Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 67


__ADS_3

Arnon dan Melati sudah berjalan di koridor gedung tempat konferensi pers itu akan terselenggara.


Keduanya nampak sangat serasi saat melangkah beriringan seperti itu.


Melati melihat ke arah Arnon yang nampak terlihat sangat antusias.


"Bagaimana tak bahagia jika sebentar lagi akan bertemu dengan pujaan hati," gerutu Melati yang kesal dengan raut wajah Arnon terlihat begitu bahagia.


Arnon terus mengukir senyum manisnya selama berjalan bersama sang istri.


"Pasti semua orang yang berpapasan denganku akan iri,karena aku memiliki istri yang sangat cantik sepertinya." Arnon merasa sangat bahagia bisa hadir di sebuah acara membawa Melati.


Arnon dan Melati sudah sampai di ruang acara.


Disana para awak media telah berkumpul untuk menunggu kedatangan Arnon dan Clara.


Saat Arno dan Melati memasuki ruang tersebut,flash bertebaran di wajah pasangan muda itu.


Mata Melati menyipit karena dirinya tak terbiasa dengan dunia Arnon yang setiap hari di kelilingi oleh kamera di mana-mana.


Arnon menggenggam erat tangan Melati saat keduanya berjalan menuju tempat duduk yang sudah di sediakan oleh kru penanggung jawab.


Keduanya duduk berdampingan dengan posisi Arnon berada tepat di samping kursi yang di sediakan untuk Clara.


Pikiran Melati mulai berkelana kemana-mana.


"Jarak mereka sangat dekat,apa mungkin ... tidak Melati! kau tak boleh berpikir yang tidak-tidak." Berusaha menghilangkan pemikiran anehnya.


Melati dan Arnon sudah cukup lama menunggu namun kehadiran Clara masih belum juga terlihat.


Tak tak tak tak


Suara sepatu seorang wanita ber-hak tinggi terdengar.Seketika semua arah kamera tersorot pada sumber suara tersebut.


Seorang wanita cantik yang tak lain adalah Clara dengan rambut tergerai indah berjalan menuju tempat yang sudah di sediakan untuknya,namun saat kedua matanya menangkap sosok pria dan wanita yang tengah lebih dulu duduk di sana membuat langkah kakinya terhenti dengan raut wajah terkejut.


"Gadis di samping Arnon itu Melati kan? kenapa dia cantik sekali? tidak Clara,dia itu tak cantik! kau lebih darinya sekarang."


Mendengar suara kamera yang sibuk mengambil gambarnya dengan flash bertebaran dimana-mana membuat wajah terkejutnya itu berganti senyum cantik di iringi langkah kakinya menuju ke arah Arnon.


"Untuk apa Arnon kemari? sudahlah aku tak perduli! bukankah jika dia ada di sini akan membuat Melati semakin malu saat Arnon lebih memilihku dari pada dia."


Hati Clara mulai tak sabar ingin segera bersatu dengan Arnon kembali tanpa harus menutupi hubungannya dengan sang kekasih dari para wartawan.

__ADS_1


Clara sudah duduk di samping Arnon dengan senyum manis sambil menatap pujaan hatinya penuh cinta.


Pria itu juga menatap ke arah Clara dan menyambut senyuman dari kekasihnya.


Melati melihat adegan yang membuat hatinya terasa di sayat tanpa ampun.


"Kenapa aku harus hadir di antara mereka berdua? seharusnya aku tak ikut dengan Arnon! aku ingin pergi dari sini."


Melati perlahan menarik tangannya dari genggaman Arnon,namun pria itu menahan tangan istrinya erat agar Melati tak melepas genggaman tangannya.


Gadis itu melihat ke arah tangannya yang masih di genggaman oleh Arnon dan melirik suaminya yang juga sedang menatap ke arahnya.


"Jangan pergi dariku," bisik Arnon dengan penuh kelembutan.


Seketika aliran air terjun yang dingin terasa memenuhi seluruh rongga dada Melati yang awalnya terasa panas,kini berganti dengan kesejukan tak terkira saat mendengar ucapan suaminya.


Melati membalas bisikan Arnon dengan anggukan.


Semua orang yang telah di undang ke acara tersebut telah tiba termasuk manager Clara yang duduk tepat di samping modelnya.


Para media masih sibuk mengambil gambar mereka berempat yang berada di depan sebagai pemeran utama hari ini.


Setelah sekiranya cukup mengambil beberapa gambar,Clara mulai membuka suaranya.


"Yang pertama,alasan saya mengadakan konferensi pers ini untuk mengabarkan pada seluruh masyarakat terutama para fans setia Clara Davidson,bahwa saya akan kembali ke dunia perfilman tanah air untuk kurun waktu tak bisa saya tentukan,karena saya juga akan menikah suatu hari nanti,jadi semua itu masih akan saya rundingan dengan calon suami saya." Clara melirik Arnon dengan seutas senyum simpul.


