Pacaran Setelah Menikah

Pacaran Setelah Menikah
Bab 262 ( Season 2 )


__ADS_3

Sandra melihat ke arah sekelilingnya dengan lampu yang menggantung indah mengitarinya dan juga Marquez. Begitupula dengan lampu yang berada di tanah yang ia pijak, sudah di kelilingi oleh lampu-lampu membentuk hati.


Marquez melihat ke arah Sandra dan tatapan mata Sandra juga tertuju padanya. "Jangan terkejut dulu, Sayang! ini baru awal! masih banyak lagi kejutan untukmu malam ini," jelas Marquez pada calon tunangannya itu.


"Lihatlah ke arah depan," pinta Marquez.


Sandra melihat ke arah depan namun, tak ada apapun di sana. Yang ada hanya kumpulan semak belukar menurut pandangan matanya. Karena jarak dari ia berdiri ke jarak taman ilalang itu masih cukup jauh dan otomatis pencahayaannya juga kurang.


Saat tatapan mata Sandra hendak beralih ke arah lain, tiba-tiba sebuah cahaya muncul pada bagian kiri sudut taman ilalang itu. Cahaya yang keluar dari sebuah lampion dengan dua orang yang memeganginya sebelum lampion itu di terbangkan ke udara.


Lampion lainnya juga ikut menyala dengan cara berantai sehingga taman itu dipenuhi dengan cahaya lampion yang menjadi penerangnya.


Perkiraan Sandra yang mengira jika taman itu adalah kumpulan rumput liar atau semak belukar ternyata salah, karena saat ini rumput liar menurut perkiraan Sandra berubah menjadi taman ilalang yang sangat indah dengan hiasan cahaya lampion di setiap sudutnya.


Sandra menoleh ke arah Marquez. "Apa kau menyiapkan semua ini untukku?" tanya Sandra dan Marquez membalas tatapan calon tunangannya itu. "Bukan aku, tapi William dan para penggemarku yang berada di sana," tutur Marquez dan manik mata Sandra segera mengitari tempat itu untuk mencari keberadaan William dan Zinnia karena Sandra tadi melihat mobil yang di tumpangi Zinnia terparkir di halaman parkir tempat ini.


Tapi keberadaan Zinnia dan suaminya tak kunjung ia temukan.


"Perhatikan itu," ujar Marquez membuyarkan pencarian Zinnia dan suaminya.


Kini mata Sandra sudah terfokus pada lampion yang di tunjuk oleh suaminya.


Empat lampion pertama dilepas dan tercetaklah sebuah tulisan WILL, di setiap lampion terdapat satu huruf kapital dari gabungan kata WILL tadi.


Kemudian lampion kedua kembali dilepas dan terciptalah sebuah tulisan YOU.


Giliran kumpulan lampion yang ketiga yang akan di lepas dengan kata MARRY.


Dan kini tinggal satu kali pelepasan lampion, yang artinya kata terakhir lampion itu untuk menyempurnakan susunan kalimat dari yang sebentar lagi akan ditujukan untuk Sandra.


Kumpulan lampion terakhir sudah di terbangkan membentuk kata ME.


Marquez segera berbalik menatap ke arah Sandra. Pria itu tersenyum sembari berjongkok dengan satu lutut sebagai tumpuan dan mengeluarkan sebuah kota putih kecil.


Marquez menatap penuh cinta ke arah Sandra yang saat ini wanita itu tengah terdiam membisu karena kejutan yang ditujukan untuknya sungguh luar biasa romantis.


Ctak


Marquez membuka kota kecil itu dan menunjukkan pada Sandra isi dari kotak kecil yang ia bawa.


Secara serempak, semua penggemar Marquez berucap. "WILL YOU MARRY ME?"


Sandra sudah kehabisan kata-kata dengan lamaran romantis yang di buat oleh Marquez dan yang lainnya.


