
Zinnia bangun dari sofa berjalan cepat menuju arah kasur dengan laptop miliknya yang sudah ia bawa.
Gadis itu menepuk-nepuk pipinya agar ia kembali sadar dari rasa keterkejutannya tadi.
"Ingat, Zi! kau harus fokus dengan tujuan utamamu untuk membuat pria mesum itu takluk padamu," gumamnya sambil membuka email dari Sandra.
Gadis itu tersenyum karena semua pengumuman launching baju musim semi-nya banyak di tunggu oleh para pelanggan pecinta baju rancangannya.
Ia turun dari tempat tidur mengambil kertas dan pensil untuk membuat sketsa desain musim semi karyanya.
Ia kembali duduk di atas kasur dengan punggung bersandar pada sandaran ranjang.
Zinnia mulai menggambar baju desain musim semi yang pertama. Ia berencana akan mengeluarkan 20 desain baju untuk musim semi tahun ini.
Gadis itu masih fokus dengan kertas dan pensilnya. Ia tak sadar jika seorang pria keluar dari kamar mandi tengah memperhatikannya yang sedang fokus mencorat-coret sesuatu pada kertas yang berada di atas pangkuannya.
William penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Zinnia. Ia mencoba mendekati Istrinya yang masih fokus bergulat dengan pensilnya.
Kasur yang terasa bergerak-gerak membuat fokus gadis itu berantakan seketika.
Zinnia menoleh ke arah samping kanannya, ternyata William sudah berada tepat di sampingnya sedang melihat sketsa desain yang masih setengah jadi.
"Kau suka menggambar?" tanya William memperhatikan setiap detail sketsa baju yang di buat oleh Zinnia.
"Iya! kenapa? apa kau ingin aku buatkan desain kemeja?" tanya Zinnia menawarkan pada William.
"Hahahaha! apa kau bercanda? mana bisa kau membuat desain kemeja ala desainer terkenal dunia! yang ada semuanya bisa hancur tak bisa aku pakai," ledek William meremehkan istrinya.
William memang belum tahu apa profesi Istrinya karena ia sibuk mengurus pasien dan rumah sakitnya setiap hari, jadi untuk tahu berita tanah air saja cukup susah bagi Hot Dokter itu.
"Kenapa kau selalu tak percaya akan kemampuanku, Pria mesum!"
"Aku memang selalu ragu akan kemampuan gadis cerewet sepertimu yang hanya bisa berbicara bagai truk gandeng tak ada jeda sama sekali," tutur William dengan nada santai.
Zinnia langsung mengambil laptopnya. Ia mengetik tulisan brand terkenal "Zi G". Setelah semua informasi keluar, gadis itu langsung memberikan laptopnya pada William agar pria itu membaca informasi tentang "Zi G".
William membaca semua informasi yang terdapat pada layar laptop istrinya.
William menoleh ke arah Zinnia. "Ini kan brand baju merk terkenal kalangan artis dan aktor Hollywood?"
__ADS_1
Zinnia tersenyum manis pada William yang secara tak langsung pria itu telah memuji karyanya yang sangat terkenal.
"Apa kau ingin menjadi seperti si pemilik lebel baju ini?" tanya William yang masih tak mengerti maksud dari Zinnia menunjukkan informasi itu pada suaminya.
"Apa kau tak tahu siapa orang yang memiliki brand itu?" tanya Zinnia pada William dan pria itu menggeleng. "Aku tak tahu! yang aku tahu hanya Marion sangat mengidolakan perancang busana Zi G ini," tutur William dengan wajah sendu saat ia kembali mengingat mantan calon istrinya.
Zinnia kembali mengscroll informasi itu ke bawah agar pria itu tahu siapa desainer Zi G yang William sebut desainer terkenal dunia.
"Coba kau lihat siapa nama asli perancang busana "Zi G" itu," pinta Zinnia tersenyum simpul.
William kembali menatap ke arah layar laptop milik istrinya. Wajah pria itu nampak tak percaya dengan apa yang ia baca.
Desainer Zi G itu adalah Istrinya sendiri. Jelas sekali nama lengkap desainer itu adalah Zinnia Putri Marvion Gafin dan itu adalah nama panjang sang istri.
William masih ingat sekali karena baru kemarin dia menyebut nama itu dan menjadikan pemilik nama itu menjadi istri sahnya.
Zinnia memandang wajah suaminya dan pria itu juga tengah menatapnya.
Zinnia mendekatkan wajahnya pada telinga William. "Bagaimana? apa kau masih meragukan kemampuan istrimu ini, Suamiku," bisik Zinnia tepat di telinga William.
Zinnia menjauhkan sedikit wajahnya sampai ia bisa melihat raut wajah keheranan pada wajah William.
