
Arnon dan Melati sudah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka berdua ke suatu tempat.
"Kita mau kemana?" tanya Melati pada suaminya.
"Rahasia," sahut Arnon singkat.
Wajah Melati cemberut mendengar jawaban dari Arnon karena pria itu tak memberitahu dirinya mereka berdua akan pergi kemana.
Melati menggeser sedikit duduknya menjauh dari Arnon sebagai tanda jika gadis itu sedang merajuk.
Arnon paham melihat gelagat Melati yang mulai menjaga jarak darinya.
"Apa kau marah?" tanya Arnon yang sebenarnya hanya basa basi agar hati Melati sedikit melunak dan mau berbicara padanya.
Tak ada jawaban dari gadis itu.Melati masih fokus menatap ke depan tanpa ingin menoleh bahkan melirik pun sepertinya gadis itu merasa enggan.
"Astaga! aku harus menghadapi Melati dengan ekstrak kesabaran yang tinggi," batin Arnon mulai frustrasi melihat istrinya sedang merajuk bagai anak kecil yang tak di belikan gula-gula.
Arnon menggenggam tangan Melati untuk mencairkan sedikit rasa kesal istrinya.
"Aku tak memberitahumu karena ini sebuah kejutan untukmu,Sayang!"
Melati menoleh ke arah suaminya masih dengan aura penuh kekesalan.
"Jika kau memang ingin tahu,aku akan mengatakannya padamu! kita akan ...."
"Tidak perlu! aku ingin ini semua menjadi sebuah kejutan untukku," tutur Melati setengah berbisik.
Arnon tersenyum mendengar jawaban dari mulut Melati.
"Kemarilah! kau pasti lelah kan?" tanya Arnon menyandarkan kepala Melati untuk tidur di pundaknya.
Melati sedikit bergeser untuk mempermudah menyandarkan kepalanya pada pundak Arnon.
Pria itu mendekap tubuh Melati sambil menikmati wangi rambut yang sangat memabukkan baginya.
"Jika kau lelah,tidurlah!" mengusap lembut rambut Melati yang nampak sudah sedikit memanjang.
"Aku tidak lelah! aku hanya ingin seperti ini saja,' ujar Melati memeluk pinggang Arnon.
"Apa kau sekarang mulai menjadi orang manja seperti ini? menurutku tidak! kau itu bagai singa betina yang siap kapan saja menerkam musuh-musuhmu," jelas Arnon yang mendapat cubitan kecil dari Melati pada perutnya yang memiliki bentuk mirip seperti roti sobek.
"Aduh! sakit,Sayang!" Arnon mengaduh kesakitan namun sebenarnya itu hanya aktingnya saja.
"Aku ini bukan singa betina! enak saja kau bilang aku mirip hewan pemakan daging! apa kau mau aku makan?" Melati mengeluarkan ancamannya pada Arnon dengan tatapan tajam siap menerkam suaminya.
Bukannya takut dengan ancaman Melati, Arnon tersenyum mendengar gertakan istrinya.
"Jika kau ingin memakanku sampai habis ... kau harus menunggu kita sampai di rumah! tak enak pada supir jika kita melakukannya di sini," bisik Arnon pada telinga Melati.
__ADS_1
Gadis itu spontan memukul lengan kekar Arnon tanpa permisi.
"Kau jangan berpikir yang aneh-aneh ya!" ancaman Melati kembali terdengar dari mulutnya.
"Hahahaha."
Arnon tertawa melihat raut wajah Melati yang tegang minta ampun.
Tanpa terasa mobil mereka sudah berhenti di sebuah taman yang sangat indah.Taman itu di penuhi berbagai macam bunga berwarna-warni.
"Kita sudah sampai,ayo turun!" Arnon turun dari mobilnya di ikuti oleh Melati yang keluar dari sisi yang berlawanan dengan Arnon.
Arnon merentangkan tangan kanannya agar Melati masuk dalam pelukannya.
Gadis itu paham maksud Arnon,Melati langsung berjalan masuk ke dalam dekapan suaminya.
Mereka berdua masih belum beranjak.Keduanya masih menikmati indahnya kebun bunga yang ada di depan mata mereka.
"Apa kau suka?" tanya Arnon menatap wajah Melati.
"Suka sekali! terimakasih." Mencium pipi Arnon.
Pria itu tersenyum mendapat ciuman dari orang yang sangat ia cintai.
Mata Melati tak henti-hentinya mengabsen semua sudut kebun tersebut sampai pada akhirnya tatapan mata gadis itu terkunci pada pohon besar yang berada di tengah-tengah kebun bunga.
"Kenapa ada pohon besar sekali di sana?" tanya Melati menatap pohon itu penuh rasa penasaran.
Di samping kanan kiri mereka di manjakan oleh sederet bunga mawar merah yang indah.Kira-kira jarak 5 meter,bunga yang di tanam berganti menjadi bunga mawar putih.Setiap jarak 5 meter bunga yang di tanam di kebun itu berganti warna dari mawar pink,salmon, peach,oranye,kuning,dan kream.
