Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 142


__ADS_3

Usia kehamilan Melati sudah menginjak 8 bulan.


Hari ini adalah acara pemotretan maternity untuk Melati. Pemotretan itu dilakukan di dalam ruangan karena Arnon tak ingin Istrinya kenapa-napa. Mengingat usia kandungan Melati sudah mencapai 8 bulan dan tinggal satu bulan lagi dia beserta keluarga yang lain bisa melihat buah hatinya lahir ke di dunia ini.


Melati sudah mengenakan gaun berwarna maroon mengembang indah, namun tak menutupi perut besarnya yang terlihat begitu membumbung.


Rambutnya di gerai indah dengan sentuhan bunga di bagian telinganya.


Akan ada tiga sesi pemotretan untuk maternity ini.


Pemotretan sesi pertama akan segera dimulai. Melati sudah bersiap di depan kamera. Arnon selalu setia berada di samping sang istri.


Arnon membawa sepasang sepatu bayi yang sangat cantik dengan aksen bunga di bagian depannya. Sepatu bayi perempuan itu berwarna putih.


"Ini sepatunya, Sayang!" Arnon memberikan sepatu bayi itu pada Melati.


Fotografer itu mengarahkan Melati agar wanita hamil itu meletakkan sepasang sepatu mungil tersebut pada kedua telapak tangannya.


Mata Melati menatap ke arah sepatu tersebut dengan senyum yang selalu mengembang sempurna. Ia melihat kedua sepatu mungil itu penuh kasih sayang.


Saat pose Melati sudah dirasa pas, fotografer tersebut membidik kameranya untuk mengambil gambar wanita hamil berparas cantik tersebut.


Sesi kedua, kali ini Melati dan Arnon yang menjadi modelnya.


Melati menyentuh kedua perutnya pada bagian sisi kanan kirinya, sedangkan Arnon menggunakan lututnya sebagai tumpuan untuk mencium perut buncit istrinya yang masih terbalut gaun berwarna maroonnya.


Arnon mensejajarkan wajahnya dengan perut buncit Melati dan ciuman aktor tampan itu tepat berada di tengah-tengah perut istrinya.


Melati merundukkan wajahnya, menatap ke arah Arnon yang sedang mengecup penuh kasih sayang perut Melati.


Saat senyum Melati sudah terukir indah, tanpa aba-aba kamera langsung membidik momen romantis keluarga kecil tersebut.


Sesi ketiga, Arnon berada di belakang Melati dengan posisi tangan mereka membentuk love tepat di tengah-tengah perut buncit Melati. Tak lupa senyum keduanya juga ikut andil untuk membuat potret mereka terlihat begitu indah.


Setelah acara selesai, Melati dan Arnon berada di ruang ganti yang sama. Pria yang akan menjadi Daddy itu selalu berada dekat dengan istrinya karena ia sungguh sangat khawatir jika Melati dan bayinya yang masih berada di dalam perut ibunya kenapa-napa.


"Tidak ada yang ketinggalan?" tanya Arnon pada Istrinya yang memasukkan beberapa barang miliknya ke dalam tas jinjingnya.


"Tidak ada, Sayang! semua sudah aku masukkan dalam tas ini," tunjuk Melati pada tas channel-nya.


"Kita makan siang dulu, setelah itu kita ke butik yang menjual khusus baju baby," ujar Arnon pada Istrinya.

__ADS_1


Melati hanya mengangguk tanda setuju pada semua perkataan suaminya.


"Kau ingin makan apa, Sayang?" tanya Arnon pada Istrinya sembari menyelipkan rambut Melati ke belakang telinganya.


"Terserah kau saja, yang penting perut ini kenyang," sahut Melati dengan senyum manisnya.


"Baiklah! sekarang kita langsung ke restoran saja," ajak Arnon merangkul bahu istrinya keluar dari studio foto tersebut.


Mobil Arnon dan Melati sudah melaju, namun saat melintasi beberapa jejeran pedagang kaki lima, Melati merintahkan supirnya untuk berhenti, "Berhenti, Pak!"


Secepat kilat supir itu menekan pedal remnya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Arnon kebingungan.


"Aku ingin makan mie ayam itu," ujar Melati sembari menunjuk ke arah pedagang mie ayam yang berada tepat di depan kaca mobil Melati.


