya William tak perlu bantuan istrinya namun, peraturan itu sudah di buat oleh Edward.
Ide nakal muncul di dalam otak William. Sebelum pertandingan benar-benar di mulai, Dokter bedah itu meminta Zinnia agar duduk di lututnya.
"Sayang! kau duduk saja di lututku agar kau tak lelah terus berjongkok seperti itu," jelas William.
"Tapi aku malu jika harus duduk di atas lututmu," ujar Zinnia dengan suara pelan.
"Duduklah," pinta William dan Zinnia mau tak mau harus mengikuti perintah suaminya.
Priiiiit
Suara tiupan peluit menjadi kode jika permainan sudah berlangsung.
William mulai melakukan tugasnya. Zinnia bertugas untuk menghitung berapa kali suaminya sanggup melakukan sit up.
Saat masih dalam hitungan pertama sampai 10 tak ada keanehan dalam diri William, sampai memasuki hitungan 11 ke atas, William bergerak dengan cepat sampai bibirnya dan bibir Zinnia bersentuhan.
Cup
Wajah Zinnia terkejut. Belum juga keterkejutannya hilang, William lagi-lagi sengaja saat bangun mengecup bibir istrinya kembali.
Cup
Wajah Zinnia semakin memerah karena ulah jahil suaminya.
"Berhenti!"
Zinnia sampai lupa tak menghitung sudah berapa kali suaminya melakukan sit up.
William masih tetap sama terus berusaha menggapai bibir istrinya namun, Zinnia terus menghindar.
"Ini sudah hitungan ke berapa?" tanya Zinnia pada William.
"30 kali, Sayang!" William menjawab sambil terus melakukan gerakan sit up.
Mata Zinnia terbelalak karena ia tak menyangka jika suaminya sudah melakukan sit up yang ke 30.
"Kenapa aku sampai tak sadar jika dia sudah melakukan sit up yang ke 30 kali? apa karena ciuman jahilnya itu yang membuatku sampai lupa untuk menghitung?"
__ADS_1
Priiiiit
Suara peluit berbunyi kembali menandakan jika permainan sudah berakhir.
Zinnia diam karena ia tak tahu sudah berapa kali suaminya melakukan gerakan sit up dalam waktu 1 menit.
William masih tidur terlentang dengan wajah di penuhi cucuran keringat dan nafas yang sudah pasti naik turun.
Zinnia segera mengambil handuk kecil yang sudah di sediakan oleh panitia.
Gadis itu hendak bangun untuk mengusap keringat pada wajah suaminya namun, William sudah bangun lebih dulu.
"Kau mau kemana, Sayang?" tanya William menggenggam tangan istrinya.
"Aku ingin mengusap keringat di wajahmu," sahut Zinnia menatap wajah suaminya.
"Kau bisa melakukannya sekarang," pinta William sambil memejamkan matanya sudah siap untuk menerima sentuhan lembut tangan Zinnia pada wajahnya.
Zinnia hanya bisa tersenyum kecil melihat tingkah konyol suaminya. Gadis itu mulai mengusap keringat pada wajah William.
Dari mulai pelipis, kening, dan dagunya. Sentuhan lembut desainer cantik itu memeberikan efek relaksasi tersendiri bagi William.
Panitia yang bertugas mendampingi tiap peserta ikut merasa terhanyut dengan kemesraan dokter pemilik rumah sakit itu.
Zinnia melihat ke arah lengan William yang sudah melingkar indah di pinggang rampingnya.
Tatapan Zinnia menatap kedua mata suaminya dengan senyum simpul yang ia pancarkan pada William. "Kau sedang apa, Sayang?" tanya Zinnia dengan suara manja.
William memasang cengiran kudanya. "Aku hanya ingin menambah tenaga saja," elak William yang tak ingin mendapatkan cubitan atau tamparan dari istrinya.
Bukan tamparan atau cubitan yang di dapat oleh William melainkan kedipan mata seksi dari Zinnia. "Kau harus semangat, Suamiku! aku mencintaimu," tutur Zinnia memberikan semangat pada suaminya.