Mulut Sandra seakan terkunci dan di gembok oleh gembok yang sangat besar serta kuncinya hilang entah kemana.

__ADS_1


Sandra kali ini benar-benar bungkam tak mampu mengeluarkan kata-kata apapun. Air mata asisten cantik itu lolos begitu saja dari pelupuk matanya.


Marquez tahu jika itu bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan. "Will You Marry Me?" tanya Marquez yang langsung keluar dari mulutnya sendiri.


Sandra tak bisa lagi menahan air matanya untuk turun satu persatu dan kini air mata itu turun semakin deras. "I ... Will!"


Seketika sorak dari para penggemar Marquez terdengar riuh dan mereka juga menayangkan secara langsung adegan romantis lamaran Marquez dan calon istrinya.


Marquez tersenyum dan segera mengambil cincin dari dalam kota kecil tadi.


Cincin bertahtakan berlian itu akan bertengger di jari manis Sandra.


Tangan kiri Marquez menggapai tangan kiri wanita yang sudah sah menjadi tunangannya. Perlahan namun pasti, cincin itu mulai meluncur masuk melingkari jari manis Sandra.


Sandra berjongkok mensejajarkan diri dengan Marquez. Wanita itu memeluk tubuh tunangannya erat. "I love you, Tuan Copaldi!"


Marquez tersenyum sembari mengecup pundak calon istrinya. "I love you, My Fiance!"


Lagi-lagi tepuk tangan dan suara sorak serta suitan dari para penggemar Marquez terdengar.


Zinnia dan William keluar dari tempat persembunyian mereka. Tanpa Sandra sadari ternyata Bosnya itu berbaur dengan para penggemar Marquez, ikut menerbangkan lampion lamaran desainer tampan tersebut.


Zinnia dan William menghampiri kedua pasangan yang sebentar lagi akan menjadi suami istri tentunya.


William juga ikut memberikan selamat pada keduanya. "Selamat untuk kalian berdua," tutur William sembari merangkul istrinya.


Sandra dan Marquez melepaskan pelukan mereka berdua dan berdiri untuk mengucapkan terimakasih pada William yang telah membuat lamaran hari ini berjalan lancar dan sangat romantis pastinya.


"Terimakasih untuk kerja kerasmu yang sangat besar ini! mungkin tanpa dirimu aku tak akan bisa membuat Sandra terpukau sampai menitikkan air matanya," jelas Marquez pada William.


"Santai saja, Marq! jasaku tak akan sia-sia karena kau telah memberikan upah jet pribadimu itu padaku," goda William.


Zinnia melirik ke arah suaminya. " Sungguh?" tanya Zinnia tak percaya.


"Tanyakan saja pada si pemilik jetnya," lempar William pada Marquez atas pertanyaan sang istri.


Zinnia menatap ke arah Marquez. "Benar apa yang dikatakan oleh, Suamiku?" tanya Zinnia serius.


"Sebenarnya aku memang akan memberikan dia jet itu, tapi suamimu menolaknya dan itu sebuah keputusan yang bijak karena jetku masih bisa aku naiki," jelas Marquez tersenyum pada Zinnia dan suaminya.


Zinnia mencubit perut William cukup keras. "Suka berbohong itu hukumannya cubitan pada perut seperti tadi," kesal Zinnia dengan sorot mata tajamnya.


"Maaf, Sayang!" William memeluk Zinnia dan mengecup puncak kepala istrinya berkali-kali.


"Untung kau tampan dan ayah dari anak-anakku! jika tidak, sudah aku lempar kau ke tengah laut dan kutenggelamkan dirimu," cecar Zinnia yang masih kesal pada suaminya.

__ADS_1


"Mommy jangan marah seperti itu pada, Daddy! nanti anak dalam perut Mommy mirip denganku semua loh!" William menggoda istrinya dan lagi-lagi cubitan manja namun, sakit mendarat mulut pada perut roti sobeknya.


