
Arnon dan Melati sudah memakai baju yang sudah disediakan oleh kru. Mereka sudah duduk di satu sofa panjang yang sama dengan posisi Arnon di bawah dan Melati berada di atas paha suaminya.
Wajah mereka berdua sangat dekat dengan posisi hidung sama-sama menempel. Tatapan mata Arnon mengarah pada bibir ranum Melati, sedangkan gadis itu memejamkan matanya dengan posisi kedua tangan berada di pundak Arnon.
Semua adegan itu memang sudah arahan dari fotografer agar feel-nya lebih mengena.
"Oke, tahan ya! satu, dua, tiga!"
Blits kamera menghiasi wajah pasangan muda itu.
Sesi pemotretan yang kedua. Arnon dan Melati berada di hamparan balon berwarna warni. Keduanya duduk dengan posisi Arnon berada di belakang Melati dan memeluk istrinya dengan raut wajah senang bukan main.
Keduanya beberapa kali mengulang adegan itu agar hasilnya lebih bagus lagi.
Sesi ketiga, Arnon dan Melati sedang meniup lilin kue tart secara bersamaan dengan raut wajah bahagia.
Sesi keempat, mereka berdua berada dalam satu bingkai foto besar yang sama dengan kedua tangan menyatu berbentuk hati.
Sesi kelima, Melati menggunakan gaun putih menjuntai panjang dengan rambut di cepol elegan, sedangkan Arnon menggunakan tuxedo yang semakin memancarkan aura ketampanan pria itu berkali-kali lipat.
Arnon mencium kening Melati dengan posisi kedua tangannya berada pada lengan istrinya, sedangkan Melati menundukkan sedikit kepalanya dengan mata terpejam dan seutas senyum kebahagiaan. Tak lupa gadis itu memegang sebuah bunga di tangannya.
Sesi kelima ini yang akan menjadi cover majalah edisi pemotretan kali ini karena menampilkan realita sepasang suami istri yang masih hangat-hangatnya sangat cocok menjadi cover pada majalah dengan tema romantis.
Untuk sesi selanjutnya akan ada beberapa pasangan model lain yang akan mengisi majalah couple pasangan romantis.
Melati dan Arnon sudah berada di ruang ganti. Arnon masih sibuk membantu Melati membuka gaunnya.
"Sayang! biar para asisten wanita itu saja yang membantuku," pinta Melati pada suaminya.
"Tidak perlu, istriku! Suamimu ini akan membantumu membuka gaun yang kau pakai," tolak Arnon yang masih ingin membantu Melati membuka resleting gaun istrinya.
Pria itu menarik resleting gaun Melati mulai dari punggung sampai batas pinggang.
Arnon menelan ludahnya kasar. Tuhan benar-benar menciptakan maha karya yang luar biasa pada tubuh istrinya.
Perlahan pria itu mendekati Melati yang memunggunginya. Arnon mengabsen kulit Melati yang terpampang di depan matanya dari mulai punggung terus menuju pinggang ramping Melati.
__ADS_1
Tangan Arnon reflek menyentuh kulit mulus Melati yang sangat menggoda imannya.
Gadis itu memekik kecil saat tangan Arnon menyentuh langsung permukaan kulitnya.
Melati menoleh ke arah suaminya dan Arnon juga menatapnya.
Pria itu berjalan selangkah demi selangkah mendekat ke arah Melati yang memundurkan tubuhnya kebelakang secara perlahan.
"Sayang!" Melati memanggil suaminya dengan nada lembut.
Namun Arnon tak memperdulikan panggilan Melati. Pria itu saat ini hanya ingin menyentuh kulit istrinya. Ingin merasakan kehangatan tubuh Melati.
Melati memegang gaun yang ia gunakan karena bagian belakang gaunnya sudah terbuka. Gadis itu terus mundur sampai akhirnya punggung polos itu menyentuh dinding.
Arnon terus menatap wajah Melati tanpa henti. Tanpa ingin mengalihkan ke arah lain.