William langsung memeluk tubuh istrinya. Zinnia meronta ingin di lepaskan. "Sayang! lepaskan! kau bau keringat," cecar Zinnia langsung melepas pelukan suaminya.
"Tapi kau suka kan?" tanya William menggoda istrinya.
Zinnia hanya tersenyum sambil berdiri bangun. Gadis itu juga mengambil air mineral untuk William dan Dokter tampan itu langsung meneguk air putihnya sampai tinggal setengah.
Para juri sedang berdiskusi untuk memilih pemenangnya.
Wajah Zinnia terlihat murung. "Kau kenapa?" tanya William pada istrinya.
"Aku lupa tak menghitung berapa kali kau melakukan sit up," jawab Zinnia masih dengan kepala menunduk.
William mengusap rambut Zinnia. "Kau tenang saja karena tadi sudah ada panitia yang bertugas menghitung tiap gerakan yang aku lakukan."
__ADS_1
Zinnia menoleh ke arah William. "Benarkah?" tanya Zinnia tak yakin.
"Tentu saja! apa aku ada tampang wajah suka berbohong."
Zinnia memiringkan sedikit wajahnya mencoba mencari sesuatu yang ada pada wajah William.
"Aku melihat di wajahmu ada guratan kebohongan yang tak bisa terlihat oleh orang lain, hanya aku yang dapat melihatnya," jelas Zinnia dengan wajah serius.
"Kenapa hanya kau yang bisa melihat itu semua?" tanya William.
"Karena hanya aku wanita yang tulus mencintaimu bukan ...."
"Aku juga mencintaimu," sambung William merangkul istrinya.
Semua orang yang berada di sana melihat William dan istrinya bermesraan merasa bahagia karena rencana Edward berjalan lancar.
Semua panitia yang ikut andil memang sudah tahu dari Edward jika game ini di khususkan agar William dan Zinnia lebih dekat lagi.
Meskipun demikian, penilaian tetap sportif untuk para peserta yang ikut andil dalam perlombaan itu.
"Kami akan mengumumkan pemenang dalam tahap pertama adalah ... Dokter William dan Ibu Zinnia!"
Semua orang bertepuk tangan untuk kedua pasangan itu. Kedua peserta juga setuju jika William dan Zinnia yang menang karena mengingat badan Dokter bedah itu yang paling bagus dan itu semua sudah menunjukkan jika olahraga William pasti teratur, membuat jumlah sit up William menjadi jumlah paling banyak di antara peserta lainnya.
"Kami akan menjelaskan mengapa Dokter William dan Ibu Zinnia bisa menjadi pemenang di tahap pertama ini karena mereka berdua sudah memenuhi kriteria tersembunyi dari game romantis ini. Kami akan memberitahu kriteria yang kami maksud adalah hubungan yang selalu romantis setelah game tahap pertama selesai, bukan meninggalkan pasangannya begitu saja," tutur panitia acara secara gamblang.
Para istri Dokter itu tersenyum kikuk karena memang apa yang di katakan panitia tadi benar adanya.
Zinnia hanya tersenyum manis pada suaminya. "Apa kita bisa menjadi the next couple romantis tahun ini!" tanya Zinnia pada suaminya.
"Memangnya siapa couple romantis sebelum kita?" tanya William yang memang tak tahu tentang riwayat perjalanan cinta mertuanya.
"Ya mommy dan daddy lah, Sayang!"
William terkejut. "Benarkah? apa Daddy seorang pria yang romantis seperti aku?" tanya William sekaligus ingin membanggakan dirinya.
"Daddy itu lebih romantis daripada kau, Pria mesum! sekarang saja rumah tangga mertuamu sangat harmonis dan romantis," jelas Zinnia.
"Kalau begitu, aku akan menjadi the next Arnon Marvion Gafin ke-2 tahun ini," ujar William bangga.
"Hahaha! coba saja jika kau bisa," tantang Zinnia pada William.
"Baik! kau lihat saja nanti saat malam pertama kita, Sayang!" William berniat akan membuat malam pertama istrinya romantis, seromantis malam pertama mertuanya.
JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS 🥰🥰🥰
__ADS_1