Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 63


__ADS_3

Melati masih berada dalam dekapan hangat Arnon.


Gadis itu diam tak mengeluarkan suara apapun hanya air mata yang menetes membasahi baju yang di kenakan oleh suaminya.


Arnon merasakan bajunya mulai basah.


"Berhentilah menangis," ujar Arnon semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri.


Pria itu membelai lembut rambut Melati dan mengecup puncak kepalanya cukup lama.


Melati merasakan ketenangan pada dirinya.


Ia membalas pelukan Arnon menempelkan wajahnya tepat di dada bidang aktor tampan itu.


Wangi maskulin menyeruak masuk ke rongga pernapasan Melati.Gadis itu menghirup wangi tubuh suaminya yang membuat dirinya ingin lagi dan lagi mengendus wangi memabukkan itu.


Arnon menempelkan kepalanya pada puncak kepala Melati dengan mata terpejam.


"Aku harap waktu terhenti,aku hanya ingin merasa damai." Arnon terus memejamkan matanya.


Kepala Melati masih setia menempel pada dada bidang Arnon.Gadis itu seakan tak ingin melepaskan dekapan suaminya.


"Andai saja ini benar-benar nyata,pasti aku akan sangat bahagia memiliki seorang suami yang selalu ada untukku." Melati mengeratkan pelukannya.


Cukup lama keduanya saling berbagi rasa nyaman,akhirnya Arnon sedikit menarik jarak dari Melati untuk melihat wajah gadis itu.


Arnon menghimpit wajah Melati menggunakan kedua tangannya yang sudah berada di sisi pipi kanan dan kiri istrinya.


"Kau tak sendiri,ada aku yang akan selalu menghapus air mata ini." Menghapus bekas air mata Melati yang masih tersisa di bagian pipinya.


Gadis itu menatap wajah suaminya yang masih terfokus menghapus bekas air matanya.


"Jangan terlalu baik padaku," ujar Melati menatap lekat kedua manik mata Arnon.


Tangan Arnon yang masih sibuk dengan pipi Melati sontak menghentikan gerakan ibu jarinya yang ia gunakan untuk membersihkan sisa air mata Melati.


Arnon membalas tatapan Melati.


"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Arnon dengan kedua manik mata yang menatap sang istri untuk mencari kebenaran dari pertanyaannya itu.


"Aku takut tak bisa menahan perasaanku."


"Perasaan? maksudmu?" dengan wajah penuh tanya.


Melati memejamkan matanya mencoba menahan apa yang saat ini ingin ia ungkapkan.


"Kenapa kau diam saja? perasaan apa yang kau maksud," ujar Arnon yang coba menggali maksud perkataan Melati.


Kelopak mata Melati perlahan terbuka dan ....


"Aku takut memiliki perasaan lebih padamu," ucap Melati mengeluarkan isi hatinya.

__ADS_1


Arnon diam tak mengeluarkan sepatah katapun.


"Apa mungkin gadis ini sudah ...."


Melati mendorong tubuh Arnon agar menjauh darinya.


Gadis itu berbalik membelakangi Arnon yang masih diam tanpa kata.


"Jangan terlalu perhatian padaku! meskipun aku tak pernah jatuh cinta pada seorang pria sebelumnya,aku juga wanita normal! jika mendapat perhatian dari seorang pria hatiku pasti akan senang."


"Aku harap untuk ke depannya kita jangan terlalu dekat jika tak ada keluargaku! aku tak ingin jatuh cinta pada orang yang tak mencintaiku,aku ingin jatuh cinta pada pria yang juga mencintaiku dan mau menerimaku apa adanya," jelas Melati panjang lebar.


Arnon masih diam mencerna semua ucapan Melati yang membuat dadanya terasa sesak.


"Perjanjian kita sudah tinggal 2 Minggu lagi dan dalam waktu dua minggu itu kau bisa bersatu dengan Clara dan aku akan mencari pria yang mau menerima diriku sebagai jan ...."


Ucapan Melati terhenti saat tangan Arnon menarik tangan dan pinggangnya agar Melati menghadap ke arah Arnon.


Jarak keduanya kembali terkikis habis tanpa celah.


Arnon menatap kedua manik mata istrinya begitu dalam.


"Apa setelah kita berpisah kau akan menikah lagi?" tanya Arnon mengeratkan pelukan pada pinggang Melati.


Gadis itu menelusuri tiap sudut wajah suaminya menikmati keindahan yang Tuhan berikan pada pria di hadapannya ini.


"Sebenarnya aku hanya ingin menikah sekali seumur hidupku,tapi ... karena pernikahan kita hanya sebatas kontrak,aku berharap setelah kita berpisah ada lelaki yang mau menerimaku ap ...."


Arnon terus melahap habis benda kenyal yang membuatnya menginginkan lagi dan lagi.


Melati mencoba mendorong dada bidang Arnon sekuat tenaga agar dirinya tak jatuh terlalu dalam pada pesona suaminya sendiri.