"Yang kedua,mengenai calon suami masa depan saya! sebelum saya mengumumkan siapa dia? saya ingin memberitahu kepada semua orang jika kisah cinta kami ini tak salah,karena pria yang saya cintai saat ini juga sangat mencintai saya dan tentang problem yang dia alami sekarang akan saya ungkap hari ini juga agar pernikahan kami kedepankan tak ada kesalah pahaman," jelas Clara yang menjurus kepada Arnon dan pernikahannya.


Melati yang mengerti maksud Clara merasa pernikahannya kini berada di ujung tanduk.


"Tuhan! apa yang akan wanita ini rencanakan kali ini."


Melati membalas genggaman tangan suaminya begitu erat untuk menetralkan rasa gundah yang ia alami saat ini.


Arnon mengerti apa yang terjadi pada Melati.


Pria itu lebih mengeratkan lagi genggaman tangannya pada sang istri agar gadis itu merasa aman berada di dekatnya.


Clara menoleh ke arah Managernya yang di iringi anggukan kepala oleh model cantik tersebut.


Manager itu tersenyum sambil memberikan sebuah amplop coklat pada Clara.


Gadis itu menerima amplop coklat tersebut dengan senang hati.

__ADS_1


"Tamatlah riwayatmu Melati! aku pastikan kau akan malu hari ini dan tak akan bisa bersama dengan Arnon lagi." Clara bersorak dalam hati.


"Amplop coklat ini berisi tentang informasi penting mengenai calon suami saya," tutur Clara tegas.


Arnon terus menatap amplop coklat yang Clara pegang.


"Bukankah itu amplop yang berisi perjanjian antara aku dan Melati?" Arnon terus menatap amplop coklat tersebut.


Arnon tak sengaja menekan sangat keras genggaman tangannya pada tangan Melati karena pria itu mulai sedikit demi sedikit paham apa yang akan di lakukan oleh Clara.


Wajah Melati meringis kesakitan karena tenaga Arnon cukup kuat mencengkram tangannya.


Gadis itu menatap ke arah Arnon yang masih terus menatap amplop coklat yang ada pada tangan Clara.


Melati mengikuti arah pandang suaminya yang tertuju pada tangan Clara dengan sebuah amplop coklat.


"Amplop itu ... bukankah amplop itu berisi perjanjian antara aku dan Arnon? jangan-jangan mereka berdua akan mengungkap perjanjian itu pada media." Otak Melati kembali berpikir keras.


Kali ini bukan hanya teriris lagi,tapi hati Melati benar-benar di buat mati rasa oleh Arnon.


"Seharusnya aku tak boleh jatuh cinta padanya,seharusnya aku ... aku benci dengan perasaan ini." Air mata Melati mulai menggenang di pelupuk matanya.


Gadis itu mencoba menahan agar air matanya tak lolos begitu saja karena dirinya saat ini masih berada di depan banyak orang.


Clara mulai membuka amplop coklat itu dan mengeluarkan isinya.


Senyum merekah terukir indah di bibir Clara yang terpoles lipstik berwarna merah maroon.


"Jangan berani macam-macam denganku gadis jelek," gumam Clara yang tak sabar ingin segera memperlihatkan isi dari kertas yang ia pegang.


Clara berdiri dan memaparkan kepada media isi dari perjanjian yang ia pegang saat ini.


"Ini bukti perjanjian pernikahan Arnon dan Melati! pernikahan mereka berdua murni bukan pernikahan atas dasar cinta dan keduanya juga akan bercerai dalam kurun waktu 1 bulan,jadi jika Arnon bercerai dan menikah dengan orang yang dia cintai itu bukan salah Arnon karena mereka berdua memang tak saling mencintai dari awal pernikahan berlangsung," jelas Clara panjang lebar membuat semua orang yang hadir diam tak bersuara hanya ada suara kamera yang memotret bukti perjanjian itu.


Rahang Arnon mengeras sempurna dengan tatapan mata penuh kebencian yang teramat sangat pada orang yang dulu pernah ia cintai.


Clara tersenyum menang karena telah berhasil mengungkap pernikahan palsu Arnon dan istrinya.


Kali ini air mata Melati sudah tak dapat di bendung lagi.


Kristal bening itu sudah luruh membasahi pipi cantiknya.


Saat suasana hening tak ada yang berani berargumen,tiba-tiba suara tepuk tangan seseorang berdentum memenuhi seluruh ruangan konferensi pers tersebut.

__ADS_1


PROK PROK PROK


__ADS_2