Jarak Arnon dan Melati sudah terkikis habis. Pria itu melingkarkan tangan kanannya pada pinggang sang istri sambil menelusupkan telapak tangan kekar itu ke bagian gaun yang terbuka.
Arnon bisa merasa halusnya kulit Melati. Jari telunjuknya terus menjalari bagian punggung Melati membentuk lukisan abstrak nan indah.
Tangan kiri Arnon tak tinggal diam. Tangan itu juga ikut membelai punggung polos Melati sampai si empunya punggung memejamkan matanya menerima sentuhan yang bertubi-tubi dari tangan suaminya.
Arnon tersenyum melihat raut wajah Melati yang menikmati setiap sentuhan kecil darinya.
"Aku ingin melakukan hal yang tidak pernah kita lakukan saat hari pernikahan kita," ujar Arnon mendekatkan wajahnya ke arah wajah Melati.
Hembusan nafas halus Arnon begitu terasa oleh gadis itu saat langsung menerpa bagian kulit wajahnya. Secara spontan, Melati membuka matanya. Ternyata wajah Arnon sudah berada di hadapannya.
"Apa yang ingin ...."
Kalimat Melati terhenti saat bibir Arnon membungkam benda kenyal milik istrinya.
Pria itu menjalari punggung polos Melati menggunakan tangan kekarnya sehingga menciptakan sensasi tersendiri bagi si empunya punggung.
Awalnya bibir keduanya hanya menempel biasa, namun kedua tangan Melati tanpa aba-aba melingkar indah di leher Arnon, membuat pria itu menggerakkan bibirnya ke atas dan ke bawah. Mengobrak abrik bibir merah Cherry yang di miliki oleh Melati.
Ciuman mereka semakin memanas sampai gaun Melati turun sedikit demi sedikit hingga batas lengannya.
__ADS_1
Tangan Arnon mulai kembali berulah. Tangan kekar itu perlahan menurunkan gaun yang di kenakan oleh Melati sampai bagian dada gadis itu terpampang nyata.
Ciuman mereka tak terhenti bahkan semakin menggila. Saat gaunnya sudah memperlihatkan perut datar Melati, suara pintu terbuka.
Ceklek
Arnon dan Melati langsung melepaskan ciuman mereka. Pria itu membentengi istrinya yang sudah telanjang dada namun bagian dua benda sensitif Melati masih aman terbungkus pembungkusnya.
Pintu ruang ganti terbuka lebar menampilkan seorang pria yang tak lain adalah Erick tengah berdiri mematung melihat Melati dan suaminya sedang berduaan di dalam ruang ganti.
Arnon menatap ke arah Erick dengan sorot mata tajam.
"Bukankah kau sudah pergi?" tanya Arnon dengan suara datarnya.
"Tas dan ponselku ketinggalan," sahut Erick berjalan ke arah meja samping cermin.
Saat Erick tak sengaja melihat ke arah cermin, pria itu dapat melihat secara langsung pantulan tubuh Melati yang sudah setengah telanjang.
Tangan Erick mengepal erat dengan rahang yang juga sudah menegang hebat.
"Apa mereka akan melakukannya di sini?"
Tanpa pamit, Erick langsung meninggalkan ruangan itu dengan api cemburu yang meledak-ledak.
Arnon berbalik menatap Melati yang masih menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya.
Arnon tersenyum melihat Melati yang masih malu-malu pada dirinya.
"Kau teruskan ganti baju, aku akan menunggu di luar," tutur Arnon yang tak lupa mencium puncak kepala Melati sebelum keluar dari ruangan tersebut.
Wajah Melati masih memerah. Sensasi pergerakan bibir Arnon masih terus terasa. Gadis itu tersenyum mengingat hal yang baru saja ia lakukan dengan suaminya.
Melati terus tersenyum sambil mengganti gaunnya dengan perasaan yang sudah tak bisa di jelaskan lagi.
Arnon yang berada di luar pintu masih asyik menyentuh bibirnya kemudian berganti melihat tangan nakalnya yang sudah berani menggerayangi tubuh istrinya tanpa permisi.
Arnon tersenyum-senyum sendiri bagai ABG yang baru pertama mengenal wanita.
__ADS_1