"Hidup ini lucu sekali ya? mantan calon istrinya mengidolakan istri sahnya! wah, pasti dia akan menyesali jika tahu orang yang kau nikahi adalah idolanya," gumam Zinnia sambil melanjutkan kembali menggambar sketsa baju musim seminya.
William masih diam tak bergerak dengan kedua kelopak mata yang tak henti-hentinya berkedip sangat cepat.
Ia menyentuh kedua pipi Istrinya. Menggiring wajah itu agar menatap ke arahnya. "Apa benar dia akan menyesalinya jika ia tahu aku menikah dengan desainer Zi G itu?" tanya William masih menangkup wajah istrinya tanpa ingin melepaskannya.
"Tentu saja! apa kau ingin memamerkan hubungan kita? dan kau berharap wanita itu akan menyesali perbuatannya serta menangis darah ingin meminta tanda tangan atau bertemu denganku?"
"Kau sungguh pintar sekali, Nona!" William tersenyum manis pada Zinnia.
"Aku tak akan mau melakukan itu semua sebelum kau takluk padaku, Pria mesum," tolak halus Zinnia sembari mengerlingkan sebelah matanya.
William langsung melepaskan tangannya dari wajah sang istri.
Pria itu menatap lurus ke depan tanpa ingin melihat wajah Zinnia.
Gadis itu nampaknya mengerti jika William mencoba menghindar dari rayuannya.
__ADS_1
Zinnia tak ingin menyerah untuk membuat pria itu bertekuk lutut padanya.
Gadis itu meletakkan pensil dan kertasnya di atas tempat tidur.
Zinnia menggeser duduknya agar lebih dekat dengan William dan pria itu malah ikut bergeser juga menjauhi sang istri.
Zinnia tak ingin patah semangat. Ia bergeser lagi dan William langsung menoleh ke arah Istrinya. "Kenapa kau dekat-dekat denganku?" tanya William dengan raut wajah kesal.
"Kau yang kenapa menjauhiku? istri ingin dekat-dekat malah di tolak! apa jangan-jangan kau takut jika kau mulai menyukaiku ya?" Zinnia mulai meledek suaminya.
William kesal dengan ledekan Zinnia. Ia semakin mendekatkan dirinya ke arah gadis itu. "Siapa yang mengatakan jika aku mulai menyukaimu?" tanya balik William.
"Sungguh kau masih belum ada rasa secuilpun padaku?"
"Tidak! dan kau sia-sia membuatku jatuh dalam pesonamu! yang ada hanya kekecewaan yang akan kau dapat dan aku yang akan memenangkan permainan itu," tutur William dengan nada bangga dan penuh keyakinan.
"Sepertinya pria ini harus aku beri sedikit private servis rupanya ya?"
Zinnia tiba-tiba memeluk tubuh William dari samping. Kepala gadis itu sudah berada pada dada bidang pria tampan itu.
Deg deg deg
Suara detak jantung William terdengar sangat cepat dan bibir Zinnia tersungging senyuman. Ia tahu jika pria ini tengah dalam mode terkejut karena dirinya tiba-tiba memeluknya.
William mencoba melepaskan tangan Istrinya. "Lepaskan aku! kau ini apa-apaan sih?"
Zinnia mendongakkan kepalanya menatap wajah William yang sudah kusut. "Aku hanya ingin memelukmu saja! jika kau tak terpengaruh biarkan aku tetap seperti ini," pinta Zinnia menempelkan kembali kepalanya pada dada bidang William.
Pria itu membiarkan Zinnia melakukan apapun pada tubuhnya agar gadis itu tak mengira jika dirinya sudah mulai tertarik dengan Istrinya sendiri.
"Tuhan! tolong kuatkan hambamu ini! badan ini sudah panas dingin," batin William meronta berharap Zinnia cepat melepaskan pelukan pada tubuhnya.
"Kenapa dia benar-benar diam tak ada reaksi apapun? nampaknya aku harus melancarkan rencana cadangan."
Zinnia melepaskan pelukannya. Ia menatap ke arah William. Perlahan kedua tangan Zinnia menangkup pipi suaminya. "Aku tak ingin kau terlalu lama tersiksa dengan detak jantung yang sudah meronta seperti itu! jadi aku akan menyelesaikan pekerjaanku."
Zinnia tersenyum manis kemudian menarik wajah suaminya ke arahnya dan mengecup pipi William cukup lama.
Cup
__ADS_1
Kecupan itu terlepas dan Zinnia langsung beranjak dari kasurnya dengan membawa kertas dan pensilnya keluar dari kamar itu, meninggalkan William yang diam mematung karena syok.