Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 261 ( Season 2 )


__ADS_3

Hari ini tepat dimana hari penghargaan artis dengan fashion terupdate akan di selenggarakan. Marquez dan Zinnia sudah berada di sebuah gedung dengan panggung yang megah dan ratusan orang penting sudah duduk di kursi yang telah disediakan.


Lampu menghiasi panggung itu dengan gemerlapnya. Zinnia dan Marquez berada di backstage untuk mempersiapkan segalanya karena gaun yang tak kalah megahnya sudah terpasang pada tubuh seorang model cantik dengan riasan yang apik dan menambah kesan elegan saat gaun itu ia gunakan.


Sandra sibuk mengurus beberapa atribut pendukung untuk membuat penampilan model itu terlihat semakin cantik.


William tak ikut dengan Zinnia karena dokter tampan itu di berikan kepercayaan oleh Marquez untuk mempersiapkan tempat acara melamar Sandra agar tempat itu terlihat romantis.


William saat ini tengah sibuk di sebuah taman ilalang dengan beberapa orang yang ia kumpulkan untuk membantunya. Orang-orang itu adalah fans dari Marquez dan mereka semua dengan senang hati membantu idolanya untuk melamar sang pujaan hati.


Taman itu memang sudah menjadi tempat wisata dan dekorasinya sudah sangat indah. Hanya perlu sedikit sentuhan saja agar suasana romantis semakin tercipta.


Sementara Marquez tengah menunggu gilirannya untuk tampil.


Desainer tampan itu teringat akan William yang bekerja seorang diri tanpa ada yang menemaninya.


Marquez meraih ponselnya yang berada di sebuah meja dan mengutak-atik benda pipih itu.


Marquez


Bagaimana? apa kau butuh bantuan? aku kasihan padamu karena sendirian bekerja.


William


Kau tenang saja! semuanya aman, jadi kau tak perlu cemas karena aku menemukan bala bantuan gratis.


Marquez


Terimakasih banyak Pak Dokter.


William


Ini tak gratis. Kau harus membayarku sebagai upah ganti rugi karena kau sudah membuatku jauh dengan Istriku.


Marquez tersenyum saat ia membaca pesan dari William. "Dasar budak cinta!" Marquez seketika berhenti tersenyum. "Budak cinta? bukankah aku juga seorang budak cinta?" tanya Marquez pada dirinya sendiri.


Marquez kembali mengutak-atik ponselnya.


Marquez

__ADS_1


Kau tenang saja! aku akan membayarmu dengan memberikan jet pribadiku untukmu.


William


Aku hanya bercanda 😌


Zinnia menepuk pundak Marquez. "Ayo ke atas panggung! kita sudah di panggil," tutur Zinnia pada rekannya.


Model itu kini sudah berlenggak-lenggok memamerkan keindahan gaun yang dikenakannya.


Body bagus, paras cantik, dan gaun mewah membuat penampilan model itu terlihat sempurna tanpa cacat sedikitpun.


Zinnia dan Marquez keluar dan tepuk tangan para tamu yang hadir menjadi melodi indah dalam telinga kedua desainer ternama itu.


Para tamu dibuat takjub dengan kolaborasi gaun termewah sepanjang masa.


Zinnia dan Marquez mendapatkan sebuket bunga dan mereka berdua melakukan sambutan sepatah dua patah kata.


Sementara William masih sibuk memasang beberapa lampu di sekeliling taman itu dimana taman ilalang tersebut akan menjadi saksi suci lamaran Marquez pada Sandra.


Kini acara utama dari penghargaan tersebut telah selesai dan para bintang yang hadir berkumpul di panggung untuk acara penutupan.


Sandra mulai mengemasi barang-barang milik Bosnya.


Zinnia yang sudah mengetahui rencana Marquez dan suaminya memilih untuk naik mobil yang berbeda. "Kalian berdua naik satu mobil yang sama! aku yang akan naik mobil lain," titah Zinnia segera keluar dari tempat itu menuju arah parkiran.


Marquez dan Sandra berjalan bersama melewati jalan keluar menuju parkiran. Saat sudah hampir sampai ke tempat parkiran, Marquez mencegah langkah kekasihnya. "Kita tak langsung kembali ke hotel karena aku ingin membawamu ke suatu tempat," jelas Marquez pada kekasihnya.