"Tapi jangan terlalu banyak ya?" Arnon sedikit khawatir dengan istrinya jika makan terlalu banyak karena Melati pasti akan sedikit sulit bernafas.


Lebih baik Melati makan dengan porsi sedang, namun lebih sering, daripada makan dengan porsi banyak, tapi membuatnya susah bernapas.


"Iya, Sayang! tapi jika aku kurang, di bungkus ya?" sambil mengedipkan matanya menggoda Arnon agar menuruti semua keinginannya.


"Iya, asal jangan satu gerobak kau ingin bawa pulang," ledek Arnon mengusap lembut puncak kepala istrinya.


Arnon tersenyum mendengar penuturan dari mulut Melati. "Jika kau ingin, kenapa tidak," ujar Arnon mengecup punggung tangan Melati.


"Iya aku tahu, jika Suamiku ini memang sangat kaya dan tampan."


Lagi-lagi Arnon di buat ingin tertawa terpingkal-pingkal karena ucapan Melati.


"Jadi bagaimana? apa masih ingin makan mie ayam itu atau tidak?" tanya Arnon.


"Aku ingin makan itu dan kau juga harus mencoba memakannya, Sayang!"


Melati langsung turun dari mobil itu, namun sebelum Melati melangkah ke arah pedagang mie ayam tersebut, ia mengetuk kaca mobil bagian depan.


Tok tok tok


Supir mobil itu menurunkan kaca mobil secara perlahan. " Ada apa, Nyonya?" tanya supir itu.


"Ayo turun! kita makan bersama," pinta Melati langsung bergegas menuju arah pedagang kaki lima tersebut.

__ADS_1


Arnon mengekori istrinya menuju ke arah pedagang mie.


"Mie ayamnya 3 ya, Pak! dimakan disini semua," ujar Melati pada Bapak penjual mie ayam itu.


"Iya, Neng!"


Arnon duduk berdekatan dengan istrinya, sementara supirnya duduk di kursi yang lain.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya pesanan Melati dan Arnon sudah siap.


Aroma mie ayamnya langsung menyeruak masuk ke dalam Indra penciuman Melati. Perut ibu hamil itu langsung merasa kelaparan.


"Ini, Neng!"


Pedagang itu langsung memberikan 3 mangkuk mie pada pembelinya.


Melati meniup-niup kecil mie itu setelah sekiranya cukup dingin, ia langsung memakan dengan lahap.


Arnon panik karena ia takut mie itu masih panas. "Sayang! hati-hati, itu masih panas," ujar Arnon ikut meniup mie milik Melati.


"Ini sudah tidak panas, aku sudah meniupnya tadi," tutur Melati kembali memakan mie ayamnya.


Supir Arnon juga sudah memakan mienya. Sementara Arnon masih menatap mie ayam itu dengan wajah ragu-ragu.


"Kenapa tak dimakan?" tanya Melati pada suaminya.


Arnon hanya diam tak menjawab pertanyaan Istrinya. Ia masih tak yakin apa makanan itu enak atau tidak karena terakhir kali aktor tampan itu memakan mie ayam saat umurnya 7 tahun.


Melati melihat gelagat Arnon sudah tahu jika suaminya mungkin berpikir mie ini enak atau tidak.


"Mie itu enak, Sayang! coba punyaku dulu," pinta Melati sambil memberikan sesendok mienya pada Arnon.


"Ayo coba, Sayang! ini enak kok."


Arnon perlahan membuka mulutnya. Ia mencoba menuruti perintah Istrinya. Saat mie itu sudah mulai masuk ke dalam mulutnya, wajah Arnon berubah seketika. Yang awalnya seperti enggan memakan makanan itu, kini ia langsung melihat ke arah mie ayamnya sendiri.


Tanpa sadar ia mulai mengaduk mie miliknya dan memakannya. Suapan mie pertama dari mangkuknya sendiri sangat memanjakan lidahnya.


Rasanya pas, nikmat, dan sungguh cocok di lidahnya.


Arnon terus memakan mie ayam itu sampai tak tersisa secuilpun di mangkuknya.

__ADS_1


Melati tersenyum melihat suaminya ternyata suka dengan makanan pinggir jalan.


__ADS_2