Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 184 ( Season 2 )


__ADS_3

Zinnia dan William sudah berada di dalam sebuah supermarket. Gadis itu mendorong troli belanjaannya.


Zinnia masih mencari-cari bahan masakan apa saja yang akan ia beli.


William hanya mengekori istrinya berbelanja tanpa ada percakapan apapun.


Zinnia menoleh ke arah suaminya. "Apa yang ...."


Zinnia menghentikan pertanyaannya karena ia bingung saat melihat William sudah memakai sweater cukup tebal di dalam supermarket.


"Kenapa kau memakai sweater itu? apa kau demam?" tanya Zinnia yang menyentuh langsung dahi suaminya.


"Tidak panas! suhu badannya juga normal! jadi kau kenapa bisa menggunakan baju setebal itu di dalam sini?" tanya Zinnia lagi.


"Ini semua gara-gara kau, Gadis cerewet! jika saja tadi pagi kau tak membuatku tegang luar dalam, pasti aku tak perlu susah payah berendam air dingin pagi tadi."


"Apa kau tak tahu jika ini trend fashion terbaruku," kilah William karena ia tak ingin Zinnia tahu jika dirinya kedinginan karena berendam terlalu lama.


"Benarkah? jadi kau juga punya trend fashion dikalangan para Dokter di rumah sakitmu?"


"Tentu saja! aku ini pemilik rumah sakit, jadi harus menjadi contoh baik dari segi ilmu atau penampilan," tutur William bangga.


Zinnia menatap William acuh, kemudian gadis itu berjalan ke arah bagian daging. Zinnia memilih daging sapi untuk ia masak menjadi soup kesukaan ayah dan ibunya.


Zinnia juga akan membeli brokoli hijau, wortel dan buncis untuk ia jadikan tumis saus tiram.


Sebelum gadis itu melangkahkan kakinya ke arah sayuran itu, Zinnia menoleh ke arah suaminya. "Makanan kesukaan Daddy dan Bunda apa?" tanya Zinnia karena ia juga ingin memasakkan kedua mertuanya.


"Rawon daging sapi dan tempe bacem," sahut William singkat padat dan jelas.


Zinni melihat ke arah daging yang ia ambil tadi. "Daging ini sudah cukup untuk di buat menjadi dua jenis makanan yang berbeda rasa dan bumbu," gumamnya.


"Stok tempe pasti ada di rumah!"


Zinnia berjalan ke arah sayuran. Gadis itu mengambil brokoli, wortel, dan buncis.


Zinnia berjalan ke arah sosis yang berukuran jumbo. Zinnia akan membakar sosis itu untuk hidangan pelengkap.


Zinnia berjalan ke arah buah-buahan. Gadis itu ingin membuat dessert salad buah saja, karena ia ingin yang simpel tapi sehat.


Zinnia mendorong troli belanjaannya ke arah tempat berbagai macam jenis buah.


Zinnia membeli melon, anggur, semangka, kiwi, strawberry, jeruk dan buah lainnya yang pas untuk di buat salad.


Troli yang di dorong oleh Zinnia sudah menggunung karena gadis itu membeli cukup banyak buah.


Zinnia ingin membuat salad buah dengan porsi banyak karena ia sangat suka sekali makanan sehat itu.


William hanya mengikuti istrinya melangkah sampai di tempat mayonaise dan keju. Zinnia memberikan tugas mendorong troli belanjaannya pada William.


"Kau yang mendorong semua belanjaan ini karena aku sudah tak kuat mendorongnya," tutur Zinnia pada suaminya.


Gadis itu memilih mayonaise, keju, yoghurt, dan susu untuk bahan saus.

__ADS_1


Zinnia meletakkan semuanya ke dalam troli belanjaannya.


"Sekarang giliranmu untuk mendorong belanjaan itu ya, Suamiku!"


Zinnia berjalan ke arah bagian seafood. William mendorong troli tepat di belakang sang istri.


William menjadi sorotan para wanita yang juga berbelanja.


Zinnia melihat mereka nampak sedang menatap ke arahnya, namun saat Zinnia memperhatikan lebih detail lagi, para wanita itu ternyata melihat ke belakangnya yang mana posisi William sedang mendorong troli belanjaannya.


Zinnia berhenti mendadak, sampai William juga ikut berhenti mendadak.