"Aw! tak sakit, Mom!" William menggoda Zinnia kembali.


Ibu hamil itu segera melepaskan diri dari dekapan hangat suaminya. "Tak sakit ya! masih kurang rupanya atau kurang keras aku mencubit perutmu itu?" tanya Zinnia yang sudah berkacak pinggang menantang suaminya.


William hanya melipat kedua tangannya di dada dengan senyum menggoda sang istri. "Apa kau mengajakku berduel, Sayang?" tanya William mendekati Zinnia.


Marquez dan Sandra hanya diam saling merangkul satu sama lain. Mereka berdua memang sudah sering melihat Zinnia dan suaminya bersitegang hanya karena masalah kecil. Emosi Zinnia tak stabil akhir-akhir ini. Mungkin pengaruh dari kehamilannya.


Zinnia mendekati suaminya. "Aku mengajakmu berduel," tantang Zinnia menaikkan satu persatu lengan panjangnya sampai batas siku, sementara William semakin menggoda istrinya. "Baiklah! aku terima tantanganmu, Nyonya Pattinson!"


Zinnia sudah hendak mencubit perut William lagi namun, dengan gesit tangan kekar suaminya menahan tangan Zinnia yang sudah hampir sampai menyentuh kulit perutnya. "Eits! tunggu dulu, Sayang! kita tak akan berduel disini!" William mendekati telinga istrinya membisikkan sesuatu, "Kita akan berduel di atas ranjang."


Mata Zinnia melebar dengan mulut ternganga. Ibu hamil itu segera memundurkan tubuhnya.


Kini tatapan mata Zinnia mengarah pada manik mata William. "Aku ingin kembali! duel denganmu tak asyik!" Zinnia hendak pergi namun, William menarik pinggang istrinya masuk ke dalam pelukan hangatnya. "Maafkan aku ya, Sayang!"


Zinnia masih kesal tak ingin menanggapi ucapan suaminya. William tahu jika sang istri masih dalam mode merajuk. "Maafkan aku, Mommy!" William masih berusaha membuat istrinya untuk memaafkannya.


Karena tak ada sahutan. William kembali berucap, "I am sorry, Mommy!"


Masih tak ada sahutan. William melihat ke arah para penggemar Marquez dan ide cemerlang muncul dalam otaknya.


William memberikan kode pada mereka semua agar mengikuti ucapannya tadi dan para penggemar Marquez mengerti akan hal itu.


"I am sorry, Mommy Zinnia!" William mencoba lagi agar para penggemar Marquez paham apa yang harus mereka ucapkan dan beruntungnya Zinnia masih diam tak menjawab apapun.


William memeberikan kode pada mereka semua agar serempak mengatakannya.


"I AM SORRY, MOMMY ZINNIA!"


Zinnia terlonjak segera menoleh ke arah para penggemar Marquez. Senyum tulus dari mereka semua membuat senyum Zinnia juga ikut terulas indah.


Zinnia menatap ke arah suaminya. "Aku memaafkanmu!" Zinnia masih bersuara agak datar.


William mendekati telinga istrinya. "I love you, Mommy Zinnia!"


Cup


William mengecup pipi istrinya lembut dan Zinnia Langsung memeluk William erat. "Aku lebih mencintaimu," balas Zinnia tersenyum sembunyi-sembunyi.


Marquez juga memeluk Sandra erat dan suasana romantis dua pasangan itu begitu terasa dan menjadi momen tersendiri bagi para penggemar Marquez yang bisa melihat kemesraan dua desainer ternama dunia bersama dengan pasangan mereka. Momen itu sudah tayang secara langsung dan satu juta like tak butuh waktu lama untuk mereka dapatkan.


JANGAN LUPA VOTE, LIKE, DAN KOMENTARNYA YA KAKAK READERS BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UPDATE-NYA.

__ADS_1


__ADS_2