"Kemana?" tanya Sandra.


"Kau ikut saja! nanti juga akan tahu sendiri," sahut Marquez yang ingin merahasiakan kejutannya dari Sandra.


Asisten cantik itu menatap ke arah Marquez dengan tatapan tak bisa di bayangkan lagi. Sandra masih menatap Marquez dengan sorot penuh kecurigaan.


Marquez yang tak ingin ditatap penuh intimidasi seperti itu, memilih untuk segera masuk ke dalam mobilnya dan diikuti oleh Sandra yang juga masuk ke dalamnya.


Sandra dan Marquez tak ada yang membuka suara namun, hati mereka sudah meracau dengan pemikiran masing-masing.


"Apa sebenarnya yang sedang direncanakan pria aneh ini?"

__ADS_1


Sandra melirik ke arah Marquez yang menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi dengan senyum membayangkan sesuatu hal yang manis dan romantis.


"Sebentar lagi aku akan membuatmu meleleh, Sayang!"


Marquez masih terus tersenyum-senyum sendiri tanpa ingin menatap ke arah manapun termasuk Sandra.


Marquez lebih terfokus dengan bayangan yang ada dalam benaknya. Dimana lamaran itu akan sukses.


Mobil itu berhenti di sebuah tempat. Sandra tak tahu dimana itu. Yang jelas mobil yang tadi ditumpangi Zinnia sudah berada di halaman parkir tempat itu.


Marquez dengan aktingnya berpura-pura tak tahu jika ia sebenarnya sudah mempersiapkan kejutan untuk Sandra.


"Ini tempat apa?" tanya Sandra penasaran karena suasana sudah mulai gelap.


Acara yang dihadiri Zinnia dan Marquez adalah acara besar jadi acaranya di mulai siang hari dan selesai malam hari karena dari persiapan sampai pulangnya membutuhkan waktu cukup lama.


"Kau ikut saja, Sayang!" Marquez keluar dari dalam mobilnya diikuti oleh Sandra.


Keduanya saat ini sudah berada di luar dan tangan kekar Marquez menarik tangan Sandra.


"Kita ini mau kemana sih! di dalam sana gelap, aku tak ingin melakukan hal yang aneh-aneh ya!" Sandra mengingatkan kekasihnya agar tak mengajaknya melakukan hal yang aneh-aneh.


"Kau tenang saja, Sayang! ikuti saja kemana aku akan membawamu," ujar Marquez terus melangkah masuk ke dalam tempat itu.


Tangan Sandra menggenggam erat tangan Marquez karena ia sangat takut dengan suasana gelap.


Saat keduanya sudah masuk ke dalam, genggaman tangan Sandra semakin mengerat pada Marquez karena tempat itu benar-benar gelap tak ada cahaya lampu satupun di sana.


Yang Sandra lihat di tempat itu seperti hamparan rumput liar tak terawat saat dilihat dari jauh karena pencahayaan yang kurang.


"Ini tempat apa sih! kenapa kau membawaku kemari," cicit Sandra menghentikan langkahnya tepat di depan hamparan ilalang itu. Tubuh Marquez sampai ikut tertarik ke belakang karena Sandra berhenti secara mendadak.


Samar-samar Marquez bisa melihat aura ketakutan dari wajah wanita yang saat ini berada di depannya.


Dengan lembut, Marquez menyentuh kedua pipi Sandra sembari berucap, "Malam ini akan menjadi malam bersejarah bagi kita berdua," tutur Marquez pada Sandra.


Wajah Sandra sudah mulai beruban kesal. "Malam bersejarah apanya! yang ada bukan malam bersejarah, tapi malam paling menakutkan bagiku," omelnya dengan nada ketus.


Saat bibir Sandra sudah dimajukan ke depan, tiba-tiba lampu yang sudah di dekor sedemikian rupa itu menyala mengelilingi keduanya. Tak lupa lampu yang berada di tanah dengan bentuk hati mengelilinginya keduanya.

__ADS_1


Sandra terkejut dengan apa yang ia lihat.


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UPDATE-NYA.


__ADS_2