Zinnia berbalik menatap ke arah William. Gadis itu melihat ke arah kanan kirinya.


Para wanita yang menatap suaminya langsung mengalihkan pandangan mereka.


Zinnia tersenyum simpul dengan kaki yang sudah melangkah mendekati suaminya.


Gadis itu menggandeng lengan William, sedangkan si empunya lengan nampak tak paham dengan perilaku Zinnia yang suka berubah-ubah bagia cuaca yang tak mudah di tebak, hari ini akan hujan atau tidak.


"Kenapa kau ...."


"Diam, SAYANG! kita kan baru menikah! aku merasa kakiku sakit sekali karena kau semalam tak membiarkan aku turun dari ranjang," ujar Zinnia memperjelas kata "sayang" agar wanita-wanita itu tahu jika William suaminya.


Benar saja, semua wanita menutup mulutnya. Mereka sungguh tak percaya jika pria itu sudah beristri dan hebohnya lagi, William ternyata seorang pria yang perkasa. Satu malam suntuk tak membiarkan istrinya turun dari ranjang.


"Pria itu pasti sangat panas saat di atas ranjang," bisik salah satu wanita yang masih dapat di dengar oleh Zinnia dan William.


"Ya, kau benar! buktinya tadi istrinya berkata jika kakinya juga sakit kan? pasti perempuan itu puas sekali," timpal teman wanita tadi.


William menatap Zinnia dingin. "Kita harus cepat pulang!"


"Setelah membeli kepiting, kita akan segera pulang, Sayang!"


Zinnia sudah berada di dapurnya. Gadis itu sudah memakai apron dan mulai memotong beberapa bawang untuk masakannya.


Dua pelayan membantunya, sedangkan pelayan yang lain bertugas mendekor ruang makannya agar lebih romantis lagi.


William berada di rumah sakit. Pria itu masih bertugas sebagai garda terdepan untuk para pasien yang membutuhkannya.


Jam menunjukkan pukul 12 siang.


Semua masakan Zinnia sudah siap. Gadis itu hanya tinggal menyajikan saja.


Zinnia berjalan ke arah kamarnya untuk bersiap. Gadis itu masuk ke dalam walk in closet kamarnya.


Zinnia memilih gaun malam yang bagian punggungnya terbuka sampai pinggang.


Gadis itu tak lupa memilih hells dan anting sebagai penunjang penampilannya untuk nanti malam.


Zinnia juga tak lupa menyiapkan satu set kemeja untuk suaminya.


Tak lupa jam tangan, dasi, dan sepatu untuk William.

__ADS_1


Gadis itu meletakkan semua baju dan pelengkapnya di atas ranjang.


"Sudah beres! sekarang tinggal mandi."


Zinnia hendak melangkah ke arah kamar mandi, namun ia teringat akan sesuatu.


Zinnia mengambil ponselnya. Gadis itu menghubungi William.


"Ada apa!"


"Kau harus pulang cepat hari ini."


"Iya, aku tahu!"


"Ingat! jangan terlambat!"


"Iya, Gadis cerewet! aku banyak pekerjaan, jangan hubungi aku lagi."


"Baiklah! selamat bekerja, Suamiku!"


"Ya!"


"Tunggu sebentar!"


"Ada apa lagi?"


"Ada yang kau lupakan, Pria mesum!"


"Apa?"


"Emmuuaahh! sampai jumpa di rumah!"


Tut Tut Tut Tut


Suara sambungan telepon dimatikan terdengar oleh telinga William.


Pria itu yang sedang berada di ruangannya menatap ponselnya.


"Kenapa kau makin hari makin membuatku gila, Zi! apa kau tahu? otakku dipenuhi oleh wajahmu, Gadis cerewet!"


William mengusap wajahnya kasar. Yang ada dalam otakknya saat ini adalah wajah Zinnia.


Ponsel William tiba-tiba berdenting tanda pesan masuk.


Pria itu melihat ponselnya dan tertera pesan dari sang istri.


Dengan cepat William membaca pesan Zinnia.


Zinnia


Aku menunggumu di rumah. Kita akan triple date😘


Awas! dilarang senyum-senyum sendiri saat kau membaca pesan dari istrimu yang paling cantik iniπŸ˜‰

__ADS_1


William langsung tersenyum seketika saat ia membaca pesan dari Zinnia.


"Dasar, Gadis cerewet!"


__ADS_2