Dengan penuh perjuangan akhirnya Melati berhasil memukul mundur pertahanan Arnon.


Melati menyentuh bibirnya yang terasa panas karena Arnon menciumnya sedikit kasar.


"Aku mohon padamu jangan lakukan itu lagi,aku tak mau jatuh cinta padamu,Arnon!" teriakan Melati berdentum kencang.


Arnon melangkah maju agar jarak mereka lebih dekat lagi.


"Mau apa kau?" tanya Melati dengan wajah mulai ketakutan.


Arnon tak memperdulikan pertanyaan istrinya,ia terus melangkah maju mendekati Melati.


Saat jarak keduanya sudah sangat dekat, Arnon memeluk Melati erat bahkan lebih erat dari sebelumnya.


Gadis itu tak bereaksi,ia hanya diam dalam dekapan Arnon.


"Bagaimana jika aku tak ingin kita berpisah?" tanya Arnon tepat di telinga Melati.


Mata gadis itu terbuka lebar mendengar pertanyaan yang Arnon lontarkan padanya.

__ADS_1


Melati mendorong tubuh Arnon keras bahkan pria itu sampai terpental karena tenaga gadis itu benar-benar kuat.


"Apa maksudmu hah? apa kau kira aku mau di madu dan kau hidup bahagia bersama orang yang kau cintai,sedangkan aku harus menderita melihat suamiku bersama wanita lain? apa itu yang kau mau?" wajah Melati mulai berkobar di selimuti api amarah.


Arnon masih tak membuka suaranya,ia masih diam memperhatikan wajah istrinya yang sudah merah padam karena emosi sudah menguasainya.


"Kau tak bisa menjawab kan? hah,sudah kuduga! kau pasti menunggu hari dimana kita akan berpisah." Melati tersenyum putus asa menghadapi kenyataan pahit yang harus ia hadapi.


"Lebih baik kau urus pernikahanmu dan Clara untuk 2 Minggu kedepan,aku akan mencari pria yang mau menikahiku." Berjalan menuju pintu keluar namun suara Arnon menghentikan langkahnya.


"Berhenti Melati!" Arnon berteriak sekencang-kencangnya mengeluarkan emosinya yang ia pendam.


Arnon melangkah dengan gagahnya ke arah sang istri.Saat jarak mereka sekitar 3 langkah, Arnon berhenti di depan Melati.


"Kau tak boleh menikah dengan pria lain," ucap Arnon dengan sorot mata tajam.


"Apa hakmu tak memperbolehkan aku menikah dengan pria lain? mungkin saat ini kau bisa melarangku,tapi saat kita sudah berpisah kau tak bisa mengatur jalan hidupku ...."


"Dan kita tak akan berpisah," celetuk Arnon sembari melangkah mendekatkan diri pada sang istri.


Melati masih bingung dengan perkataan Arnon yang tak ingin berpisah darinya.


Pria itu menyentuh pipi Melati dengan sangat lembut.


"Aku tak mengerti apa yang terjadi padaku saat ini,yang jelas aku tak ingin kau bersama dengan pria lain! aku ingin memastikan perasaanku padamu sampai batas waktu kontrak perpisahan kita! apa kau mau menunggu jawaban dari semua pertanyaan yang ada di hatiku saat ini?" menatap mata Melati dalam penuh harap.


Gadis itu tak menjawab pertanyaan Arnon.Melati hanya diam membalas tatapan mata suaminya.


"Apa kau juga memiliki perasaan yang sama sepertiku saat ini?" pikir Melati.


Arnon memeluk Melati kembali.


"Aku tak ingin jauh darimu,jika kau sedih aku juga ikut sedih dan entah perasaan ini kapan datang menghampiri diriku," tutur Arnon membelai rambut halus Melati yang wanginya membuat pria itu betah berlama-lama dekat dengan sang istri.


"Jadi?" tanya Melati masih belum membalas pelukan Arnon.


"Kau harus menunggu kepastian dari perasaanku dan aku juga tahu kau memiliki perasaan yang sama sepertiku," ujar Arnon membuat Melati mendongakkan kepalanya ke arah suaminya dengan sorot mata elangnya.


Arnon membalas tatapan tajam sang istri.


"Aku benar kan,Nona?" tanya Arnon dengan senyum meledek.


Melati hanya merengut kesal dan Arnon kembali mendekap istrinya.


"Jangan bertengkar lagi ya?" Arnon membujuk Melati agar mereka berdamai.


Gadis itu hanya menganggukan kepalanya tanda setuju.


Arnon tersenyum bahagia karena Melati sudah mau berdamai dengannya.Pria itu mencium kembali puncak kepala istrinya dan Melati perlahan mulai membalas pelukan hangat Arnon.


Gadis itu menenggelamkan kepalanya pada dada bidang Arnon dengan wangi maskulin yang membuat hati beku Melati meleleh saat menghirup aroma menenangkan dari badan Arnon.

__ADS_1


__ADS_2