Mata Melati benar-benar di manjakan oleh berbagai macam warna bunga mawar yang di tanam di kebun tersebut.
Kebun itu berbentuk oval.Saat mereka berdua sudah sampai di tengah-tengah menuju pohon besar tersebut,Melati kembali di buat takjub karena sekeliling pohon besar itu di tanami bunga Melati yang tak terhitung jumlahnya.
Gadis itu sampai menutup mulutnya sendiri karena Arnon mempersiapkan kejutan ini dengan sangat sempurna.
Di sepanjang jalan,Melati terus melihat keindahan bunga Melati yang sangat indah dengan wangi membuat hidung semua orang yang menghirupnya pasti ketagihan.
Arnon berhenti tepat di depan pohon besar yang menjulang tinggi.
Melati masih tak mengerti dengan suaminya,tak ada hal istimewa yang terlihat dari pohon besar itu.
"Apa ada yang spesial dengan pohon besar ini?" tanya Melati yang masih melihat lebih cermat lagi pohon besar tersebut.
Arnon hanya tersenyum sambil menarik tangan Melati berjalan menuju ke balik pohon tersebut.Saat mereka berdua sudah sampai di tempat yang di tuju oleh Arnon,kedua mata Melati lagi-lagi di suguhi maha karya yang tak bisa di ungkapkan lagi.
Gadis itu melihat sebuah rumah pohon yang sangat indah dengan desain tak perlu di ragukan lagi.
"Apa ini juga kejutan untukku?" tanya Melati pada suaminya.
__ADS_1
Arnon tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Melati berhamburan ke pelukan Arnon di iringi senyum bahagia.
"Terimakasih!" memeluk erat tubuh Arnon dengan kedua tangan yang sudah melingkar indah di leher suaminya.
"Iya,Sayang!" memeluk erat pinggang Melati.
Pelukan mereka perlahan terlepas dengan raut wajah yang masih sama-sama terlihat sangat bahagia.
"Apa kau ingin naik ke atas?" tanya Arnon dan mendapatkan anggukan dari istrinya.
Melati berjalan terlebih dulu di ikuti Arnon.Di rumah pohon itu sudah terdapat jalan seperti jembatan melingkar ke atas untuk mempermudah Melati sampai ke rumah pohonnya dengan pembatas di samping kanan kiri.
Keduanya sudah berada di atas rumah pohon tersebut.Melati membuka pintunya,seketika gadis itu merasa takjub berkali-kali melihat rumah pohon tersebut nampak seperti rumah sungguhan.
Di dalamnya terdapat tempat tidur,sofa dan televisi.
Melati berjalan ke arah sudut ruangan yang mirip dengan balkon.Ia berjalan untuk melihat pemandangan luar dari atas rumah pohonnya.
Saat Melati sudah berada di luar,terpaan angin menyentuh permukaan kulitnya tanpa permisi.
Melati melihat ke arah bawah dimana terpampang jelas hamparan bunga yang berwarna warni mengelilinginya.
Melati masih terus memandangi semua bunga yang berwarna warni bagai pelangi itu.
Tiba-tiba dahi Melati terlipat sempurna saat dirinya seperti melihat sebuah tulisan pada kumpulan bunga yang ada di kebun itu.
Melati kembali memastikan kembali dengan cara mengucek matanya,ia berpikir mungkin dirinya berkhayal,namun saat kedua matanya melihat kembali hamparan bunga tersebut,jantung Melati di buat ingin melompat keluar.
Bagaimana jantung Melati tidak ingin melompat keluar saat melihat sebuah huruf yang terbentuk dari ribuan bunga yang tertanam di kebun itu.
Huruf itu berbentuk "I ❤️ U".
Huruf besar itu sukses membuat gadis cantik berkulit eksotis tersebut berbalik menatap Arnon dengan senyumannya.
Arnon tahu apa yang akan Melati lakukan.Pria itu merentangkan kedua tangannya agar Melati masuk ke dalam pelukannya.
Melati menyambut maksud dari suaminya,gadis itu berlari masuk ke dalam dekapan Arnon.
Kedua bibir pasangan itu sama-sama tertarik seutas senyuman.
"Apa kau suka?" tanya Arnon lebih mengeratkan pelukannya.
Melati sedikit melonggarkan pelukannya menatap lekat kedua manik mata Arnon.
"Aku suka ... suka sekali,Sayang!" Melati kembali memeluk Arnon.
"Wah! nampaknya istriku ini sudah mulai nakal ya?" mengusap lembut punggung Melati.
__ADS_1
"Nakal dengan suami sendiri tak berdosa kan?" Melati meledek suaminya.
"Tentu saja tidak! bahkan kau harus lebih nakal dari ini," ujar Arnon yang mendapat cubitan kecil pada lengannya.